Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bukan Sekadar Kumpul Alumni, IKTASABA Siapkan 5 Program untuk 2026–2029

Selasa, 15 September 2026 | 17:56 WIB

 

Usai raker, pengurus dan anggota IKTASABA, foto bersama yang menghasilkan program kerja 2026-2029.

Satuspirit – Ikatan Santri dan Alumni Babussalam (IKTASABA) mulai menata langkah untuk tiga tahun ke depan. Sejumlah program prioritas ditetapkan dalam Rapat Kerja (Raker) II IKTASABA yang berlangsung di lantai dua Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kampung Batukasur, Desa Mandalawangi, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Selasa (15 September 2026).

Raker yang dihadiri lebih dari 25 alumni dari berbagai wilayah Jawa Barat tersebut dipimpin Wakil Ketua IKTASABA, Drs. Saeful Mukmin

Dalam pemaparannya, Saeful menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2026–2029 ingin membangun IKTASABA bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang bagi alumni untuk saling berbagi ilmu, mendukung dan memberikan manfaat.

Ada lima program inti yang menjadi prioritas selama periode kepengurusan tersebut.

Pertama, silaturahmi alumni yang ditargetkan terlaksana minimal tiga tahun sekali. Kedua, kegiatan ngaji bersama minimal enam kali dalam setahun.

Ketiga, IKTASABA Peduli, yang dilaksanakan sesuai kebutuhan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama alumni maupun masyarakat.

Keempat, bakti untuk Babussalam yang ditargetkan berlangsung satu hingga dua kali dalam setahun.

Kelima, pendataan dan komunikasi alumni yang dilakukan secara terus-menerus.

Program tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah target organisasi. Di antaranya tersusunnya database alumni yang terus diperbarui, komunikasi alumni yang aktif, kegiatan keagamaan yang rutin, tumbuhnya budaya saling peduli, hingga terbentuknya jaringan profesi dan usaha alumni.

IKTASABA juga menargetkan terselenggaranya kegiatan besar sedikitnya satu kali dalam setahun serta laporan kerja dan keuangan secara berkala.

Saeful mengatakan, salah satu kekuatan besar IKTASABA adalah keberadaan alumni yang tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang dan profesi yang beragam.

Karena itu, jaringan tersebut perlu dihidupkan agar alumni tidak hanya bertemu ketika ada kegiatan tertentu.

“Alumni berbagi ilmu, alumni saling mendukung. Kita ingin kebersamaan ini benar-benar memberikan manfaat,” ujar Saeful.

Ia juga menyampaikan rencana kegiatan rutin tiga bulanan. Untuk kegiatan perdana, IKTASABA menargetkan pelaksanaannya pada Desember mendatang di Babussalam.

Menurut Saeful, kegiatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang evaluasi program organisasi sekaligus menyusun langkah berikutnya.

Selain itu, IKTASABA berencana meningkatkan kontribusi langsung terhadap almamater, termasuk melalui kegiatan gotong royong dan dukungan sukarela untuk pembangunan Babussalam.

Dalam raker tersebut, muncul pula gagasan agar IKTASABA dapat menjalin komunikasi dengan KDM, Gubernur Jawa Barat terkait program pembangunan, khususnya yang bersinggungan dengan pesantren dan masyarakat.

Saeful mengatakan, langkah tersebut masih dalam tahap pembahasan internal, termasuk mencari jalur komunikasi yang tepat agar aspirasi alumni dapat disampaikan kepada pemerintah.

“Kita baru akan melakukan diskusi-diskusi kecil bagaimana caranya, termasuk mencari sosok yang bisa menghubungkan kita. Mudah-mudahan ada jalan,” katanya.

Ia berharap keberadaan jaringan alumni Babussalam yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi kekuatan untuk ikut mendorong kemajuan pesantren dan masyarakat.

Menurut Saeful, perhatian terhadap pesantren penting karena lembaga pendidikan tersebut tidak hanya memberikan pendidikan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter dan kehidupan sosial generasi muda.

IKTASABA Ingin Kembali Berbuat untuk Babussalam

Sementara itu, Ketua IKTASABA KH. Oding Muqtadir, S.Pd., S.H., M.H., menekankan pentingnya menjaga hubungan alumni dengan Babussalam.

Ia menyampaikan harapan agar alumni yang diperkirakan kurang lebih sampai 10 ribu dapat terus memberikan kontribusi, baik melalui pemikiran, jaringan maupun dukungan nyata.

Dalam raker juga dibahas rencana pemberian sertifikat kepada alumni Babussalam yang pernah menempuh pendidikan di pesantren tersebut.

Sertifikat itu diharapkan menjadi bentuk pengakuan sekaligus penghargaan terhadap para alumni.

Oding juga menyampaikan harapan agar jaringan alumni Babussalam yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi kekuatan besar untuk mengembangkan IKTASABA sekaligus memberikan manfaat lebih luas.

Raker Bukan Sekadar Rapat

Raker II IKTASABA turut diwarnai kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pendapat, gagasan dan masukan demi kemajuan organisasi.

Sejumlah pimpinan pondok pesantren dan alumni hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya H. Ridwan Farid, pimpinan Ponpes Nurussolah Kampung Neglasari, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB; H. Rahmat Hidayat, pimpinan Zaeni Al-Muhab Babussalam Sindangkerta; H. Fardan Tolim, pimpinan Ponpes Nurul Falah Puncaksari; H. Arifin Sumpena dari Sukamahu, Rongga; H. Aceng Munir, pimpinan Ponpes Al-Muzdakirin Cicangkanggirang; serta H. Muslih, pimpinan Ponpes Al-Hidayah Cingoyar, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, KBB. Dan yang lainnya.

Turut hadir pula istri pimpinan Babussalam, Almarhum KH.Zaenul Ahyar, yakni Ceuceu.

Kehadiran para alumni tersebut memperlihatkan bahwa IKTASABA memiliki jaringan yang cukup luas dan beragam.

Kini tantangannya adalah bagaimana hasil raker tidak berhenti sebagai daftar program di atas kertas.

Reporter: Restu Nugraha

(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update