BLANTERORIONv101

Belajar Berbagi di Ramadan, Puluhan Siswa SDIT Cahaya Qurani Turun ke Jalan Bagikan Takjil

12 Maret 2026

Bagi takzil sdit cahaya qurani
Para siswa dan guru SDIT Cahaya Qurani Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat berfoto bersama sebelum kegiatan berbagi takjil kepada para pengendara di bulan suci Ramadan 1447 H.

Satuspirit - Suasana sore di bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, tampak berbeda di depan SDIT Cahaya Qurani yang berada di Jalan Babakan Tarogong, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Puluhan siswa berseragam dengan wajah penuh semangat berdiri di pinggir jalan sambil membawa paket takjil untuk dibagikan kepada para pengendara dan pejalan kaki yang melintas.

Sekitar 60 hingga 70 siswa kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 turut ambil bagian dalam kegiatan berbagi takjil tersebut. Dengan didampingi para guru dan orang tua, generasi Islami ini tampak antusias menawarkan makanan berbuka kepada pengguna jalan.

Di antara anak-anak yang ikut berbagi, terlihat dua siswa kelas 2 bernama Rafan dan Rafana yang begitu bersemangat. Dengan mengenakan kopiah hitam, Rafan tampak percaya diri menawarkan takjil kepada para pengendara.

“Senang sekali bisa beri takjil buat yang puasa,” ujar Rafan singkat sambil tersenyum.

Kegiatan berbagi takjil ini sendiri telah dipersiapkan sejak setelah salat Asar sekitar pukul 15.30 WIB. Para guru dan pembimbing menyiapkan area pembagian dengan membentangkan benang rafia sebagai pembatas agar kegiatan tetap aman mengingat lalu lintas kendaraan yang cukup ramai.

Para orang tua siswa juga terlihat hadir mendampingi anak-anak mereka. Sebagian mengabadikan momen tersebut melalui foto maupun video menggunakan ponsel mereka.

Pelaksanaan pembagian takjil dilakukan secara bergiliran. Siswa kelas 1 dan kelas 2 lebih dulu membagikan takjil kepada para pengendara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan oleh siswa kelas 3 yang tak kalah antusias mengikuti kegiatan berbagi di bulan Ramadan tersebut.

Salah seorang orang tua siswa, Bu Niza, mengaku bangga melihat anak-anak belajar berbagi sejak dini.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial pada anak-anak, terutama di bulan suci Ramadan.

“Kami sebagai orang tua tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini. Menginspirasi. Anak-anak jadi belajar berbagi dan peduli kepada sesama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu guru bersama Nurhalimah, mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Ramadan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa sejak dini.

“Alhamdulillah kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Ramadan. Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak bisa belajar berbagi, peduli kepada sesama, dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar,” katanya.

Ia pun berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan dan berkembang di tahun-tahun mendatang.

Kegiatan berbagi takjil tersebut juga tidak lepas dari dukungan para orang tua siswa. Takjil yang dibagikan kepada para pengendara dan pejalan kaki merupakan hasil kontribusi para orang tua yang secara sukarela menyumbangkan makanan berbuka puasa bagi kegiatan tersebut. Dukungan ini menjadi bentuk kebersamaan antara pihak sekolah dan orang tua dalam menanamkan nilai kepedulian serta semangat berbagi kepada anak-anak sejak dini.

Kegiatan berbagi takjil yang telah dilaksanakan selama beberapa hari tersebut rencananya akan ditutup pada hari Jumat (13 Maret 2026) dengan kegiatan buka puasa bersama yang diikuti para siswa kelas besar yakni kelas 4 sampai kelas 6, guru, serta orang tua. Acara penutupan juga akan dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah sebagai bentuk kebersamaan dan syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan ini.

(*)







Komentar