BLANTERORIONv101

Manaqiban TQN Suryalaya KBB: Menjaga Qolbu, Merawat Istiqomah Jamaah

4 Januari 2026

Manaqiban
Suasana manaqiban Pesantren Suryalaya KBB, Khusu dan khidmat terpancar di semua jemaah.


satuspirit.my.id - Ajaran Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, kian dikenal luas karena menekankan penguatan qolbu sebagai dasar menjalani kehidupan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Dadang Hermawan, pengurus TQN Suryalaya Kabupaten Bandung Barat (KBB), saat ditemui di sela kegiatan manaqiban yang digelar di Masjid Ass-Shiddiq, Kompleks Pemda KBB, Minggu (4 Januari 2025).

Menurut Dadang, amaliah yang dijalani dalam Tarekat Qodiriyah wan Naqsyabandiyah (TQN) bukan sekadar ritual, tetapi harus berdampak pada sikap hidup sehari-hari.

“Kenyamanan itu bukan karena harta. Ketika amaliah dijalani dengan istiqomah, hati akan merasa cukup dan dekat dengan Allah. Bukan berarti meninggalkan usaha duniawi, tapi dijalani tanpa berlebihan dan lebih mensyukuri nikmat Allah,” ujarnya.

Ia juga menyebut, setiap kegiatan manaqiban selalu diikuti jamaah baru yang kemudian tertarik untuk menjalani talqin. Talqin dibimbing oleh para wakil talqin, di antaranya Kiai Asep Samsurijal, Kiai Arif Ihwani, dan Kiai Wafiyudin Sakham. Hal ini, kata Dadang, menjadi tanda bahwa ajaran Suryalaya tetap relevan dan terus berkembang.

Manaqiban TQN Suryalaya KBB yang rutin digelar setiap Minggu pertama setiap bulan ini diikuti jamaah dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Kabupaten Bandung Barat, tetapi juga dari Kota Bandung dan Cimahi. Sebagian jamaah datang secara rombongan, sebagian lainnya hadir secara pribadi.

Meski jumlah jamaah tidak terlalu padat karena bertepatan dengan masa libur suasana khusyuk dan hikmat tetap terasa. Jamaah dari berbagai usia, baik muda maupun lanjut usia, mengikuti rangkaian acara dengan penuh kesungguhan sebagai sarana merefresh rohani di awal tahun.

Dadang, menegaskan bahwa esensi manaqiban bukan terletak pada banyak atau sedikitnya jamaah.

“Manaqiban itu bukan soal ramai atau sepi, tapi istiqomah dalam mengikutinya dan mengamalkan nilai-nilainya,” katanya.

Pendanaan Gotong Royong dan Urutan Manaqiban

Dalam pelaksanaannya, kegiatan manaqiban dibiayai secara udunan atau iuran dari para pengurus dan jamaah TQN Suryalaya KBB sebagai bentuk kebersamaan dan kemandirian jamaah.

Adapun urutan rangkaian manaqiban mengacu pada tuntunan Pondok Pesantren Suryalaya, yakni:

Pembukaan dengan Sholawat Bani Hasyim sebanyak tiga kali

Majelis doa

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an

Tanbih

Tawasul

Manaqib, berupa pembacaan sejarah dan keteladanan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani

Doa penutup, ditutup kembali dengan Sholawat Bani Hasyim tiga kali

Rangkaian ini menjadi sarana memperkuat keimanan, menumbuhkan ketenangan batin, serta menjaga kesinambungan ajaran TQN Suryalaya yang diwariskan oleh Aba Anom (KH. Shohibul Wafa Tajul Arifin).

Sedangkan tausiah atau khidmat ilmiah pada Manaqiban Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya tersebut disampaikan oleh H. Toras Zainuddin Nasution, Lc, mubalig dari Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya. Dalam penyampaiannya, tausiah menekankan pentingnya mengamalkan ajaran TQN secara istiqomah sebagai jalan penguatan qolbu dan pendekatan diri kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Suryalaya Kabupaten Bandung Barat, Wahyu Hidayat, turut memastikan rangkaian manaqiban berjalan tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan sesuai dengan tradisi yang telah dijaga secara turun-temurun oleh jamaah TQN Suryalaya.

Usai pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah, suasana semakin terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah kemudian berbaur dalam makan bersama yang disediakan oleh pengurus TQN Suryalaya Kabupaten Bandung Barat. Momen ini menjadi penutup manaqiban yang sarat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur, sekaligus memperkuat ikatan antarjamaah dalam suasana yang sederhana namun penuh makna.

(*)

Komentar