Ringkasan Artikel
Forum Ekonomi Kreatif (FEKRAF) Kabupaten Bandung Barat resmi melantik pengurus periode 2024–2029 di Hotel Hive, Kota Baru Parahyangan, Kamis (6 Februari 2026). FEKRAF hadir sebagai wadah kolaborasi bagi anak muda untuk mengembangkan ide, kreativitas, dan potensi ekonomi kreatif yang selama ini belum tergarap maksimal.
Didominasi generasi muda, FEKRAF diharapkan menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan berproses bersama melalui program pelatihan, inkubasi, serta kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah pun menilai kehadiran FEKRAF sangat strategis dalam menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat identitas kreatif Bandung Barat menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
satuspirit.my.id - Kabupaten Bandung Barat (KBB) bukan cuma kaya alam, tapi juga kaya ide. Dari desa sampai kota, dari konten digital sampai usaha kreatif rumahan, potensi anak mudanya bertebaran di mana-mana. Sayangnya, selama ini banyak ide bagus yang cuma berhenti di kepala bukan karena kurang bakat, tapi karena bingung harus mulai dari mana.
Di titik itulah Forum Ekonomi Kreatif (FEKRAF) Kabupaten Bandung Barat hadir sebagai jawaban.
Baru-baru ini, pengurus FEKRAF KBB periode 2024–2029 resmi dilantik di Kota Baru Parahyangan, Kamis (6 Februari 2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, disaksikan jajaran Disparbud KBB serta berbagai unsur komunitas kreatif. Untuk periode ini, Adi Chandra Wiraatmaja dipercaya menahkodai FEKRAF KBB.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, ini adalah titik start dari tanggung jawab besar: menjadikan kreativitas anak muda sebagai kekuatan nyata untuk pembangunan daerah.
Salah satu pengurus FEKRAF dari bidang inkubasi, pelatihan, dan pengembangan kapasitas Neng Mustika Pratiwi, mengungkapkan bahwa proses terpilihnya pengurus tidak instan. Dimulai dari pendaftaran online yang dibuka selama tiga hari, ratusan pendaftar masuk. Setelah disaring, 40 orang lolos tahap wawancara, hingga akhirnya terpilih sekitar 20 orang pengurus inti.
“Harapannya, FEKRAF benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak muda. Kami ingin FEKRAF jadi tempat belajar, bertumbuh, dan berproses buat siapa pun yang punya ide tapi belum tahu harus mulai dari mana,” ujarnya pada redaksi.
Menurut Tiwi, sapaannya, kreativitas hari ini bukan cuma soal karya, tapi juga soal solusi, inovasi, dan keberanian mencoba. Karena itu, FEKRAF ingin menjadi wadah yang inklusif: tempat berbagi, pelatihan relevan dengan zaman, sekaligus membangun jejaring yang kuat.
Bandung Barat punya wilayah luas dengan karakter anak muda yang beragam. Banyak potensi kreatif yang selama ini belum tersentuh karena minim akses, pendampingan, atau ekosistem yang mendukung. FEKRAF ingin hadir sebagai jembatan.
Ke depan, FEKRAF KBB menargetkan pemetaan potensi kreatif anak muda di berbagai wilayah, program pelatihan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor mulai dari komunitas, sekolah, pelaku usaha, hingga pemerintah.
Tujuannya jelas: agar kreativitas tidak hanya muncul, tapi juga tumbuh, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan.
Dukungan Penuh dari Bupati
Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, menegaskan bahwa kehadiran FEKRAF sangat strategis bagi masa depan daerah.
“Pelantikan pengurus FEKRAF ini menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk turut berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Ke depan, kita harus duduk bersama, berkolaborasi, dan memikirkan langkah nyata demi kemajuan Bandung Barat,” ujarnya.
Menurut Bupati, ekonomi kreatif bukan hanya soal usaha, tapi juga identitas. Sektor ini mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Bandung Barat punya potensi besar, tapi masih banyak yang belum tahu bagaimana mengembangkan kreativitasnya. Di sinilah FEKRAF berperan dan dibutuhkan. Kehadirannya sangat strategis untuk bersinergi dengan para pelaku ekonomi kreatif,” ucapnya.
Gaspol Pelan-Pelan, Tapi Konsisten
Bagi FEKRAF, pesan inspiratif untuk anak muda Bandung Barat sederhana tapi dalam: jalan dulu, coba dulu. Dari proses itu, peluang akan muncul. Kreatif itu bukan harus sempurna di awal, tapi berani mulai.
Dengan mayoritas pengurus dari generasi muda yang visioner, FEKRAF KBB diharapkan menjadi ruang tunggu bersama tempat belajar, berkolaborasi, dan menciptakan masa depan Bandung Barat yang lebih kreatif, berdaya saing, dan membumi.
“Kesempatan itu kadang datang setelah kita mulai melangkah. Kreatif itu bukan cuma soal seni, tapi juga soal solusi, inovasi, dan keberanian untuk mencoba,” tandas Tiwi seraya tersenyum.
Informasi seputar olahraga Nasional, Jawa Barat dan Persib, kunjungi : https://sportsjabar.com/
(*)


Social Media