Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Habis Kontra Nepal, Jepang Sudah Menunggu: Misi Timnas Voli Putri Indonesia Dimulai

Rabu, 16 September 2026 | 13:19 WIB
Timnas bola voli putri Indonesia bersiap menghadapi persaingan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Srikandi Merah Putih mengawali perjuangan dengan menghadapi Nepal sebelum menantang tuan rumah Jepang.

Satuspirit- Timnas bola voli pitri Indonesia bersiap memulai perjuangannya di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Srikandi Merah Putih akan mengawali kiprah di Pool A dengan menghadapi Nepal pada Kamis, 17 September 2026.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Park Arena Komaki, Aichi, mulai pukul 17.20 WIB. Sehari berselang, Indonesia langsung menghadapi tantangan berbeda ketika berjumpa tuan rumah Jepang pada Jumat, 18 September 2026. 

Dengan hanya tiga tim di Pool A, Indonesia, Nepal, dan Jepang, setiap pertandingan adalah poin. Dua tim teratas dari masing-masing pool berhak melaju ke babak perempat final.

Pertemuan dengan Nepal menjadi kesempatan bagi skuad asuhan Marcos Sugiyama untuk membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi Jepang.

Namun, pertandingan tetap membutuhkan konsentrasi penuh. Status lawan dan catatan peringkat tidak boleh membuat pemain kehilangan fokus. Pertandingan harus diselesaikan dengan permainan yang disiplin sejak servis pertama.

Daya gedor Indonesia akan bertumpu antara lain pada outside hitter Ersandrina Devega dan Medi Yoku. Keduanya diharapkan mampu menjadi sumber poin melalui serangan dari sisi lapangan.

Di posisi opposite terdapat Khanza Putri Yansi dan Azzahra Dwi Febyane, sementara sektor setter diisi Arneta Putri Amelian dan Ajeng Nur Cahaya.

Sementara itu, lini tengah diperkuat Chelsea Berliana, Maradanti Namira dan Geofanny Eka, dengan Indah Guretno sebagai libero. Komposisi tersebut merupakan 12 pemain yang dipanggil PBVSI untuk Asian Games 2026.

Pertandingan pertama juga menjadi momentum penting bagi Marcos Sugiyama untuk menunjukkan hasil evaluasi dari berbagai turnamen sebelumnya.

Indonesia sebelumnya menjalani rangkaian agenda, mulai dari AVC Cup, SEA V Cup, AVC Continental hingga pertandingan uji coba menghadapi Korea Selatan. Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menyebut persiapan tersebut telah dilakukan secara bertahap dan panjang. 

Pengalaman tersebut kini harus diterjemahkan menjadi permainan yang lebih konsisten.

Servis, receive, block, defense, variasi serangan hingga rotasi pemain menjadi elemen penting. Terlebih, setelah menghadapi Nepal, Indonesia hanya memiliki waktu satu hari sebelum bertemu Jepang.

Jepang Menanti Sehari Kemudian

Jika laga pertama menjadi pembuka perjalanan, Jepang adalah tantangan berikutnya yang langsung menunggu.

Pertandingan Indonesia kontra Jepang dijadwalkan pada 18 September pukul 17.20 WIB di venue yang sama. Jepang merupakan tuan rumah dan menjadi satu-satunya lawan Indonesia di Pool A selain Nepal.

Situasi tersebut membuat dua pertandingan fase grup memiliki karakter berbeda. Indonesia perlu menjaga fokus saat menghadapi Nepal sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Jepang.

Karena hanya dua tim yang lolos dari Pool A ke perempat final, hasil setiap pertandingan akan menentukan posisi akhir grup.

PBVSI sendiri telah menetapkan target bagi timnas voli putri indoor Indonesia untuk menembus lima besar Asian Games 2026.

Target tersebut disampaikan Imam Sudjarwo ketika melepas timnas voli putri di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, 13 September 2026.

Imam menyebut persiapan tim sudah dilakukan sejak berbagai kompetisi sebelumnya dan berharap pengalaman tersebut menjadi modal menghadapi Asian Games. 

Artinya, perjalanan Indonesia tidak berhenti pada pertandingan melawan Nepal. Jika mampu melewati fase grup, tantangan akan semakin berat di babak gugur.

Kesempatan Membuktikan Perkembangan

Asian Games menjadi panggung penting bagi para pemain Indonesia, terutama setelah perjalanan panjang sepanjang 2026.

Bagi pemain senior, pengalaman menjadi modal untuk menjaga ketenangan dalam situasi sulit. Sementara bagi pemain yang lebih muda, turnamen ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level Asia.

Kunci berikutnya ada pada kemampuan tim menjaga konsistensi. Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan satu atau dua pemain untuk menghasilkan angka. Permainan kolektif harus berjalan, mulai dari receive pertama hingga penyelesaian serangan.

Arneta dan Ajeng dituntut mampu membaca permainan dan memberikan umpan yang variatif. Middle blocker harus aktif membuka peluang melalui quick attack sekaligus memperkuat pertahanan di depan net.

Di belakang, Indah Guretno menjadi bagian penting dalam menjaga pertahanan dan menghidupkan kembali bola-bola sulit.

Penulis: Restu Nugraha

(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update