![]() |
| Inilah skuad voli putra Merah Putih untuk Asean Games, Jepang 2026. |
Satuspirit — Setelah mencatat sejarah dengan menjuarai AVC Men's Volleyball Cup 2026, Timnas bola voli putra Indonesia kini menghadapi panggung yang tidak kalah bergengsi.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Ujian pertama sudah menunggu. Indonesia akan menghadapi Thailand pada Minggu, 27 September 2026, dalam laga pembuka Pool B. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 13.45 WIB.
Pertandingan ini menjadi awal perjalanan panjang Indonesia di cabang bola voli putra Asian Games.
Merah Putih tergabung di Pool B bersama Iran, Thailand, dan Kirgizstan. Iran merupakan juara bertahan Asian Games, sedangkan Indonesia datang dengan status juara AVC Men's Volleyball Cup 2026.
Artinya, pertandingan menghadapi Thailand bukan sekadar laga pembuka.
Ini menjadi kesempatan pertama untuk melihat sejauh mana kekuatan skuad asuhan Reidel Toiran ketika berhadapan dengan persaingan Asian Games.
Beberapa bulan sebelumnya, tim Merah Putih membuat sejarah di Ahmedabad, India.
Indonesia berhasil merebut gelar AVC Men's Volleyball Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan di final.
Itu merupakan gelar AVC Cup pertama Indonesia sepanjang sejarah turnamen tersebut.
Lebih menarik lagi, sejumlah pemain Indonesia mendapatkan penghargaan individual.
Boy Arnez Arabi dinobatkan sebagai MVP sekaligus Best Outside Hitter.
Sementara Hendra Kurniawan terpilih sebagai Best Middle Blocker dan Alfin Daniel Pratama sebagai Best Setter.
Tiga penghargaan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Indonesia di AVC Cup bukan hanya karena permainan kolektif, tetapi juga ditopang kualitas individu yang mampu bersaing di level Asia.
Salah satu nama yang paling menarik perhatian tentu saja Boy Arnez Arabi.
Outside hitter berusia 22 tahun tersebut kini bukan lagi sekadar pemain yang mengandalkan tenaga.
Perkembangannya terlihat dari cara membaca permainan.
Boy mampu mencari celah di pertahanan lawan, mengubah arah serangan, memanfaatkan block, sekaligus memberikan tekanan melalui servis.
Kualitas tersebut semakin lengkap karena Boy juga memiliki kemampuan bertahan dan melakukan cover.
Tidak mengherankan jika performanya di AVC Cup 2026 berujung pada penghargaan MVP dan Best Outside Hitter.
Menariknya, sebelum Asian Games, pelatih Reidel Toiran juga sempat menyiapkan opsi perubahan posisi untuk Boy, termasuk mencoba pemain tersebut sebagai opposite karena kebutuhan tim di posisi tersebut.
Namun dalam skuad final Asian Games, Boy tercatat sebagai outside hitter bersama Farhan Halim, Sigit Ardian dan Fahri Septian Putratama.
Selain Boy, ada sosok Farhan Halim.
Nama Farhan sudah sangat familiar bagi volimania Indonesia.
Pengalamannya bermain di kompetisi internasional menjadi salah satu aset penting bagi tim.
Farhan dikenal memiliki serangan keras, kemampuan menyerang dari sisi luar, serta servis jump serve yang dapat memberikan tekanan kepada penerima bola lawan.
Ketika dipasangkan dengan Boy, Indonesia memiliki dua outside hitter dengan karakter berbeda yang dapat menjadi opsi dalam membongkar pertahanan lawan.
Tetapi bukan berarti beban mencetak poin hanya berada di pundak keduanya.
Indonesia memiliki beberapa pemain yang bisa menjadi pembeda.
Di posisi setter, Indonesia membawa Alfin Daniel Pratama dan Dio Zulfikri.
Alfin memiliki modal penting setelah terpilih sebagai Best Setter AVC Men's Volleyball Cup 2026.
Peran setter akan sangat menentukan.
Sebab menghadapi tim-tim kuat seperti Thailand dan Iran, serangan yang mudah dibaca akan menjadi persoalan.
Variasi umpan, kecepatan permainan, quick attack dan kemampuan membaca blok lawan menjadi pekerjaan penting bagi kedua setter Indonesia.
Di depan net, Indonesia memiliki Hendra Kurniawan, Muhammad Malizi dan Ahmad Gumilar.
Hendra tentu menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan.
Ia bukan hanya memiliki pengalaman, tetapi juga baru saja masuk dalam Dream Team AVC Men's Volleyball Cup 2026 sebagai middle blocker terbaik.
Kehadiran Hendra bersama Malizi dan Gumilar memberi Reidel Toiran beberapa pilihan untuk mengatur pertahanan blok sekaligus quick attack.
Sektor tengah akan sangat penting ketika menghadapi Thailand.
Sebab jika middle blocker mampu membaca arah serangan dan menutup ruang dengan baik, tekanan terhadap pemain-pemain sayap lawan bisa semakin besar.
Skuad 12 Pemain Indonesia
Untuk Asian Games 2026, PBVSI telah mengerucutkan skuad menjadi 12 pemain.
Setter
Alfin Daniel Pratama
Dio Zulfikri
Middle blocker
Hendra Kurniawan
Muhammad Malizi
Ahmad Gumilar
Outside hitter
Boy Arnez Arabi
Farhan Halim
Sigit Ardian
Fahri Septian Putratama
Opposite
Rama Fazza Fauzan
Fauzan Nibras
Libero
Abhinaya Fahreza Rakha
Pelatih: Reidel Toiran.
Dengan komposisi tersebut, Indonesia memiliki perpaduan antara pemain yang sudah berpengalaman dan pemain yang sedang berada dalam fase perkembangan.
Pertandingan melawan Thailand akan menjadi pertandingan yang menarik.
Keduanya sudah pernah berjumpa pada AVC Men's Volleyball Cup 2026. Indonesia ketika itu menang 3-2 atas Thailand di fase grup.
Namun Asian Games adalah panggung berbeda.
Thailand tentu datang dengan persiapan dan targetnya sendiri.
Karena itu, hasil pertemuan sebelumnya tidak bisa dijadikan jaminan.
Indonesia harus kembali membangun permainan dari awal.
Servis, receive, blok, transisi dan penyelesaian bola pada poin-poin kritis akan menjadi bagian penting dalam pertandingan.
Penulis: Restu Nugraha
(*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar