satuspirit.my.id - Tim voli putri Bandung BJB Tandamata harus menelan pil pahit pada pertandingan keduanya di Proliga 2026. Bermain di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Bandung BJB Tandamata takluk 1-3 dari tuan rumah Jakarta Popsivo Polwan, Minggu, 11, Januari 2026.
Kekalahan ini terasa cukup mengecewakan, terlebih setelah BJB tampil impresif dan meraih kemenangan meyakinkan atas Jakarta Livin Mandiri di laga sebelumnya. Harapan untuk kembali melanjutkan tren positif pun belum terwujud, seiring performa mojang-mojang Priangan yang terlihat menurun saat menghadapi lawan yang lebih siap dan berpengalaman.
Sepanjang empat set pertandingan, terlihat jelas bahwa kunci kekalahan Bandung BJB Tandamata berada pada aspek teknis, terutama kualitas bola pertama. Kesalahan sendiri masih cukup dominan dan menjadi persoalan klasik yang kembali muncul, seperti yang kerap terjadi pada musim-musim Proliga sebelumnya.
Bola pertama yang tidak sempurna membuat alur permainan Bandung BJB Tandamata tersendat. Banyak receive yang gagal sampai ke tangan setter utama, Tiara Sanger, sehingga ia tidak leluasa mengembangkan variasi serangan. Situasi ini memaksa BJB Tandamata lebih sering memainkan bola tinggi yang mudah terbaca oleh blok-blok Popsivo Polwan.
Ketika bola pertama tidak ideal, pilihan serangan otomatis menjadi terbatas. Berbeda jika receive berjalan baik, sang setter bisa mengombinasikan berbagai opsi mulai dari quick attack, back attack, hingga variasi permainan lain yang sejatinya sangat mungkin dilakukan mengingat BJB Tandamata memiliki juru gedor dengan kualitas mumpuni. Namun, kondisi tersebut nyaris tidak terlihat saat menghadapi Popsivo Polwan.
Selain faktor teknis, tekanan mental juga menjadi tantangan tersendiri. Bermain di hadapan ribuan pendukung tuan rumah membuat situasi pertandingan terasa lebih berat. Sorakan dan tekanan dari tribun terlihat cukup memengaruhi ketenangan para pemain Bandung BJB Tandamata.
Dalam kondisi seperti ini, kesiapan mental menjadi faktor krusial. Sehebat apa pun kemampuan teknik dan skill individu, ketika fokus dan mental terganggu, performa tim akan goyah. Hal tersebut tampak jelas pada laga melawan Popsivo Polwan, tim kuat yang dihuni pemain-pemain bintang berpengalaman, baik lokal maupun asing.
Secara garis besar, kekalahan Bandung BJB Tandamata dapat dirangkum dalam dua faktor utama:
pertama, kualitas bola pertama yang tidak optimal sehingga membatasi variasi serangan;
kedua, tekanan mental akibat atmosfer tuan rumah yang memengaruhi konsentrasi dan kestabilan permainan.
Faktor-faktor tersebut juga diakui langsung oleh pelatih Risco Herlambang.
Dikatakannya, anak asuhnya tampil di bawah tekanan sejak awal pertandingan. Tekanan servis dari Jakarta Popsivo Polwan membuat alur serangan BJB tidak berjalan maksimal.
“Receive kami tidak berjalan sehingga bola pertama tidak sampai ke setter. Akibatnya, kami tidak bisa bermain cepat dan mudah diantisipasi lawan,” jelas Risco.
Selain itu, ia juga menyoroti kesulitan timnya dalam membaca arah serangan Bhethania De La Cruz yang dinilainya memiliki banyak variasi. Meski harus menelan kekalahan, Risco menegaskan hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di Proliga 2026.
Senada dengan sang pelatih, pemain Bandung BJB Tandamata, Calista Maya, mengakui timnya berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.
“Kami memang kewalahan karena sejak awal sudah tertekan,” ujar Calista.
BJB Jadikan Seri Pontianak Pelajaran Menuju Laga Berikutnya
Perjalanan Proliga 2026 masih panjang. Seri pembuka di Pontianak menjadi bahan evaluasi bagi tim satu-satunya wakil Jabar ini untuk menatap putaran berikutnya di Medan, Sumatera Utara. Pada seri tersebut, BJB dijadwalkan menghadapi Medan Falcons pada Jumat (16 Januari 2026), sebelum kembali turun berlaga melawan Jakarta Electric PLN keesokan harinya.
Sejumlah kekurangan yang terlihat, terutama pada kualitas receive dan kesiapan mental bertanding, harus segera dibenahi agar performa Maradanti Namira dan kawan-kawan bisa tampil lebih baik, lebih maksimal, serta lebih agresif di laga-laga selanjutnya. Dengan perbaikan tersebut, peluang Bandung BJB Tandamata untuk bersaing dan mewujudkan target manajemen menembus Final Four diyakini akan semakin terbuka.
(*)


Social Media