satuspirit.my.id - Awal tahun selalu punya cerita. Di tahun 2026 ini, cerita itu datang dari DPD Kujang Padjadjaran Nusantara Kota Bandung, sebuah organisasi masyarakat yang memilih memulai tahun dengan satu kata kunci: bergerak.
Bukan sekadar rapat seremonial, pertemuan perdana DPD Kujang Padjadjaran Nusantara Kota Bandung di awal tahun ini menjadi titik awal komitmen baru. Komitmen untuk konsisten, turun langsung ke masyarakat, dan membuka jalan kemandirian ekonomi, khususnya bagi perempuan.
“Tahun baru ini menjadi pertemuan perdana kami di 2026. Kami berkomitmen untuk konsisten di dalam niat, janji, ucapan, dan langkah,” ujar Sari Nurlita, S.Pd, Ketua DPD Kujang Padjadjaran Kota Bandung, di sekretariat, jalan Budhi 26, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 10 Januari 2025.
Bagi Sari dan jajaran DPD Kujang Padjadjaran Nusantara, tahun 2026 bukan waktunya berjalan santai. Ia menyebut tahun ini sebagai tahun untuk terus bergerak, bahkan berlari kecil, menyentuh langsung masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Menuju 2026 ini kita harus tetap bergerak cepat. Kita akan turun ke kelurahan dan kecamatan dengan pelatihan-pelatihan ekonomi kreatif dan UMKM, terutama untuk ibu-ibunya,” tuturnya.
Pelatihan-pelatihan itu dirancang sederhana namun relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Bukan teori tinggi, tapi keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan dan menghasilkan.
Ada alasan kuat mengapa perempuan menjadi fokus utama. Menurut Sari, ketika perempuan diberdayakan, dampaknya akan terasa langsung di keluarga dan lingkungan sekitar.
“Karena kebetulan ketuanya perempuan, kami mengedepankan pemberdayaan perempuan. Pelatihannya seperti rias wajah, memasak, menjahit, dan keterampilan-keterampilan lain yang bisa menunjang ekonomi kreatif,” terangnya.
Di balik pelatihan itu, tersimpan harapan besar: ibu-ibu bisa mandiri, percaya diri, dan memiliki penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan peran utamanya di keluarga.
Terbuka untuk Siapa Saja yang Ingin Bergabung
DPD Kujang Padjadjaran Nusantara Kota Bandung juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin bergabung dan tumbuh bersama.
“Syaratnya sangat sederhana, cukup KTP, pas foto, dan administrasi untuk pembuatan KTA. Keanggotaannya terbuka dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Sari.
Lebih dari sekadar organisasi, Kujang Padjadjaran Nusantara ingin menjadi rumah belajar, ruang bertukar pengalaman, sekaligus wadah untuk saling menguatkan.
“Kami mengajak ibu-ibu yang ingin menambah ilmu, memperluas wawasan, meningkatkan ekonomi kreatif, dan memajukan UMKM untuk bergabung bersama kami,” tutupnya.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan zaman, langkah kecil dari Kujang Padjadjaran Nusantara ini menjadi pengingat: perubahan besar sering kali berawal dari komunitas, dari ibu-ibu, dan dari niat yang dijalankan dengan konsisten.
(*)


Social Media