SATUSPIRIT – Minggu, 6 September 2026, menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Tim 6 Plus. Setelah cukup lama jarang berkumpul karena kesibukan masing-masing, mereka kembali bertemu dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga dikemas dalam acara tasyakur bin nikmat sebagai ungkapan rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan.
Sejak siang, rumah ketua Tim 6 Plus telah dipenuhi suasana ramai. Satu per satu anggota berdatangan. Selain anggota Tim 6 Plus, sejumlah rekan yang selama ini dekat dengan mereka turut hadir dan telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Tim 6 Plus.
Acara dimulai setelah salat Zuhur. Para peserta kemudian berkumpul di teras rumah ketua. Canda, tawa, dan obrolan ringan segera menghidupkan suasana.
Berbagai cerita masa lalu, kabar terbaru, serta pengalaman yang selama ini jarang dibicarakan karena kesibukan masing-masing turut mewarnai pertemuan tersebut.
Salah satu anggota yang menempuh perjalanan paling jauh adalah Dedi Kosipa, yang datang langsung dari Lewo, Garut.
Dedi, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting di Tim 6 Plus, tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa oleh-oleh khas Lewo.
Setelah seluruh anggota dan rekan berkumpul, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Hidangan nasi kuning telah disiapkan sebagai bagian dari acara tasyakuran.
Sebelum menyantap hidangan, ayah Encang ketua Tim 6 Plus terlebih dahulu menyampaikan sambutan.
Dalam suasana penuh keakraban, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh anggota Tim 6 Plus serta rekan-rekan yang telah hadir.
Ia berharap seluruh keluarga besar Tim 6 Plus senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang berkah.
Doa kemudian dipimpin oleh salah satu anggota Tim 6 Plus, Purkon sidik, seorang pensiunan guru olahraga yang juga dikenal sebagai ustaz.
Dalam doanya, ia berharap tali silaturahmi dan persahabatan yang telah terjalin sejak lama dapat terus dipertahankan dan tidak berhenti pada pertemuan tersebut.
Menurutnya, kebersamaan seperti itu patut disyukuri, terlebih sebagian besar anggota telah memasuki masa pensiun dan menjalani kesibukan masing-masing.
Usai doa, suasana semakin cair.
Nasi kuning disantap bersama. Tidak ada jarak di antara mereka. Semua duduk bersama sambil menikmati hidangan dan berbincang santai.
Pembicaraan pun berkembang ke berbagai topik, mulai dari pengalaman saat masih aktif mengajar, kisah selama menjadi guru, cerita masa lalu, hingga aktivitas masing-masing setelah memasuki masa pensiun.
Demikianlah suasana yang tercipta ketika sekelompok sahabat lama kembali dipertemukan dalam satu meja.
Tim 6 Plus telah berdiri sejak sekitar 2012. Selama bertahun-tahun, ikatan persahabatan mereka tetap terjaga meskipun intensitas pertemuan tidak selalu dapat dilakukan.
Kesibukan masing-masing membuat mereka tidak mudah menentukan waktu untuk berkumpul.
Karena itu, pertemuan pada Minggu tersebut terasa begitu istimewa.
Salah satu anggota Tim 6 Plus, Dadan, mengakui bahwa mengumpulkan seluruh anggota bukanlah perkara mudah.
“Memang untuk berkumpul seperti ini sangat sulit. Sudah lama, tetapi alhamdulillah sekarang kami bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.
Dadan berharap pertemuan serupa dapat kembali dilaksanakan.
Ia bahkan mengusulkan agenda silaturahmi berikutnya dengan mengunjungi Dedi Kosipa di Garut.
“Saya dan tim 6 ingin berkunjung ke tempat Dedi Kosipa yang sekarang berada di Garut. Kami akan merencanakan perjalanan ke sana agar silaturahmi ini semakin kuat,” katanya kepada redaksi..
Acara tasyakuran tersebut juga tidak langsung berakhir setelah makan bersama.
Menjelang sore hingga mendekati waktu Magrib, mereka masih memilih untuk menikmati kebersamaan.
Kebetulan, terdapat agenda lain yang semakin melengkapi pertemuan tersebut, yakni nobar pertandingan Persib melawan PSM.
Hari itu menjadi rangkaian kegiatan yang lengkap: tasyakur, makan bersama, bernostalgia, bercanda, mempererat silaturahmi, sekaligus menyaksikan pertandingan tim kebanggaan bersama-sama.
(*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar