satuspirit.my.id -Suasana haru bercampur kegembiraan menyelimuti kubu Jakarta Livin Mandiri. Setelah melewati tiga laga beruntun tanpa satu poin pun tumbang dari Bandung BJB Tandamata (0-3), Popsivo Polwan (0-3), dan Jakarta Electric PLN (1-3), akhirnya momen kebangkitan itu datang di Seri Bandung Proliga 2026.
Bertemu Medan Falcons, tim yang sama-sama belum mencicipi kemenangan, laga ini berubah menjadi duel penuh tensi dan gengsi. Kedua tim tampil ngotot demi satu tujuan: memecah kebuntuan. Jakarta Livin Mandiri yang diperkuat pemain senior asal Bandung, Yola Yuliana, tampil penuh energi dan determinasi. Anak asuh pelatih asal Thailand, Danai Sriwatcharamethakul menunjukkan semangat bangkit tinggi sejak awal laga.
Hasilnya, Jakarta Livin Mandiri sukses pecah telur dengan kemenangan 3-1 (25-21, 25-20, 20-25, 25-14). Medan Falcons sempat memberi perlawanan sengit, terutama di set ketiga saat mampu menipiskan jarak hingga poin 21. Namun di set keempat, Jakarta Livin Mandiri kembali menemukan ritme permainan dan memastikan kemenangan penting tersebut.
Kemenangan ini bukan hanya menghadirkan tiga poin pertama, tetapi juga mengangkat Jakarta Livin Mandiri ke peringkat enam klasemen sementara. Usai laga, suasana emosional pun pecah. Jajaran manajemen dan ofisial langsung turun ke lapangan, saling berangkulan dan memberikan apresiasi kepada para pemain serta tim pelatih atas kemenangan yang terasa begitu berarti.
Raut wajah bahagia juga terpancar saat sesi jumpa pers yang diwakili Salsa Dara bersama asisten pelatih Wilda Siti Nurfadhilah, menandai keberhasilan Jakarta Livin Mandiri bangkit dari tekanan panjang.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Medan Falcon yang kembali gagal memetik kemenangan pertamanya di Proliga 2026.
Meski kalah, performa Medan Falcon menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Anak asuh pelatih nasional Marcos Sugiyama mulai tampil lebih variatif dan berani meladeni permainan cepat lawan. Peningkatan ini tak lepas dari karakter tim yang mayoritas dihuni pemain-pemain belia dengan rata-rata usia di bawah 19 tahun, serta hanya diperkuat dua pemain senior, Maya Indri dan Yolana Bheta Pangestika.
Hasil negatif ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Medan Falcon untuk menatap laga-laga berikutnya. Dengan jam terbang dan pengalaman bertanding yang terus bertambah, tim muda Medan Falcon diyakini masih memiliki ruang besar untuk berkembang di sisa kompetisi.
Jalannya Laga
Pada laga itu, Livin' Mandiri langsung menurunkan kekuatan inti sejak awal set pertama. Kuartet Yolla Yuliana, Salsabila, serta duo legiun asing Ana Bjelica dan Ceyda Aktas tampil menekan. Namun, Medan Falcons di bawah arahan pelatih Marcos Sugiyama tidak tinggal diam. Dimotori Pascalina Mahuze dan pemain asal Vietnam, Vi Thi Nhu Quynh, Falcons mampu mengimbangi permainan hingga skor kembar 11-11.
Kedua tim yang sama-sama berburu kemenangan perdana, bermain sangat energetik.
Livin' Mandiri mulai menjauh saat memasuki angka krusial 20-16 memanfaatkan kesalahan beruntun dari sisi Falcons. Meski Falcons sempat memberikan perlawanan hingga 21-24, Livin Mandiri yang lebih tenang berhasil menutup set pertama dengan skor 25-21.
Memasuki set kedua, tensi pertandingan tidak menurun. Kejar-mengejar angka terjadi sejak awal (2-2) hingga pertengahan set (6-6). Maya Indri dkk. sempat memberikan ancaman serius saat memperkecil ketertinggalan menjadi 14-15. Sayangnya, koordinasi pertahanan Pascalina dkk goyah di penghujung set. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh skuad Livin' Mandiri untuk unggul 21-19 dan menyudahi perlawanan lawan dengan skor 25-20.
Enggan menyerah begitu saja di set ketiga, Medan Falcons merombak strategi dengan bermain lebih taktis. Strategi ini efektif, Maya Indri dkk langsung memimpin 8-5. Menyadari timnya tertekan, coach Danai memasukkan Kadek Diva untuk menggantikan Ceyda Aktas guna memperkuat pertahanan. Namun, Falcons tetap tak terbendung dan unggul jauh 16-9 di pertengahan set. Konsistensi ritme permainan membawa Falcons mencuri set ini dengan skor 25-20, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Memasuki set keempat, kepercayaan diri Yolla Yuliana dkk kembali memuncak. Spike-spike keras dari Ana Bjelica dan Ceyda Aktas berkali-kali menembus blok Falcons, membawa mereka unggul telak 16-9 di pertengahan set Dominasi Livin' tak terbendung hingga mencapai margin 10 poin di kedudukan 20-10. Pertandingan akhirnya disudahi dengan kemenangan telak 25-14 untuk Jakarta Livin Mandiri.
Usai laga pelatih Falcons Marcos Sugiyama mengaku agak kecewa karena sama-sama tim bawah, tidak bisa mengambil kemenangan.
" Terus terang kami kecewa atas kekalahan ini. Banyak kesalahan-kesalahan mendasar di tim kami, yang seharusnya tidak terjadi," ujarnya.
Ia menambahkan, pemain-penainnya masih banyak yang muda,l.
"Tapi itu tidak fair kalau kami menyalahkan mereka. Yang jelas kami akan evaluasi untuk putaran kedua, karena kita punya kesempatan sama dengan tim lain," tukas Marcos Sugiyama.
Sementara itu, salah satu pemain Falcons Maya Indri mengaku, kekalahan timnya hari ini faktor ketenangan aja.
"Seharusnya kita bisa ambil poin di saat kritis, tapi ya itu tadi seperti yang dikatakan coach Marcos, kita sering kehilangan moment," kata Maya Indri.
Sementara itu, asisten pelatih Livin'Mandiri, Wilda Siti Nurfadilah, mengaku bersyukur atas kemenangan timnya hari ini.
"Terus terang kami hari ini bermain enjoy, dan Alhamdulillah kita bisa pecah telur dan memenangkan pertandingan," ujarnya.
Untuk putaran kedua, menurut Wilda, Livin pastinya akan melakukan evaluasi untuk timnya.
Sedangkan salah seorang pemain Livin", Salsabi mengaku senang bisa memenangkan pertandingan.
"Saya berharap pertandingan berikutnya bisa lebih baik," ujarnya.
(*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar