×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Guru-Guru KKG Gugus 4 Cipatik Beraksi! Voli, Egrang, Bakiak, Karaoke hingga Lepas Purna Tugas

Rabu, 02 September 2026 | 15:52 WIB Last Updated 2026-09-02T09:20:59Z
Para guru dan tenaga kependidikan Gugus 4 Cipatik mengikuti kegiatan peringatan HUT RI ke-81 di SD Saapan, Rabu (2/9/2026).

Satuspirit — Suasana berbeda terlihat di lingkungan PGRI Ranting 4 Cipatik, Kabupaten Bandung Barat. Para guru dan tenaga kependidikan yang sehari-hari sibuk mendidik siswa, kali ini sejenak melepas rutinitas dengan mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (2 September 2026) tersebut berlangsung di SD Saapan, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Bsrat. Tak hanya pertandingan olahraga, acara juga diisi dengan sejumlah perlombaan tradisional hingga karaoke yang membuat suasana semakin seru abis.

Sejumlah perlombaan yang digelar di antaranya bola voli sebagai cabang olahraga nasional. Sementara untuk permainan tradisional, peserta mengikuti lomba egrang, balap karung, serta bakiak.

Yang tak kalah menarik, para guru juga  beradu kemampuan dalam lomba karaoke.

Hadiah dan doorprize yang disiapkan panitia pun turut menambah serunya kegiatan. Sejenak, para guru dan kepala sekolah yang selama ini dikenal sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” bisa menikmati suasana santai, bercanda, dan bergembira bersama.

Ketua PGRI Ranting 4 Cipatik, Ahmad Romul, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk mencari pemenang dalam perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarguru serta tenaga kependidikan di wilayah Gugus 4.

“Kita mengadakan acara peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini dengan acara lomba-lomba di Gugus 4. Tujuan dan maksudnya supaya menjalin silaturahmi yang lebih erat lagi di antara tenaga guru dan tenaga kependidikan,” ujar Ahmad, di sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat membuat hubungan antarguru semakin kompak. Persaingan dalam perlombaan jangan sampai justru menimbulkan jarak, tetapi sebaliknya menjadi sarana memperkuat persaudaraan.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini bukannya menjadi terpecah karena perlombaan, tetapi semakin kuat persaudaraan,” katanya.

Ahmad berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan semakin berkembang pada tahun-tahun berikutnya.

Ia berharap jumlah peserta dari kalangan guru semakin banyak dan kegiatan bisa berlangsung lebih meriah.

“Harapan ke depan, kegiatan ini semakin meriah lagi, lebih maju lagi, lebih banyak lagi pesertanya,” tuturnya.

Tahun Ini Dikemas Lebih Sederhanakan 

Ketua Koordinator Kegiatan Olahraga Gugus 4 Cipatik, Engkos, S.Pd., yang juga merupakan guru PJOK SDN Saapan, mengatakan kegiatan tersebut sebenarnya telah menjadi agenda tahunan.

Namun, tahun ini konsep perlombaan dibuat lebih sederhana dengan mempertandingkan satu cabang olahraga nasional dan tiga permainan tradisional.

“Yang dipertandingkan hanya satu cabang olahraga nasional, yaitu voli ball, dan tiga cabang olahraga tradisional,” jelas Engkos.

Tiga permainan tradisional tersebut yakni egrang putra, balap karung putri, serta bakiak yang diikuti peserta putra dan putri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama para guru di lingkungan Gugus 4 Cipatik. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertandingan.

Menurut Engkos, antusiasme kepala sekolah maupun para guru terhadap kegiatan tersebut cukup baik. Para peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan.

“Respons kepala sekolah dan para guru bagus semua. Terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujarnya.

Bagi Engkos, olahraga menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kebersamaan. Para guru bisa bertemu dalam suasana yang lebih santai, saling mendukung, sekaligus mempererat komunikasi di luar aktivitas sekolah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dengan konsep yang semakin baik.

“Harapannya mudah-mudahan kegiatan ini ke depannya lebih baik dan silaturahmi antarguru semakin erat,” katanya.

Acara ini dibuka oleh pengawas yakni Uteb H Effendi, M.MPD.

Dua Guru Dilepas Memasuki Masa Purna Tugas

Selain perlombaan, kegiatan peringatan HUT RI ke-81 tersebut juga menjadi momen penuh haru dengan adanya pelepasan dua tenaga pendidik yang memasuki masa purna tugas.

Keduanya yakni Nurdin, S.Pd., dan Hj. Eni, S.Pd.

Pelepasan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan. Setelah bertahun-tahun menjalankan tugas mendidik dan mengabdi di dunia pendidikan, keduanya mendapatkan penghormatan dari rekan-rekan sesama guru.

(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update