Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Surat PERSIB ke PT LIB Soal Piutang Rp9,4 Miliar, Hak Siar dan Rating Belum Masuk

Rabu, 30 September 2026 | 06:18 WIB

 

Para pemain Persib selebrasi. (Foto: Ig Persib)

Satuspirit — Nama PERSIB kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena pertandingan. Sebuah surat konfirmasi piutang kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) beredar di media sosial dan mengungkap angka yang cukup besar: Rp9.453.229.703.

Surat tersebut ditujukan PERSIB kepada Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, untuk meminta pengecekan sekaligus rekonsiliasi saldo piutang klub kepada operator kompetisi.

Surat bernomor 225/DIR-PBB/IX/2026 itu tercatat ditandatangani di Bandung pada 31 Agustus 2026.

Dalam surat tersebut, PERSIB menyampaikan saldo piutang kepada PT LIB sebesar Rp9,45 miliar. Klub juga meminta pihak operator melakukan pengecekan terhadap rincian angka tersebut dan memberikan konfirmasi apakah pencatatannya sesuai dengan administrasi PT LIB.

Menariknya, angka Rp9,45 miliar itu ternyata belum mencakup seluruh hak PERSIB yang masih menunggu kejelasan.

PERSIB secara khusus menyebut hak siar dan rating musim 2025/2026 belum termasuk dalam saldo piutang Rp9,45 miliar yang dikonfirmasi melalui surat tersebut.

Artinya, nilai hak yang masih harus dihitung atau dikonfirmasi berpotensi berbeda dari angka Rp9,45 miliar yang kini ramai diperbincangkan.

Dalam surat itu, PERSIB menyatakan masih menunggu informasi mengenai besaran hak siar dan rating tersebut.

Karena itu, surat yang beredar sebenarnya bukan sekadar surat tagihan. Isinya juga merupakan bagian dari proses administrasi dan rekonsiliasi saldo piutang antara PERSIB dan PT LIB.

PERSIB Minta PT LIB Beri Konfirmasi

PERSIB juga membuka ruang apabila terdapat perbedaan pencatatan antara kedua pihak.

Klub meminta PT LIB menyampaikan rincian apabila saldo yang dimiliki berbeda, termasuk dokumen pendukung untuk kemudian dilakukan rekonsiliasi lebih lanjut.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa angka Rp9,45 miliar yang tercantum dalam surat masih berada dalam konteks konfirmasi dan pencocokan administrasi, bukan pernyataan sepihak bahwa seluruh nominal tersebut telah dinyatakan sebagai utang yang disengketakan.

Beredarnya surat ini kemudian memunculkan berbagai reaksi di kalangan Bobotoh dan pengguna media sosial.

Sebagian mempertanyakan bagaimana hubungan pembayaran antara operator kompetisi dan klub berjalan, terutama ketika klub juga memiliki kewajiban untuk memenuhi berbagai ketentuan kompetisi.

Namun, sampai saat ini, substansi yang dapat dipastikan dari surat tersebut adalah PERSIB meminta konfirmasi dan rekonsiliasi saldo piutang sebesar Rp9,45 miliar, sementara hak siar dan rating musim 2025/2026 disebut belum termasuk dalam angka tersebut.

Konfirmasi dari PT LIB mengenai rincian saldo tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran utuh mengenai persoalan ini.

Jadi, angka Rp9,45 miliar bukanlah akhir cerita. Justru surat PERSIB kepada PT LIB membuka pertanyaan berikutnya: apa saja komponen piutang tersebut, berapa nilai hak siar dan rating yang belum masuk, dan bagaimana hasil rekonsiliasi kedua pihak?

Penulis: Muhammad Rafa

Editor: Restu Nugraha

(*)


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update