![]() |
| Timnas voli putra dan putri Merah Putih, kembali akan beraksi di ajang prestisius yakni AVC Cup di Filipina dan India, Juni 2026. (Foto Proliga 2026) |
RINGKASAN ARTIKEL
Timnas voli putra dan putri Indonesia kembali tampil di AVC Asia Volleyball Championship 2026. Dengan jadwal yang tidak berbenturan dengan Proliga, persiapan matang, pemilihan pelatih sejak awal, serta kombinasi pemain senior dan muda, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan prestasi di Asia, khususnya sektor putri yang berpeluang mengejar tiket menuju level dunia.
satuspirit.my.id - Timnas bola voli putra dan putri Indonesia kembali bersiap menapaki panggung besar Asia. Tahun 2026, Merah Putih dijadwalkan tampil di ajang Asia Volleyball Championship (AVC Cup)yang akan digelar di dua negara berbeda.
Untuk sektor putri, turnamen akan berlangsung di Candon, Filipina, pada 6–14 Juni 2026. Sementara tim putra dijadwalkan bertanding di Ahmedabad, India, pada 20–28 Juni 2026. Ajang ini bukan sekadar turnamen rutin, melainkan etalase penting kekuatan voli Asia dan batu loncatan menuju level yang lebih elite.
Masuknya kembali Indonesia ke event bergengsi ini jelas menjadi kabar menggembirakan bagi voli mania Tanah Air.
Persiapan Harus Dimulai dari Sekarang
Belajar dari edisi-edisi sebelumnya, satu hal yang tak bisa ditawar adalah persiapan matang sejak jauh hari. Federasi dituntut tidak sekadar memanggil pemain berdasarkan nama besar atau popularitas, tetapi benar-benar berdasarkan kebutuhan tim dan skema pelatih.
Idealnya, pelatih sudah ditetapkan lebih awal, sehingga proses pemanggilan pemain benar-benar sesuai visi permainan. Bukan sebaliknya pemain dipilih dulu, baru pelatih menyesuaikan. Pola lama seperti itu terbukti kerap menyulitkan tim dalam membangun chemistry dan sistem bermain yang solid.
Kabar baiknya, Proliga 2026 diproyeksikan berakhir pada April, sehingga tidak akan berbenturan dengan agenda Timnas. Artinya, klub-klub peserta Proliga memiliki ruang yang cukup untuk melepas pemain terbaiknya membela Merah Putih. Situasi ini jauh lebih ideal dibanding edisi sebelumnya, ketika sejumlah pemain absen karena bentrok jadwal atau komitmen klub.
Pada edisi AVC Nations Cup 2025, performa Timnas Indonesia menunjukkan grafik yang cukup menjanjikan.
Timnas Putra Indonesia finis di peringkat 6 Asia, sebuah peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Garuda mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia Tengah dan Asia Selatan, meski masih perlu pembenahan pada aspek receive dan konsistensi permainan.
Timnas Putri Indonesia bahkan tampil lebih menjanjikan dengan finis di peringkat 5, menumbangkan beberapa negara yang secara peringkat berada di atas Indonesia. Hasil ini memperlihatkan bahwa sektor putri memiliki potensi akselerasi ranking yang lebih cepat.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tidak lagi sekadar pelengkap di Asia, tetapi mulai diperhitungkan sebagai kuda hitam yang bisa merepotkan lawan.
Regenerasi memang mutlak, namun meninggalkan pemain senior sepenuhnya juga bukan pilihan bijak. Nama-nama berpengalaman seperti Rivan Nurmulki, Donny Haryono, Sigit Ardian, rasanya masih layak dipertimbangkan karena masih kompetitif dan memiliki jam terbang di level Asia.
Kombinasi pemain muda yang lapar prestasi dan senior yang matang secara mental akan menjadi fondasi penting di turnamen seketat AVC. Apalagi atmosfer pertandingan Asia kerap menuntut ketenangan, pengalaman, dan kecerdikan membaca momentum.
Jika bicara potensi jangka menengah, Timnas Putri Indonesia sebenarnya berada di jalur yang cukup menjanjikan. Secara matematis, bila Indonesia mampu menembus 20 besar ranking dunia, maka peluang tampil di Volleyball Nations League (VNL) kompetisi voli paling elit di dunia akan terbuka.
AVC 2026 bisa menjadi gerbang awal menuju target besar tersebut. Dengan persiapan serius, komposisi pemain tepat, serta dukungan penuh federasi dan klub, mimpi itu bukan hal yang mustahil.
2026, Waktu yang Tepat untuk Membuktikan
Talenta bola voli Indonesia sejatinya melimpah, baik di sektor putra maupun putri. Yang dibutuhkan kini adalah manajemen persiapan yang profesional, konsisten, dan bebas ego sektoral.
AVC Asia Volleyball Championship 2026 harus dipandang sebagai investasi prestasi, bukan sekadar partisipasi. Jika kesalahan-kesalahan lama bisa dihindari, bukan tidak mungkin 2026 akan menjadi titik balik kebangkitan voli Indonesia di Asia.
(*)



Social Media