BLANTERORIONv101

Penantian Warga Berakhir, Jalan 252 Meter di Kampung Sayuran Mekarmukti Akhirnya Dicor

13 Agustus 2026

Kepala Desa Mekarmukti, Kadus III, dan warga Kampung Sayuran, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, KBB, membentangkan spanduk sebagai ungkapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat atas terealisasinya perbaikan jalan kabupaten di wilayah mereka.

Satuspirit – Sore itu, suasana Kampung Sayuran, RT 06/RW 09, Dusun III, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, terasa berbeda.

Hamparan daun pisang memanjang, makanan khas Sunda yakni yakni nasi liwet tersaji. Warga dari berbagai usia pun mulai berdatangan. Ada orang tua, anak muda, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga mahasiswa yang sedang menjalankan KKN. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk makan bersama, tetapi merayakan sebuah penantian yang akhirnya menjadi kenyataan: jalan kabupaten sepanjang 252 meter kini telah diperbaiki melalui pengecoran.

Acara tasyakur binikmat yang digelar Kamis (13 Agustus 2026) itu menjadi momentum bagi warga untuk mengungkapkan rasa syukur atas selesainya perbaikan jalan sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Jalan tersebut memiliki lebar sekitar 5 meter dengan ketebalan pengecoran 30 sentimeter. Bagi pemerintah, angka 252 meter mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga Kampung Sayuran, panjang tersebut menyimpan cerita tentang akses, kebutuhan sehari-hari, harapan, bahkan sempat diwarnai perbedaan pendapat sebelum akhirnya pembangunan dapat terlaksana.

Kepala Dusun III Desa Mekarmukti, Mr. Akhsan, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang telah merealisasikan perbaikan jalan di wilayah tersebut.

Menurutnya, perbaikan jalan sangat berarti bagi masyarakat karena jalan tersebut menjadi salah satu akses penting dalam aktivitas sehari-hari.

"Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat atas telah diperbaikinya jalan di Kampung Sayuran RT 06 RW 09, Desa Mekarmukti," ujarnya.

Ia berharap jalan yang telah diperbaiki tidak berhenti sebagai proyek pembangunan semata, tetapi benar-benar dijaga dan dirawat bersama masyarakat.

Sebab, jalan yang sudah baik tetap membutuhkan kepedulian warga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu panjang.

"Semoga jalan yang telah diperbaiki ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan dapat dijaga serta dirawat bersama," katanya.

Penantian Warga dan Jalan yang Sempat Menjadi Perdebatan

Cerita lebih dalam datang dari tokoh masyarakat setempat, Hj. Iis Setiawati, M.Pd.

Kepala Desa Mekarmukti dan Kadus III, bersama warga berbaur dalam suasana penuh kekeluargaan saat ngaliwet syukuran atas selesainya perbaikan jalan di Kampung Sayuran, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Tradisi makan bersama menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat gotong royong warga.

Iis merupakan pensiunan kepala sekolah yang sebelumnya mengabdikan diri selama puluhan tahun di Cirebon. Setelah sekitar 37 tahun berada di perantauan, ia kembali ke kampung halamannya dan baru sekitar lima bulan tinggal kembali di lingkungan tersebut.

Kepulangannya ternyata mempertemukannya dengan persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan warga: jalan.

Menurut Iis, sebelum diperbaiki, kondisi jalan cukup menyulitkan masyarakat. Permukaan jalan yang belum layak membuat warga harus berhati-hati, terlebih ketika dilalui dalam kondisi tertentu.

"Bahkan ada yang jalan kaki jatuh karena kerikil," tuturnya.

Ia mengaku sebelumnya sudah melihat adanya tanda atau informasi dari Dinas PUPR bahwa jalan tersebut akan diperbaiki. Namun masyarakat tetap harus menunggu sampai rencana tersebut benar-benar terealisasi.

Bagi Iis, realisasi pengecoran jalan menjadi sesuatu yang patut disyukuri.

Apalagi, menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak bisa dilakukan dengan biaya kecil.

Karena itu ketika jalan akhirnya benar-benar dicor, kebahagiaan masyarakat tidak semata-mata karena permukaan jalan menjadi lebih bagus, tetapi karena sebuah harapan yang sebelumnya masih berupa rencana akhirnya menjadi kenyataan.

Namun perjalanan menuju pembangunan itu tidak sepenuhnya mulus.

Iis mengungkapkan, sebelumnya sempat dilakukan rapat terkait rencana pengecoran. Tidak seluruh masyarakat hadir dalam pertemuan awal tersebut sehingga kemudian muncul perbedaan pandangan di tengah warga.

Pemerintah desa akhirnya mengambil langkah dengan menggelar kembali pertemuan yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Dari proses tersebut, warga akhirnya mencapai kesepakatan mengenai pelaksanaan pembangunan.

Bagi Iis, proses itu justru menjadi pelajaran penting bahwa pembangunan tidak cukup hanya dengan menghadirkan program.

Masyarakat harus diajak bicara.

"Alhamdulillah, setelah itu akhirnya terwujudlah jalan ini. Masyarakat bahagia," ungkapnya.

Ia menilai pembangunan jalan juga harus diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat.

Jika jalan sudah bersih dan bagus, lingkungan di sekitarnya pun harus dijaga.

Menurut Iis, kemajuan kampung bukan hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh wawasan dan pendidikan masyarakat.

Ia berharap warga Kampung Sayuran dapat semakin terbuka, berpendidikan, memiliki wawasan luas dan mampu berpikir maju.

"Seperti bersihnya jalan ini, saya berharap lingkungan di sini juga bersih. Pemikirannya juga harus seperti orang kota, berpendidikan, berwawasan dan berpikir luas," katanya.

Sementara itu,Kepala Desa Mekarmukti, Andriawan Burhanudin, S.H., mengatakan jalan yang diperbaiki tersebut merupakan jalan kabupaten yang selama ini menjadi harapan masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat atas dukungan terhadap realisasi perbaikan jalan tersebut.

"Ini merupakan jalan kabupaten yang tentunya menjadi harapan, apa yang sudah lama diimpikan dan diinginkan masyarakat. Alhamdulillah, baru tahun ini bisa terealisasi," ujar Andriawan.

Menurutnya, kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan di Desa Mekarmukti sebenarnya masih cukup panjang dan luas. Namun pemerintah desa tetap bersyukur karena salah satu akses yang menjadi kebutuhan masyarakat akhirnya mendapat perhatian dan perbaikan.

Karena itu, Andriawan meminta masyarakat tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi ikut menjaga fasilitas yang sudah diberikan pemerintah.

"Ini kami titipkan untuk dijaga dan dirawat bersama-sama, sehingga perbaikan jalan ini bisa memberikan manfaat lebih banyak dan lebih lama," katanya.

Pesan tersebut menjadi penting. Sebab pembangunan jalan bukanlah akhir dari sebuah pekerjaan.

Justru setelah jalan selesai dibangun, tanggung jawab masyarakat dimulai.

Jalan harus dijaga dari kerusakan, tidak digunakan secara berlebihan, lingkungan di sekitarnya dipelihara, dan masyarakat harus memiliki rasa memiliki terhadap fasilitas umum tersebut.

(*)

Komentar