satuspirit.my.id - Setelah lima tahun berjalan dan mendidik ratusan siswa, SDIT Tazkiya Kabupaten Bandung Barat akhirnya memulai pembangunan gedung sekolah baru. Groundbreaking yang digelar di Jalan Somawinata No. 30, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Senin (5 Januari 2025), menjadi tonggak penting bagi penguatan pendidikan berbasis karakter dan kepedulian sosial di Bandung Barat.
Kepala SDIT Tazkiya, Regga Loviandhy, M.Pd, menyebut pembangunan ini sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan ruang belajar sekaligus memperkuat visi sekolah dalam mencetak generasi berakhlak, cerdas, dan berdaya saing.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi momentum besar bagi kami. Pembangunan kelas-kelas baru segera dimulai. Ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi gambaran masa depan pendidikan yang lebih maju,” ujar Refa.
Groundbreaking pembangunan SDIT Tazkiya turut dihadiri Bupati Bandung Barat H. Jeje Ritchie Ismail, unsur Forkopimcam Ngamprah, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya. Kehadiran langsung Bupati menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan, khususnya yang memberi akses luas bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.
Saat ini, SDIT Tazkiya telah memasuki tahun kelima dengan 195 siswa aktif hingga kelas 5, didukung oleh sekitar 50 tenaga pendidik dan kependidikan. Meski belum meluluskan alumni, sekolah ini telah mencatat berbagai prestasi membanggakan, bahkan hingga tingkat ASEAN dan Asia, terutama di bidang bela diri yakni Taekwondo.
Regga Loviandhy menegaskan, SDIT Tazkiya membuka ruang pendidikan yang inklusif, termasuk bagi anak-anak yatim dan keluarga prasejahtera.
“Pendidikan adalah amal jariyah. Melalui wakaf dan donasi para dermawan, anak-anak yang kurang beruntung tetap bisa mengakses pendidikan berkualitas,” jelasnya.
Peran Lembaga Amil Zakat Mizan Amanah
Direktur LAZ Mizan Amanah, Dadan Rohman, S.Ak, menyampaikan bahwa pembangunan SDIT Tazkiya merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam menjalankan lima pilar program utama: pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dakwah, dan pemberdayaan.
“Kami ingin memastikan anak-anak yatim dan dhuafa memiliki peluang pendidikan yang sama. SDIT Tazkiya ini adalah ikhtiar menyelamatkan generasi,” ungkap Dadan.
Ia menambahkan, lahan sekolah telah terbebaskan melalui program wakaf, dan pembangunan gedung dilakukan secara bertahap sesuai dukungan para donatur.
Sementara itu, guru Wali Kelas 2B, Siti Aisah, menilai pembangunan ini akan membawa semangat baru bagi seluruh civitas sekolah.
“Kami berharap SDIT Tazkiya ke depan bisa melahirkan alumni-alumni terbaik. Pendidikan di sini tidak hanya soal nilai rapor, tapi pembentukan karakter dan akhlak anak,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tercermin dari bagaimana siswa mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Groundbreaking SDIT Tazkiya Ngamprah juga diisi dengan pembagian bantuan sembako kepada sekitar 100 penerima manfaat, yang terdiri dari masyarakat sekitar dan keluarga yang membutuhkan.
Pembagian sembako ini menjadi bagian dari komitmen sosial Lembaga Amil Zakat Mizan Amanah dan SDIT Tazkiya dalam menghadirkan manfaat nyata, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga kemanusiaan dan sosial. Suasana pembagian berlangsung tertib dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, acara juga diisi dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH Miftah Faridl.
Pesan inspiratif
Pembangunan SDIT Tazkiya diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, berkarakter, dan peduli sesama. Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga sosial, guru, serta masyarakat, SDIT Tazkiya optimistis menjadi bagian dari ikhtiar mencetak generasi masa depan yang lebih baik.
Informasi seputar olahraga Nasional, Jawa Barat dan Persib, kunjungi : https://sportsjabar.com/
(*)

.jpg)

%20(2).jpg)
Social Media