![]() |
| Anniversary Laki KBB, semangat berantas korupsi di segala aspek untuk KBB lebih baik. |
Satuspirit – Suasana berbeda terasa dalam peringatan Anniversary ke-3 Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bandung Barat. Bukan sekadar seremoni ulang tahun organisasi, momentum tersebut menjadi ajang untuk kembali menegaskan komitmen mengawal pemerintahan sekaligus membangun budaya integritas di tengah masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Vila Joglo Cikahuripan, Lembang, Sabtu (5/9/2026), mengusung semangat “Menjaga Integritas Menuju KBB Bebas Korupsi” serta gagasan “Rampas Aset Hukum Koruptor.”
Sejumlah unsur pemerintahan, TNI-Polri, kepala desa, tokoh masyarakat, jajaran pengurus LAKI KBB hingga pengurus wilayah turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua LAKI Kabupaten Bandung Barat, Gunawan Rasyid, menegaskan bahwa bertambahnya usia organisasi harus diikuti dengan semakin kuatnya peran LAKI sebagai kontrol sosial.
LAKI, kata dia, tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus terus hadir mengawal berbagai program pemerintah serta menyuarakan kepentingan masyarakat.
Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Sekretaris Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KBB, Agnes Virganty, S.STP., S.H., M.Si., yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan salam dan apresiasi dari Bupati Bandung Barat serta Wakil Bupati Bandung Barat kepada seluruh jajaran LAKI.
Menurutnya, perjalanan LAKI KBB selama tiga tahun menunjukkan adanya progres dalam mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
“Mulai anniversary pertama di Ngamprah, kemudian yang kedua di Cileunca Pangalengan, dan hari ini Alhamdulillah kembali di Bandung Barat,” ujar Agnes dalam sambutannya.
Ia menilai berbagai aktivitas LAKI selama ini merupakan bagian dari kepedulian terhadap Kabupaten Bandung Barat, termasuk dalam melakukan sosial kontrol terhadap program pemerintah.
Agnes juga menyinggung sejumlah program yang pernah menjadi perhatian LAKI, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga persoalan persampahan dan pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, fungsi kontrol sosial harus berjalan beriringan dengan semangat kolaborasi.
Dalam kesempatan tersebut, Agnes mengingatkan bahwa upaya melawan korupsi tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan aparat penegak hukum.
Pencegahan harus dimulai dari pribadi masing-masing, terutama dengan membangun integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Ia kemudian mengingatkan kembali nilai-nilai integritas yang pernah digaungkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni jujur, mandiri, bertanggung jawab, berani, sederhana, disiplin dan adil.
“Diharapkan seluruh pengurus LAKI bisa menjadi teladan di wilayahnya masing-masing. Anggota LAKI harus menjadi panutan dengan sikap yang jujur, mandiri, bertanggung jawab, berani, sederhana, disiplin dan adil,” katanya.
Menurut Agnes, nilai-nilai tersebut menjadi modal penting ketika organisasi menjalankan fungsi sosial kontrol di tengah masyarakat.
Sebab, memberantas korupsi tidak cukup hanya dengan mengkritisi pihak lain. Orang yang melakukan pengawasan juga harus memiliki integritas.
Agnes juga mendorong LAKI untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat.
Salah satu bentuknya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan praktik pungutan liar maupun bagaimana menyampaikan laporan ketika menemukan dugaan pelanggaran.
Ia menyebut berbagai kanal pengaduan pemerintah dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
“Melawan korupsi ini tidak dapat sendiri, tentunya harus berkolaborasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah ataupun seluruh warga masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya berbicara mengenai pemberantasan korupsi, Anniversary ke-3 LAKI KBB juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan sosial dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan LAKI juga disebut akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Salah satunya agenda edukasi dan pendalaman mengenai pencegahan serta pemberantasan korupsi dengan menghadirkan narasumber dari lembaga penegak hukum.
Agnes berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi energi baru bagi LAKI untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
(*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar