Ringkasan Artikel
Bazaar Ramadan Alam Sanggar Indah resmi dibuka pada Sabtu (21 Februari 2026) dengan melibatkan hampir 200 pelaku UMKM, mayoritas kuliner. Untuk pertama kalinya, kegiatan ini dikelola langsung oleh Forum Alam Sanggar Indah yang melibatkan seluruh RT dan RW di perumahan tersebut.
Acara launching berlangsung meriah dengan prosesi gunting pita yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, developer, serta tokoh masyarakat. Selain sebagai pusat ekonomi warga selama Ramadan, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial berupa santunan kepada 36 anak yatim dan penyandang disabilitas berupa sembako, sarung, dan bantuan uang tunai.
Antusiasme pengunjung datang tidak hanya dari lingkungan perumahan, tetapi juga dari berbagai wilayah sekitar. Bazaar ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekaligus menjadi ruang kebersamaan selama bulan suci Ramadan.
satuspirit.my.id — Ramadan selalu datang membawa kehangatan, bukan hanya di dalam rumah, tetapi juga di ruang-ruang kebersamaan warga. Di Perumahan Alam Sanggar Indah yang berada di perbatasan Desa Citapen dan Tanjungwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, suasana itu terasa begitu hidup.
Untuk pertama kalinya, warga melalui Forum Alam Sanggar Indah menyelenggarakan Bazaar Ramadan yang berlangsung penuh selama satu bulan. Bukan sekadar tempat berburu takjil, bazaar ini menjadi ruang silaturahmi, penggerak ekonomi, sekaligus wadah kepedulian sosial.
Ratusan tenda tegap berdiri, aroma kuliner menyeruak, dan tawa pengunjung memenuhi area bazaar saat acara pembukaan digelar Sabtu (21 Februari 2026). Gunting pita dilakukan oleh Camat Kecamatan Cihampelas, disaksikan unsur TNI (Koramil)-Polri (Polsek) developer, tokoh masyarakat, serta warga yang memadati lokasi.
Yang membuatnya istimewa, tahun ini bazaar dikelola secara terorganisir oleh forum warga yang melibatkan seluruh potensi lingkungan mulai dari RW 10, RW 12, hingga RW 13.
Hampir 200 UMKM Ikut Berpartisipasi
Jika tahun-tahun sebelumnya jumlah pedagang signifikan, kali ini jumlahnya melonjak hingga mendekati 200 stan.
Sebagian besar merupakan pelaku UMKM lokal yang menjajakan beragam kuliner berbuka puasa, dari jajanan tradisional hingga menu kekinian.
Wakil Ketua Forum Alam Sanggar Indah, Sertu TNI AU, Asep Misdiantoro, mengatakan pengelolaan yang lebih rapi menjadi kunci meningkatnya partisipasi pedagang dan kenyamanan pengunjung.
“Tahun ini semuanya kami organisir. Pedagang dikumpulkan, diundi penempatan lapaknya supaya adil dan tidak berebut. Alhamdulillah sekarang lebih tertata dan pengunjung juga merasa nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, perluasan area bazaar juga berhasil mengurangi kemacetan yang sebelumnya sering terjadi di kawasan tersebut.
“Dulu macetnya cukup parah, sekarang Alhamdulillah hanya sebentar saja. Lahan parkir lebih luas, area jualan juga tidak sesak.” tambahnya.
Bazaar ini tidak hanya berorientasi ekonomi. Seluruh keuntungan kegiatan dikelola untuk kepentingan sosial masyarakat.
Forum yang menaungi kegiatan tersebut bekerja secara sukarela tanpa honor.
“Forum ini murni sosial, tidak ada gaji atau honor. Hasil bazaar dikembalikan ke masyarakat, untuk kegiatan sosial, santunan, bantuan masjid, hingga layanan ambulans gratis,” jelas Asep.
Ia menambahkan, keberadaan bazaar memberi kesempatan bagi warga untuk merasakan manfaat langsung dari aktivitas ekonomi di lingkungan mereka sendiri.
Santunan untuk 36 Anak Yatim dan Disabilitas
Nuansa haru mewarnai pembukaan bazaar ketika 36 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima santunan berupa paket sembako, sarung, serta bantuan uang tunai.
Kegiatan santunan berlangsung di Masjid Al-Muhajirin sebelum acara gunting pita bazaar.
Menurut Asep, kepedulian terhadap anak yatim menjadi salah satu alasan utama forum berdiri.
“Ramadan adalah bulan kemenangan. Tapi tidak semua anak bisa merasakan kebahagiaan yang sama karena kehilangan orang tua. Kami ingin mereka tetap merasakan perhatian dan kebahagiaan,” katanya.
Forum berencana menjadikan santunan ini sebagai program rutin setiap tiga bulan.
Apresiasi dari Pemerintah dan Aparat
Camat Kecamatan Cihampelas, Agus Rusdianto, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat.
Selain mempererat silaturahmi, bazaar juga dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga forum ini terus menjadi wadah kebaikan dan menghadirkan kegiatan sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.
Perwakilan Polsek menambahkan bahwa keberadaan pasar Ramadan dapat membantu menekan aktivitas negatif remaja selama bulan puasa, asalkan pengelolaan keamanan dan parkir tetap dijaga.
"Kami berharap kegiatan ini berjalan aman dan tertib, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Danramil Cililin, Kapten Inf Arif Fahrudin, menilai kegiatan tersebut sebagai contoh pengelolaan potensi warga yang baik.
"Kegiatan ini luar biasa karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Semoga bisa terus berlangsung setiap tahun,” harapnya.
Pesan Inspiratif
Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama. Tidak hanya warga sekitar, banyak masyarakat dari luar kawasan turut datang untuk berburu takjil maupun sekadar menikmati suasana Ramadan.
Bagi warga Alam Sanggar Indah, bazaar ini bukan hanya soal jual beli, tetapi tentang kebersamaan yang tumbuh dari kepedulian.
Di antara senyuman dan hiruk pikuk transaksi, terselip pesan sederhana: Ramadan menjadi indah ketika kebahagiaan dirasakan bersama.
(*)



Social Media