-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tasyakur Bin Nikmat, Tim 6 Plus Kembali Berkumpul: Persahabatan yang Tak Lekang Dimakan Usia

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T22:21:08Z

 

Tim 6 plus foto bersama di rumah Ketua Ayah Encang. Silaturahmi dan tasyakur nikmat atas kesembuhan ketua.

Satuspirit — Ada yang berbeda di rumah Ketua Tim 6 Plus, Ayah Encang di Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (24 Agustus 2026) sore.

Setelah hampir satu tahun tidak berkumpul lengkap, para sahabat yang tergabung dalam Tim 6 Plus kembali duduk bersama. Tidak ada acara yang dibuat mewah. Hanya sebuah pertemuan sederhana yang dibalut rasa syukur, makan bersama, bercanda, dan tentu saja melepas rindu yang sudah lama tersimpan.

Pertemuan itu digelar sebagai tasyakur bin nikmat atas kesembuhan Ayah Encang yang sebelumnya harus menjalani perawatan di rumah sakit selama hampir 10 hari.

Bagi orang lain, mungkin berkumpul dan makan bersama adalah hal biasa. Namun bagi Tim 6 Plus, pertemuan tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Sebab, persahabatan mereka bukanlah persahabatan yang baru terjalin kemarin sore.

Tim 6 Plus telah berdiri sejak 2012. Sebagian besar anggotanya merupakan para pensiunan guru yang telah saling mengenal sejak mereka masih berjuang sebagai guru hingga memasuki masa pensiun.

Waktu boleh berjalan. Usia boleh bertambah. Kesibukan masing-masing juga semakin berbeda. Tetapi tali persahabatan mereka tetap terjaga.

Sore itu, rumah Ayah Encang kembali menjadi tempat bertemunya cerita-cerita lama dengan tawa yang terasa begitu akrab.

Kopi, gorengan, makanan ringan hingga berbagai hidangan sederhana tersaji menemani obrolan. Salah satu yang datang membawa makanan khas Garut adalah Dedi Kosipa, yang akrab disapa Dekos. Kedatangannya bukan hanya membawa hidangan, tetapi juga membawa kembali suasana persahabatan yang selama ini dirindukan.

Ada cerita tentang masa lalu, pengalaman ketika masih menjadi guru, kisah-kisah unik, hingga obrolan ringan tentang kehidupan di usia yang tidak lagi muda.

Selain anggota inti Tim 6 Plus, hadir pula beberapa sahabat yang selama ini sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar mereka, di antaranya Cecep dan Kartiwa, mantan pengawas SD.

Meski bukan anggota inti Tim 6 Plus, kehadiran mereka tetap terasa penting. Sebab, persahabatan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun membuat batas antara anggota dan bukan anggota menjadi tidak lagi berarti.

Yang ada hanyalah keluarga besar dengan satu ikatan: persahabatan.

Bukan Sekadar Ngaliwet

Pertemuan tersebut memang sederhana. Namun di balik makanan dan obrolan ringan, ada pesan besar yang ingin mereka jaga, yakni silaturahmi.

Ayah Encang mengaku bersyukur bisa kembali bertemu dengan para sahabatnya setelah melalui masa perawatan.

Baginya, kesehatan adalah nikmat yang harus disyukuri. Salah satu bentuk rasa syukur itu diwujudkan dengan mengumpulkan kembali teman-teman lama untuk makan bersama dan mempererat tali persaudaraan.

Semua anggota Tim 6 Plus bisa terus diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesempatan untuk kembali berkumpul.

“Harapannya semuanya sehat walafiat dan bahagia. Awal September nanti mudah-mudahan Tim 6 Plus bisa hadir semua,” ungkap mantan pengawas SD di Sindangkerta ini.

Rencana pertemuan berikutnya pun sudah mulai dibicarakan. Awal September 2026, mereka berencana kembali menggelar pertemuan yang lebih besar.

Konsepnya tetap sederhana dan menjadi ciri khas mereka: berkumpul, berbagi cerita dan tentunya ngaliwet dan doa bersama.

Nama-nama seperti Dedi Kosipa, Rusmana, Dadan, Asep Dodo, Haji Rahmat, Furqon Sidik dan para sahabat lainnya diharapkan bisa kembali hadir.

Bagi Dedi Kosipa, pertemuan Senin sore itu memiliki arti tersendiri.

Ia sengaja datang untuk melihat kondisi sang Ketua sekaligus bertemu kembali dengan teman-teman Tim 6 Plus yang sudah lama tidak dijumpainya.

Menurutnya, persahabatan yang telah dibangun sejak lama tidak seharusnya berhenti hanya karena usia semakin bertambah.

“Saya datang jauh-jauh untuk menengok Ketua sekaligus silaturahmi dengan teman-teman Tim 6 Plus yang sudah lama tidak bertemu,” kata Dedi Kosipa kepada redaksi.

Ia berharap pertemuan berikutnya dapat dihadiri lebih banyak sahabat, termasuk Cecep, Kartiwa dan Hendar yang selama ini juga telah menjadi bagian dari keluarga besar Tim 6 Plus.

“Semoga acara silaturahmi Tim 6 Plus nanti bisa dihadiri semuanya. Kita ingin bersama-sama merasakan kebahagiaan di hari tua,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam.

Sebab, ketika usia mulai senja, yang paling berharga bukan lagi sekadar kesibukan atau pencapaian. Ada hal lain yang jauh lebih mahal: memiliki sahabat yang masih mau datang, duduk bersama, tertawa bersama dan saling mendoakan.

Persahabatan yang Tidak Lekang Dimakan Usia

Malam mulai tiba. Pertemuan yang dimulai pada sore hari itu berlangsung hingga selepas salat Isya.

Satu per satu cerita telah ditumpahkan. Rasa rindu yang selama hampir satu tahun tersimpan akhirnya terbayarkan.

Mereka kemudian berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Namun pertemuan itu tidak benar-benar berakhir.

Sebab, sudah ada rencana untuk kembali bertemu pada awal September mendatang.

(*)

×
Berita Terbaru Update