Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Batuk, Pilek dan Bersin: Teman Lama yang Sering Datang Tanpa Diundang, Ini Cara Atasinya

Jumat, 04 September 2026 | 08:28 WIB Last Updated 2026-09-04T01:28:22Z

 

Common cold merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan berbagai virus. Gejalanya dapat berupa bersin, hidung tersumbat atau berair, batuk dan sakit tenggorokan. 

Satuspirit — Ada satu “tamu” yang mungkin paling sering datang dalam kehidupan kita.

Namanya tidak perlu diperkenalkan lagi. Batuk, pilek dan bersin.

Kadang datang ketika musim hujan. Kadang muncul saat cuaca sedang panas-panasnya.

Kadang ketika musim pancaroba, baru saja hujan, besoknya panas, lusa udara terasa kering dan berdebu.

Tetapi yang bikin heran, penyakit seperti ini juga bisa datang ketika kita sedang merasa sehat-sehatnya.

Sedang bekerja, tiba-tiba...

“Haciiim!”

Sekali.

Kemudian dua kali.

Lalu...

“Haciiim!”

Untuk sebagian orang, tiga kali bersin sudah cukup membuat alarm di kepala berbunyi.

“Waduh, kayaknya mau flu.”

Begitulah yang sering dirasakan Randi.

Pria 30-an ini bahkan sudah punya “aturan pribadi”.

Kalau bersin beberapa kali berturut-turut, hidung mulai terasa gatal, tenggorokan sedikit tidak nyaman, dia langsung curiga.

“Kalau sudah begini biasanya aku tahu. Besok pasti flu.”

Randi kemudian biasanya mencari obat yang sudah biasa dia konsumsi.

Kadang obat bebas yang dibelinya di warung atau apotek.

Bahkan dulu, dia mengaku pernah langsung minum antibiotik karena merasa itu cara tercepat menghentikan penyakit sebelum menjadi parah.

“Aku dulu berpikir, kalau cepat minum antibiotik, flu nggak akan jadi berat.” katanya pada redaksi.

Ternyata, pemikiran itu tidak sepenuhnya benar.

Dan Randi baru mengetahuinya setelah mulai mencari informasi kesehatan yang lebih terpercaya.

Dari Bersin, Randi Langsung Panik

Randi bukan orang yang gampang sakit.

Aktivitasnya padat.

Pekerjaan berjalan.

Pergaulan juga luas.

Tetapi kalau sudah mulai bersin-bersin, dia biasanya langsung waspada.

Apalagi kalau malam sebelumnya kurang tidur.

Atau tubuh terasa capek.

Atau cuaca tiba-tiba berubah.

Menurutnya, pernah beberapa kali dia mengalami kejadian yang sama.

Awalnya cuma bersin.

Kemudian hidung mulai berair.

Tenggorokan terasa gatal.

Besoknya badan terasa tidak enak.

Batuk muncul.

Akhirnya pekerjaan pun terganggu.

“Makanya aku sering buru-buru minum obat. Aku takut kalau telat, besoknya malah parah.” ujarnya.

Kebiasaan seperti ini sangat manusiawi.

Kita memang cenderung ingin menghentikan penyakit secepat mungkin.

Masalahnya adalah tidak semua bersin berarti flu, dan tidak semua batuk-pilek membutuhkan antibiotik.

Common cold merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan berbagai virus. Gejalanya dapat berupa bersin, hidung tersumbat atau berair, batuk dan sakit tenggorokan. Gejala biasanya mencapai puncaknya sekitar hari kedua atau ketiga dan pada umumnya membaik dengan sendirinya. 

Jadi, tiga kali bersin bukanlah “kode resmi” bahwa tubuh pasti sedang terkena flu.

Bersin bisa terjadi karena berbagai hal, termasuk iritasi atau alergi.

“Terus Kalau Sudah Pilek, Harus Minum Apa?”

Pertanyaan ini mungkin justru yang paling sering muncul.

Randi pun pernah berpikir demikian.

“Kalau sudah pilek dan batuk, berarti harus cari obat dong?” imbuhnya.

Jawabannya: tergantung penyebab dan kondisi orangnya.

Untuk common cold, sebagian besar orang tidak membutuhkan obat khusus untuk membunuh virus. Tubuh biasanya akan pulih sendiri.

Obat bebas tertentu dapat digunakan untuk meringankan gejala, tetapi bukan berarti menyembuhkan virus penyebab pilek. Karena itu, penggunaannya harus mengikuti petunjuk pada kemasan dan, bila ragu terutama jika memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain sebaiknya bertanya kepada dokter atau apoteker. 

Yang sering lebih penting justru hal-hal sederhana:

cukup istirahat, cukup minum, menjaga kebersihan tangan, dan memberikan waktu kepada tubuh untuk pulih.

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika mengalami gejala batuk atau pilek, serta menjaga sirkulasi udara. 

Jangan Asal Antibiotik

Nah, bagian ini yang perlu mendapat perhatian serius.

