SATUSPIRIT — Suasana penuh keceriaan dan kekeluargaan mewarnai halaman SD Saapan, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (20 Agustus 2026).
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pihak sekolah bersama orang tua murid menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara siswa, orang tua dan para guru.
Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi siswa dan orang tua. Tawa dan sorak-sorai terdengar hampir di setiap sudut ketika anak-anak mengikuti perlombaan yang sudah disesuaikan dengan jenjang kelas masing-masing.
Menariknya, setiap kelas mendapatkan jenis permainan yang berbeda.
Siswa kelas 1 mengikuti estafet karet gelang, sementara kelas 2 beradu kekompakan dalam estafet gelas air mineral.
Untuk kelas 3, tantangannya tidak kalah mengundang tawa. Para peserta harus mengikuti lomba memakan kue Roma yang diletakkan di dahi hingga berhasil mencapai mulut tanpa menggunakan tangan.
Sementara itu, siswa kelas 4 mengikuti lomba menginjak balon yang dipasang di kaki lawan. Siapa yang mampu mempertahankan balonnya hingga akhir, dialah yang menjadi pemenang.
Kelas 5 memiliki tantangan berbeda. Peserta harus mengumpulkan bola air sebanyak-banyaknya dengan tubuh yang digayor menggunakan sarung.
Sedangkan siswa kelas 6 mengikuti lomba estafet memindahkan bola dengan menggunakan pantulan sarung.
Beragam permainan tersebut membuat suasana halaman sekolah semakin ramai. Anak-anak tidak hanya berusaha memenangkan perlombaan, tetapi juga saling memberikan semangat kepada teman-temannya.
Kemeriahan semakin terasa ketika perlombaan tidak hanya diperuntukkan bagi siswa.
Para orang tua murid dan guru SD Saapan juga ikut ambil bagian dalam sejumlah permainan.
Salah satu yang paling mengundang perhatian adalah tarik tambang antara para ibu. Para emak-emak yang sejak awal menjadi penonton akhirnya turun ke arena dan saling beradu kekuatan.
Teriakan dukungan dari anak-anak dan peserta lainnya membuat suasana semakin riuh.
Senyum dan tawa pun pecah ketika masing-masing kelompok berusaha menarik tali sekuat tenaga.
Lomba lainnya yang tidak kalah seru adalah memecahkan balon dengan perut yang juga diikuti para ibu.
Aksi para orang tua tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi siswa. Anak-anak terlihat antusias menyaksikan orang tua mereka ikut berlomba.
Konsep inilah yang membuat peringatan HUT RI di SD Saapan terasa berbeda. Sekolah tidak hanya menghadirkan perlombaan untuk anak-anak, tetapi juga mengajak orang tua dan guru untuk ikut merasakan kegembiraan bersama.
Keseruan perlombaan semakin terasa berkat peran Engkos, S.Pd., guru olahraga SD Saapan, yang bertindak sebagai announcer sekaligus pengarah jalannya perlombaan.
Dengan suara lantang dan penuh semangat, Engkos memberikan aba-aba, komentar serta dorongan kepada para peserta.
Teriakan-teriakannya membuat suasana yang sudah ramai menjadi semakin hidup. Bahkan, beberapa momen lucu yang terjadi selama perlombaan langsung mendapat respons dari sang announcer sehingga mengundang tawa peserta dan penonton.
Engkos mengatakan, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang menjadi juara.
Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah terciptanya keakraban antara sekolah, guru, orang tua dan siswa.
“Acara sangat ramai, seru dan penuh kebersamaan. Yang penting semakin terjalin keakraban antara guru dan orang tua,” ujar Engkos kepada Satuspirit.
Ia berharap kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut tidak berhenti setelah perlombaan selesai.
Menurutnya, hubungan baik antara guru dan orang tua sangat penting untuk mendukung perkembangan anak, termasuk dalam proses pembelajaran dan peningkatan prestasi mereka.
Momentum seperti ini juga menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk saling menghargai dan menghormati.
![]() |
| Kepala Sekolah, bersama guru SD Saapan. |
Kepala Sekolah Apresiasi Kekompakan Warga Sekolah
Kepala SD Saapan, Dwi Agus Susanto, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap antusiasme siswa, guru dan orang tua yang ikut menyukseskan kegiatan.
Kolaborasi tersebut dinilai mampu menghadirkan suasana sekolah yang lebih hangat dan penuh kekeluargaan.
Bagi sekolah, peringatan HUT RI bukan hanya tentang perlombaan dan hadiah. Ada nilai yang ingin ditanamkan kepada siswa, seperti kebersamaan, sportivitas, keberanian, kerja sama dan semangat pantang menyerah.
Sebab, ketika anak-anak melihat guru dan orang tuanya ikut turun ke arena, mereka belajar bahwa semangat kemerdekaan adalah milik semua orang.
Panas matahari dan rasa lelah pun seolah tidak menjadi persoalan. Anak-anak, orang tua dan guru tetap mengikuti kegiatan dengan penuh antusias hingga menjelang waktu zuhur.
Setelah seluruh perlombaan selesai, para pemenang kemudian mendapatkan hadiah yang telah disiapkan pihak sekolah bersama orang tua murid.
Salah seorang orang tua siswa, Rina Agustin, yang kelompoknya berhasil menjadi juara dalam lomba tarik tambang, mengaku terkesan dengan suasana kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung sangat ramai, hangat dan menyenangkan.
“Rame sekali, hangat, seru. Pokoknya seru, sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.
Rina berharap kegiatan yang mempertemukan orang tua, siswa dan guru seperti itu tidak hanya dilakukan saat HUT Kemerdekaan.
Menurutnya, kegiatan serupa bisa digelar dalam momentum hari besar lainnya sehingga hubungan antara keluarga siswa dan sekolah semakin dekat.
“Ke depan tidak hanya pada acara HUT, tetapi juga pada momen-momen hari besar lainnya. Antara orang tua, anak dan sekolah semakin bagus, memperlihatkan persahabatan antara orang tua, guru dan siswa,” katanya.
Pada akhirnya, halaman SD Saapan bukan sekadar menjadi arena perlombaan.
Di tempat itu, anak-anak belajar tentang sportivitas. Orang tua kembali merasakan serunya bermain. Guru tidak hanya menjadi pendidik di ruang kelas, tetapi ikut membangun suasana kebersamaan.
Tarik tambang, estafet, balon, karet gelang hingga permainan sederhana lainnya menjadi cara SD Saapan menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam kehidupan sekolah.
(*)




.jpg)

Social Media