BLANTERORIONv101

Pramuka Cihampelas Membludak! 1.344 Penggalang Ikuti Lomba Tingkat

15 Agustus 2026
Peserta Pramuka mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan dengan penuh semangat di tengah suasana Hari Pramuka ke-65. Tampak para peserta bersiap mengikuti kegiatan bersama pembina dan jajaran Pramuka di lokasi perkemahan.


Satuspirit – Iring-iringan kendaraan yang membawa peserta Pramuka terlihat memadati perjalanan menuju lokasi kegiatan di Kampung Sareuni, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (15 Agustus 2026).

Ada mobil pribadi, kendaraan pengangkut peserta hingga rombongan pembina yang datang silih berganti. Semangat peserta semakin terasa ketika memasuki kawasan perkemahan. Tenda-tenda berdiri, peserta bersiap mengikuti berbagai perlombaan dan pembina sibuk memastikan setiap pangkalan mengikuti kegiatan dengan tertib.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus kegiatan Lomba Tingkat (LT) tingkat II di Kecamatan Cihampelas.

Beragam keterampilan kepramukaan dipertandingkan. Mulai dari memanah, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) tongkat, menaksir, Kim, semaphore, Morse, halang rintang hingga berbagai ketangkasan lainnya.

Bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para anggota Pramuka untuk menguji keterampilan, keberanian, kerja sama dan kemampuan beradaptasi.

Peserta Membludak, Cihampelas Jadi Salah Satu yang Terbesar.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Bandung Barat, Ludi Awaludin, memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dalam kegiatan di Cihampelas.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung tidak hanya sekadar perkemahan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan anggota Pramuka agar memiliki kemampuan dan karakter yang lebih kuat.

"Ini kegiatannya ternyata rangkaiannya penuh. Dari mulai pembukaan, sekarang kegiatan LT dan perkemahan. Ini luar biasa," ujar Ludi.

Ia menyebut jumlah peserta yang mengikuti kegiatan di Cihampelas menjadi salah satu yang paling besar.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi modal positif untuk menghadapi kegiatan Lomba Tingkat di jenjang berikutnya.

"Apresiasinya nanti akan kita nilai. Bulan November ada kegiatan Lomba Tingkat di tingkat kabupaten. Kalau besar pesertanya, mudah-mudahan yang hadir nanti benar-benar yang berkualitas untuk masuk ke tingkat kabupaten," katanya.

Bagi Ludi, banyaknya peserta bukan hanya persoalan jumlah. Lebih penting lagi adalah bagaimana kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang memiliki keterampilan dan karakter.

Ludi menilai tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks. Karena itu, Pramuka harus mampu membekali anggotanya dengan berbagai keterampilan.

Kemampuan beradaptasi, menurutnya, menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki anggota Pramuka.

"Kehidupan yang akan dihadapi ke depan itu banyak sekali fenomenanya. Kemampuan beradaptasi kita juga harus tinggi," tuturnya.

Ia juga berharap Pramuka di Kabupaten Bandung Barat tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi organisasi yang mandiri dan produktif.

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah memperkenalkan kegiatan bertanam kepada anggota Pramuka Siaga.

Pada puncak kegiatan di tingkat kwartir ranting, peserta Siaga nantinya akan diperkenalkan dengan tanaman sayuran. Mereka akan membawa tanaman dalam polybag yang kemudian dinilai dan dipantau perkembangannya hingga tumbuh dan berbuah.

"Ini salah satu gagasan kita untuk memperkenalkan bertanam. Anak-anak Siaga juga sudah mulai harus dikenalkan dengan tanaman dalam bentuk polybag sehingga bisa ditaruh di rumah masing-masing," jelasnya.

Tidak berhenti di sana. Untuk anggota Pramuka yang lebih dewasa, Kwarcab Bandung Barat juga menggagas kegiatan peternakan.

Salah satunya berupa pengembangan peternakan domba yang diharapkan dapat dikembangkan di setiap kwartir ranting.

