Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bukan Sekadar Setor Susu, KPSBU Lembang Perkuat Peternak hingga Urusan Limbah Sapi

Kamis, 24 September 2026 | 18:52 WIB
Ketua KPSBU Lembang Drs. Dedi Setiadi, S.P., bersama Kepala Desa Sukajaya Asep Jembar dan jajaran Satgas Citarum Harum serta sejumlah pengurus KPSBU Lembang dalam kegiatan silaturahmi pengurus, pengawas dan anggota KPSBU Lembang di Aula Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (24/9/2026).

Saruspirit – Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang terus memperkuat kedekatan dengan para anggotanya. Bukan hanya dalam urusan produksi dan pelayanan susu, koperasi juga mendorong peternak untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan serta mengolah limbah ternak agar memiliki nilai manfaat.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan silaturahmi pengurus, pengawas dan anggota KPSBU Lembang, yang dirangkai dengan penyuluhan dan pelatihan hygiene dan sanitasi dalam beternak sapi perah di Aula Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (24 September 2026).

Ketua KPSBU Lembang, Drs. Dedi Setiadi, S.P., mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut merupakan salah satu program koperasi yang diputuskan melalui rapat anggota.

Menurutnya, pertemuan dengan anggota menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai organisasi, pelayanan koperasi, peningkatan produksi dan kualitas susu, hingga persoalan lingkungan.

“Tujuannya memberikan informasi mengenai organisasi dengan berbagai kegiatan, ditambah informasi dari kepala desa sampai Satgas Citarum Harum,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, hubungan antara koperasi dan anggota diupayakan tidak sebatas urusan produksi susu. KPSBU juga ingin membangun komunikasi yang dekat sehingga anggota dapat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Yang paling penting adalah ada kedekatan antara kita dengan anggota. Tidak ada sekat, mereka bisa ngomong apa saja, bisa menyampaikan apa saja. Selama kita bisa melakukan yang terbaik, kita akan lakukan yang terbaik,” katanya.

KPSBU Lembang saat ini memiliki sekitar 3.500 anggota aktif. Para anggota tersebar di wilayah pelayanan koperasi, terutama Kecamatan Lembang, dengan sebagian lainnya berada di wilayah sekitar seperti Cisarua dan Parongpong.

Selain kegiatan silaturahmi dalam jumlah besar, KPSBU juga melakukan berbagai kegiatan di tingkat kelompok peternak.

Koperasi juga memiliki kegiatan sosial bagi anggota. Ketika ada anggota yang sakit, meninggal dunia maupun mengalami kecelakaan, pengurus dan koperasi turut memberikan perhatian.

Keberadaan koperasi juga memberikan manfaat langsung bagi kehidupan ekonomi peternak.

Salah satunya melalui pelayanan kebutuhan pokok. Anggota dapat memenuhi kebutuhan sembako melalui sistem pembayaran yang kemudian diperhitungkan atau dipotong ketika pembayaran hasil susu dilakukan setiap periode 15 hari.

Pelayanan tersebut bahkan diupayakan diantar ke tempat anggota sehingga memudahkan peternak dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Untuk menjadi anggota koperasi, salah satu persyaratan yang diterapkan adalah memiliki sedikitnya dua ekor sapi perah.

Dengan pola tersebut, koperasi tidak hanya menjadi tempat peternak menyerahkan hasil susu, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari anggota.

“Ini dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Susunya, pelayanan dilakukan oleh koperasi dan itu merupakan sebuah kolaborasi,” kata Dedi.

Kotoran Sapi Jangan Berakhir di Sungai

Persoalan lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pengelolaan kotoran ternak.

Dedi mendorong para peternak agar tidak membuang limbah ternak secara sembarangan, terutama ke sungai. Sebaliknya, limbah sapi dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi maupun manfaat bagi pertanian.

Di antaranya sebagai pupuk organik, biogas dan berbagai bentuk pemanfaatan lainnya.

Menurut Dedi, jika dikelola dengan baik, sesuatu yang selama ini dianggap limbah justru dapat menjadi sumber manfaat.

Ia berharap kesadaran anggota semakin meningkat, baik dalam menjaga kebersihan kandang maupun lingkungan sekitar.

“Semoga semua semakin bersemangat, anggota juga semakin tertib dan tidak membuang kotoran ke sungai. Kotoran hewan bisa diolah menjadi pupuk dan lain-lain, sehingga sampah ini menjadi berkah,” tuturnya.

Kades Sukajaya: Peternakan Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan peternak sapi di wilayahnya memiliki sisi ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.

Ia mengatakan sebagian masyarakat sudah memanfaatkan limbah ternak untuk kebutuhan pertanian, pupuk organik, biogas hingga pemanfaatan lainnya.

“Sebagian sudah memanfaatkan untuk lahan pertaniannya sebagai pupuk organik, juga untuk biogas dan lainnya,” ujar Asep.

Menurutnya, pemerintah desa mendorong agar pengelolaan limbah tersebut semakin baik sehingga keberadaan peternakan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Asep juga melihat peternakan sebagai salah satu bentuk kemandirian ekonomi masyarakat.

Peternak, kata dia, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri, tetapi dalam skala tertentu juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Ini suatu keberhasilan, karena warga Desa Sukajaya juga banyak peternak sapinya. Mereka tidak membebankan kepada pemerintah desa untuk meminta pekerjaan, tetapi sudah bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.

Meski demikian, Asep mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, terutama terkait pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan.

Karena itu, ia berharap adanya kolaborasi antara pemerintah desa, para peternak, KPSBU Lembang dan Satgas Citarum Harum dapat terus diperkuat.

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Manfaat ekonomi dari peternakan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan.

“Jangan menilai dari satu sudut pandang saja. Sisi positifnya ada, tetapi sisi negatifnya juga harus kita benahi,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, dapat memperkuat upaya menjaga keamanan serta kebersihan lingkungan di kawasan peternakan.

Reporter: Muhammad Rafa

Editor: Restu Nugraha

(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update