Randi mengaku dulu termasuk orang yang berpikir:

“Daripada tambah parah, mending antibiotik.”

Padahal antibiotik bukan obat untuk flu biasa.

Antibiotik bekerja terhadap bakteri, bukan virus. Karena itu, mengonsumsi antibiotik ketika tidak dibutuhkan tidak membuat common cold sembuh lebih cepat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga dapat menyebabkan efek samping dan berkontribusi terhadap masalah resistensi antimikroba. 

Randi akhirnya paham.

“Berarti selama ini aku salah mengira?”

Bisa jadi.

Tetapi bukan berarti setiap batuk atau pilek harus dibiarkan begitu saja.

Ada kondisi tertentu yang memang membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Kenapa Bisa Menular Satu Rumah?

Ini juga pengalaman yang sering terjadi.

Satu orang bersin.

Besoknya ibu ikut pilek.

Lusa ayah batuk.

Kemudian saudara mulai mengeluh tenggorokannya tidak nyaman.

Rumah yang tadinya sehat-sehat saja tiba-tiba seperti berubah menjadi “markas batuk pilek”.

Randi pernah mengalaminya.

“Kalau aku sakit, di rumah malah pada ngomel.”

“Kenapa?”

“Ya karena aku kalau bersin kadang lupa tutup mulut.”

Dia tertawa.

Padahal persoalannya bukan sekadar dimarahi.

Virus pernapasan memang dapat menyebar melalui percikan yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, serta melalui kontak dekat dan tangan yang kemudian menyentuh mata, hidung atau mulut. 

Makanya, ketika sedang sakit, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin bukan cuma sopan santun. Itu bentuk perlindungan terhadap orang di sekitar.

Flu Tidak Mengenal Musim?

Ada anggapan bahwa flu dan pilek hanya datang ketika musim hujan.

Tidak sepenuhnya demikian.

Common cold bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun. Berbagai virus pernapasan beredar pada waktu yang berbeda, sehingga seseorang tetap bisa mengalami gejala pilek ketika musim kemarau. 

Itulah sebabnya Randi pernah heran.

“Aku pernah kena pilek pas panas banget. Padahal kupikir penyakit beginian cuma kalau hujan.” ucapnya setengah bertanya.

Udara kering, debu, kualitas udara, lingkungan yang penuh orang, serta paparan terhadap virus dapat menjadi bagian dari persoalan kesehatan pernapasan. Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gangguan pernapasan dan menghindari area berdebu atau berasap ketika kondisi udara kurang baik. 

Jadi bukan soal “musim apa?” saja.

Yang lebih penting adalah apa yang sedang terjadi di lingkungan dan tubuh kita.

Setelah memahami informasi tersebut, Randi mulai mengubah kebiasaannya.

Sekarang kalau bersin sekali dua kali, dia tidak langsung panik.

Kalau hidung mulai berair, dia tidak langsung berpikir:

“Wah, harus antibiotik.”

Dia melihat kondisi tubuhnya terlebih dahulu.

Apakah hanya bersin?

Apakah ada pilek?

Apakah demam?

Apakah batuk?

Apakah semakin berat?

Dan yang tidak kalah penting:

apakah ada tanda yang mengharuskan dirinya diperiksa?

Untuk gejala yang berat atau mengkhawatirkan, pemeriksaan tenaga kesehatan tetap penting. CDC menyarankan mencari pertolongan medis antara lain bila mengalami kesulitan bernapas, dehidrasi, demam lebih dari empat hari, gejala berlangsung lebih dari 10 hari tanpa membaik, atau gejala sempat membaik lalu kembali atau justru memburuk. 

Kemenkes juga mengimbau masyarakat dengan gejala ISPA seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek atau hidung berair, malaise, sakit kepala, dan nyeri otot untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, terutama bila membutuhkan penilaian lebih lanjut. 

Jangan Takut Flu, Tapi Jangan Menyepelekannya

Cerita Randi sebenarnya sederhana.

Dia hanya ingin mengatakan sesuatu yang mungkin pernah kita alami.

Bersin datang tiba-tiba.

Pilek muncul.

Tenggorokan terasa gatal.

Kemudian kita mulai panik.

Padahal tidak semua gejala berarti penyakit berat.

Tetapi bukan berarti semuanya boleh disepelekan.

Kuncinya adalah kenali gejala, jaga diri, jangan asal minum obat, dan tahu kapan harus mencari bantuan medis.

Dan satu lagi.

Kalau sedang batuk atau bersin, ingat orang di sekitar kita.

Tutup mulut dan hidung.

Cuci tangan.

Gunakan masker bila diperlukan.

Kurangi kontak dekat ketika sedang sakit.

Sebab mungkin bagi kita hanya “flu biasa”, tetapi orang lain di rumah bisa saja lebih rentan mengalami penyakit yang lebih berat. Strategi seperti menjaga kebersihan tangan, memperbaiki sirkulasi udara, memakai masker saat sakit, dan membatasi kontak ketika sedang mengalami gejala merupakan bagian dari langkah pencegahan penularan virus pernapasan.

(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update