"Nanti kita akan kembangkan dan kita bagi ke masing-masing kwartir untuk dilakukan hal yang sama. Jadi Pramuka itu harus mandiri," ujar Ludi.

Baginya, semangat Bakti dan Dharma harus diterjemahkan dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Pramuka di Bandung Barat itu harus mandiri. Kegiatan-kegiatan ini juga kegiatan mandiri. Kita harus meningkatkan keterampilan anak-anak kita sehingga nanti saat dewasa penuh dengan kemampuan, punya banyak skill," katanya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Cihampelas, Asep Jajang, mengungkapkan tingginya partisipasi peserta dalam kegiatan tahun ini.

Data peserta menunjukkan kegiatan tersebut diikuti berbagai golongan usia, mulai dari Siaga hingga Penegak.

Untuk peserta Siaga tercatat sekitar 60 orang, kemudian Penggalang tingkat SD/MI sebanyak 1.344 peserta, Penggalang SMP/MTs sebanyak 780 peserta, serta Penegak sekitar 220 peserta.

Masing-masing pangkalan juga didampingi pembina pendamping.

Menurut Asep, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap kegiatan Pramuka di Kecamatan Cihampelas masih sangat kuat.

"Kalau dilihat dari antusiasme, hampir 90 persen pangkalan yang ada di Cihampelas mengirimkan peserta dalam kegiatan ini," ungkapnya.

Ia melihat Pramuka sebagai salah satu ruang penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

"Saya punya keyakinan bahwa Pramuka adalah laboratoriumnya pendidikan karakter," katanya.

Menurutnya, kegiatan Pramuka memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar bukan hanya melalui teori, tetapi langsung melalui pengalaman.

Mereka belajar disiplin, bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, memimpin kelompok hingga beradaptasi dengan lingkungan.

Karakter Diminta, Dukungan Jangan Dilupakan

Di balik semarak kegiatan dan besarnya jumlah peserta, Asep juga menyampaikan satu persoalan yang masih menjadi perhatian, yakni dukungan terhadap kegiatan kepramukaan.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap pembinaan karakter generasi muda dapat diikuti dengan dukungan yang memadai.

"Karakter terus diminta, tetapi jangan sampai tidak didukung dengan kebutuhannya. Kami sampai saat ini masih minim dalam masalah pendanaan," ujarnya.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para pembina dan peserta untuk tetap menjalankan kegiatan.

Justru dari keterbatasan itu terlihat bagaimana Pramuka berusaha menghidupkan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Asep berharap ke depan Pramuka di Kecamatan Cihampelas semakin maju dan mendapat perhatian lebih besar dari berbagai pihak.

Sebab, menurutnya, pembentukan karakter tidak bisa dilakukan hanya melalui slogan. Dibutuhkan ruang, pendampingan, kegiatan dan pengalaman langsung agar nilai-nilai tersebut benar-benar tumbuh dalam diri anak-anak.

Dari Perkemahan untuk Masa Depan

Kegiatan di Kampung Sareuni akhirnya bukan hanya tentang tenda, perlombaan atau siapa yang menjadi juara.

Di balik lomba memanah, PBB tongkat, menaksir, Kim, semaphore, Morse, halang rintang dan berbagai ketangkasan lainnya, ada proses panjang membentuk generasi muda agar lebih berani, disiplin dan mandiri.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, Pramuka dituntut tidak berhenti pada keterampilan tradisional. Anggotanya juga harus mampu membaca perubahan, beradaptasi dan memiliki keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata.

Dari Cihampelas, pesan itu terasa kuat: Pramuka bukan hanya tentang seragam dan kegiatan perkemahan. Pramuka adalah tentang proses mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

Dan ketika ribuan peserta bergerak bersama di tengah suasana perkemahan, semangat itu seolah kembali ditegaskan bahwa pendidikan karakter masih memiliki tempat penting dalam perjalanan generasi muda Kabupaten Bandung Barat.

(*)

Komentar