Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

40 Becak Listrik Presiden Prabowo Diserahkan di KBB, Pemkab Siapkan Pangkalan hingga Titik Pengecasan

Jumat, 11 September 2026 | 17:37 WIB
Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail bersama Camat Cihampelas, Ketua DPC Partai Gerindra KBB Hj. Pipih Supriati S.E., serta dewan Gerindra berfoto bersama para penerima manfaat di atas becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (11 September 2026).

Satuspirit – Kabar baik datang untuk para pengemudi becak di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebanyak 40 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada para penerima manfaat dalam sebuah acara di GOR Surya Arena, Kecamatan Cihampelas, Jumat (11 September 2026).

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada sejumlah pengemudi becak dari Kecamatan Cihampelas dan Batujajar. Mereka kemudian mengikuti peninjauan dan melihat langsung becak listrik yang kini akan menjadi alat bantu mereka dalam mencari nafkah.

Program tersebut merupakan bantuan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Program serupa telah disalurkan di berbagai daerah di Indonesia, dengan salah satu sasaran utamanya para pengemudi becak yang sudah lanjut usia.

Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan tersebut. Menurutnya, kehadiran becak listrik sangat membantu para pengemudi yang sudah tidak lagi memiliki tenaga seperti ketika masih muda.

“Penerima manfaatnya itu bapak-bapak penarik becak. Mereka sangat antusias dan bergembira karena ini tidak memerlukan tenaga kaki, tetapi menggunakan listrik,” ujar Asep seusai kegiatan.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi kabar baik terutama bagi pengemudi yang berusia sekitar 60 hingga 65 tahun atau lebih. Dengan sistem tenaga listrik, beban fisik saat bekerja diharapkan jauh lebih ringan.

Pemkab Bandung Barat, kata Asep, juga tidak ingin bantuan tersebut berhenti hanya pada serah terima. Pemerintah daerah akan ikut memantau pemanfaatan becak listrik, termasuk jika terjadi persoalan teknis maupun kebutuhan pengisian daya.

Asep mengatakan, salah satu hal yang perlu dipikirkan setelah bantuan diserahkan adalah ketersediaan lokasi pangkalan sekaligus tempat pengisian daya.

Sejumlah lokasi disebut memiliki potensi untuk dijadikan titik pangkalan, antara lain kawasan Cihampelas, seperti sekitar pertigaan Cihampelas, Pasar Cihampelas, Mekarmukti, hingga wilayah Batujajar.

“Kita akan pantau terkait kalau ada kerusakan dan pengecasannya. Tentunya ini nanti akan dipantau oleh kami dari pemerintah,” katanya.

Menurut Asep, keberadaan pangkalan penting agar para penerima bantuan tidak kesulitan ketika harus mengisi daya becak listrik.

“Sebetulnya tidak susah buatkan pangkalannya juga,” ujarnya.

Pemkab Bandung Barat pun membuka peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui program lanjutan agar bantuan yang diberikan benar-benar bisa digunakan secara maksimal.

GSN: Bantuan Menyasar Pengemudi Becak Lansia

Direktur Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nuryana, mengatakan program becak listrik bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Sasarannya adalah mereka yang memang berprofesi sebagai pengemudi becak, terutama yang sudah berusia lanjut.

“Jangan ada orang yang bukan profesi tukang becak. Sasarannya adalah para pengemudi becak yang usia lanjut,” kata Nuryana.

Ia menyebut usia sekitar 65 tahun ke atas menjadi salah satu prioritas. Alasannya sederhana, yakni untuk mengurangi beban tenaga yang harus dikeluarkan pengemudi saat bekerja.


Menurut Nuryana, penggunaan tenaga listrik juga diharapkan dapat membuat becak kembali menarik perhatian masyarakat.

“Dengan model sepeda listrik ini, penumpang juga yang tadinya tidak memperhatikan becak mau mencoba becak lagi sehingga ada tambahan pendapatan,” ujarnya.

Nuryana menambahkan, program tersebut telah berlangsung sejak 2025 dan terus dikembangkan ke berbagai daerah.

Untuk Kabupaten Bandung Barat, tahap awal bantuan yang disalurkan sebanyak 40 unit. Namun, ia membuka peluang adanya penambahan apabila kebutuhan dan permintaan di daerah memang tersedia.

“Untuk KBB baru 40. Nanti ke depannya apabila ada permintaan penambahan, bisa kita usahakan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Yayasan GSN juga menggandeng pihak lain, termasuk Viar, untuk mendukung penyediaan kendaraan dan kebutuhan teknis program.

Gerindra KBB: Jangan Dijual

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bandung Barat, Hj. Pipih Supriati S.E.,, turut menyambut baik terealisasinya bantuan tersebut.

Ia mengatakan 40 becak listrik tersebut diberikan kepada penerima manfaat dari Kecamatan Cihampelas dan Kecamatan Batujajar.

“Alhamdulillah sangat bersyukur dengan adanya program dari Pak Presiden Prabowo Subianto. Program ini memang khusus untuk penerima manfaat yang menarik becak,” ujarnya.

Pipih berharap bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada para penerima agar tidak menjual becak listrik yang telah diterima.

“Kalau sudah menerima becak ini, jangan dijual. Ini untuk kemanfaatan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Menurut Pipih, pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan juga akan dilakukan bersama pihak terkait.

Selain program becak listrik, ia menyebut masih ada peluang kolaborasi dalam program sosial lainnya, termasuk bantuan bagi penyandang disabilitas, pendidikan, kesehatan, serta masyarakat yang belum tersentuh program pemerintah.

Reporter/editor: Restu Nugraha

(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update