![]() |
Satuspirit – Setelah vakum, pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Cihampelas akhirnya kembali digelar. Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa, guru, hingga pihak madrasah yang memang sudah lama menantikan ajang penyaluran bakat tersebut.
Ketua panitia Porseni MI Kecamatan Cihampelas, Apendi, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil musyawarah bersama, meskipun dalam pelaksanaannya masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi anggaran dan fasilitas.
“Ini memang sudah lama ditunggu-tunggu. Walaupun kondisi anggaran tiap madrasah berbeda, alhamdulillah kegiatan ini tetap bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski jadwal kegiatan cukup padat dan beririsan dengan agenda akademik seperti ujian, pelaksanaan Porseni tetap berjalan tanpa mengganggu proses belajar siswa.
“Alhamdulillah tidak mengganggu pembelajaran. Justru anak-anak sangat antusias sejak diumumkan dari bulan Maret,” tambahnya.
Apendi juga menyoroti kondisi fasilitas yang belum merata, terutama bagi madrasah di wilayah pelosok. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk tetap berprestasi.
“Banyak anak yang latihannya di tempat seadanya, bahkan di lapangan terbuka. Tapi saat diberikan fasilitas yang lebih baik, mereka bisa beradaptasi dan menunjukkan kemampuan luar biasa,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar ke depan fasilitas olahraga dan seni bisa lebih memadai, sehingga potensi siswa bisa berkembang maksimal.
Dalam Porseni kali ini, terdapat berbagai cabang lomba baik di bidang seni maupun olahraga.
Untuk bidang seni dan keagamaan meliputi:
MTQ
MTH
Kaligrafi
Qasidah
Pildacil
Calistung
Sementara untuk olahraga di antaranya:
Futsal
Bola voli
Bulu tangkis
Tenis meja
Atletik
“Walaupun madrasah identik dengan agama, tapi kita tetap dorong keseimbangan. Anak-anak harus sehat lahir dan batin,” tegasnya.
Jadi Ajang Seleksi ke Tingkat Lebih Tinggi
Lebih dari sekadar perlombaan, Porseni juga menjadi ajang seleksi untuk mencari bibit unggul yang akan mewakili ke tingkat Kabupaten Bandung Barat, bahkan hingga provinsi.
“Ini bagian dari persiapan juga untuk ajang yang lebih besar seperti OSN. Jadi anak-anak sudah punya bekal dan pengalaman bertanding,” kata Apendi.
Ia menambahkan, cabang olahraga seperti voli dan futsal menjadi yang cukup diunggulkan, mengingat sebelumnya pernah meraih prestasi hingga tingkat kabupaten.
Tuan Rumah: Persiapan Maksimal Meski Waktu Mepet
Sementara itu, tuan rumah kegiatan dari MI Mande Al-Mukhtariyah, Hj. Nina Maemunah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa seluruh panitia telah bekerja keras sejak awal demi suksesnya acara ini.
“Walaupun sempat hujan dan persiapan dilakukan sampai malam hari, alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa jumlah peserta terus meningkat dibanding tahun sebelumnya, dengan hampir seluruh madrasah mengirimkan delegasi terbaiknya.
Di akhir, panitia memberikan pesan kepada seluruh peserta agar tetap semangat, apapun hasil yang didapatkan.
“Tidak semua bisa jadi juara, tapi pengalaman dan keberanian tampil itu yang paling penting. Dari sini mental dan potensi anak akan terbentuk,” tutupnya.
(*)




Social Media