![]() |
| Oh In-kyun, pemain Persib 2018, bangga kemenangan mengalahkanFC Seoul di ajang ACL Two. |
Satuspirit - Ada hubungan yang rupanya tidak selesai ketika seorang pemain meninggalkan klub.
Hal itu tergambar dari sosok Oh In-kyun, mantan gelandang asal Korea Selatan yang pernah mengenakan seragam Persib pada musim 2018.
Ketika Persib datang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul dalam laga perdana Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/27, Oh In-kyun kembali mendekat kepada klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Bukan hanya datang menyaksikan pertandingan. Sebelum laga, ia lebih dulu memberikan gambaran mengenai kekuatan FC Seoul kepada Persib.
Pengalamannya memahami karakter sepak bola Korea membuat masukan In-kyun cukup sangat berharga bagi tim berjulukan Maung Bandung ini.
Ia mengingatkan bahwa FC Seoul memiliki pemain berkualitas di sisi kiri dan kanan, mampu memanfaatkan ruang di antara lini pertahanan, serta mempunyai penyerang yang kuat secara fisik.
Karena pertandingan dimainkan di Korea Selatan, In-kyun menyarankan Persib tidak terburu-buru bermain terbuka.
“Saya pikir Persib harus punya pertahanan yang bagus dulu, baru tampil menyerang. Karena kalau dari babak pertama bermain terbuka, stamina bisa habis,” ujarnya.
Pesan itu kemudian mendapatkan pembuktian di lapangan. Persib bertahan.
Dan akhirnya mampu menundukkan FC Seoul 1-0 melalui gol cepat Julio Cesar pada menit kelima.
Setelah itu, perjuangan Pangeran Biru berubah menjadi pertarungan mempertahankan keunggulan di tengah tekanan tuan rumah.
Tim kesayangan warga Jabar itu bertahan disiplin hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang tiga poin dari Seoul.
Bagi In-kyun, kemenangan tersebut tentu memiliki rasa berbeda.
Ia datang bukan sebagai bagian dari skuad Persib, tetapi sebagai seseorang yang pernah merasakan langsung bagaimana rasanya mengenakan jersey Maung Bandung.
Dalam tulisannya di Instagram pribadinya, In-kyun mengungkapkan kebanggaannya pernah menjadi bagian dari Persib.
Ia juga mengaku masih memiliki teman lama serta anggota staf yang bekerja di klub tersebut. Karena itu, kesempatan menyaksikan langsung pertandingan Persib di Korea menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mengharukan.
Ada satu bagian dari ungkapan In-kyun yang menarik.
Ia melihat Persib saat ini sudah berkembang dibandingkan ketika dirinya masih bermain.
Menurutnya, Persib sekarang memiliki pemain-pemain yang lebih berbakat dan berkualitas. Ia juga melihat Maung Bandung telah menjadi tim yang kuat dan terorganisasi dengan baik.
Penilaian itu terasa semakin menarik karena datang dari seseorang yang pernah berada di dalam ruang ganti Persib.
In-kyun tidak hanya melihat hasil pertandingan. Ia juga melihat bagaimana klub yang pernah menjadi rumahnya berkembang dari waktu ke waktu.
Bobotoh yang Membuatnya Terharu
Ada hal lain yang membuat In-kyun tersentuh: perjalanan Bobotoh ke Korea Selatan.
Ia melihat langsung bagaimana kecintaan suporter Persib tidak berhenti ketika tim bermain jauh dari Bandung.
Perjalanan dari Indonesia ke Korea tentu membutuhkan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Bagi In-kyun, hal itu menjadi gambaran betapa besar kecintaan Bobotoh kepada Persib.
Ia mengaku sulit membayangkan seseorang melakukan perjalanan sejauh itu tanpa memiliki semangat yang luar biasa terhadap klub.
Karena itulah, ia memberikan apresiasi kepada Bobotoh yang datang langsung ke Seoul.
Dan di tengah suasana itulah, seorang mantan pemain Persib kembali menemukan alasan mengapa klub tersebut pernah begitu berarti dalam perjalanan hidupnya.
Penulis: Restu Nugraha
Sumber dan Foto: inkyunreal85
(*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar