![]() |
satuspirit my.id - PT Dwi Nawasena Jaya merupakan perusahaan jasa alih daya (outsourcing) yang berkomitmen menjadi mitra strategis bagi berbagai instansi, lembaga, dan perusahaan di Indonesia. Berdiri dengan landasan profesionalisme dan integritas, perusahaan ini fokus menyediakan layanan jasa pengamanan (security), pengolahan sampah, serta cleaning service yang andal dan berkelanjutan.
Perusahaan meyakini bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Karena itu, PT Dwi Nawasena Jaya menerapkan standar tinggi dalam setiap proses kerja, mulai dari rekrutmen, pendidikan dan pelatihan (Diklat), hingga penempatan serta pembinaan SDM di lapangan.
Khusus pada layanan jasa security, PT Dwi Nawasena Jaya menitikberatkan pada kedisiplinan, keterampilan, dan etika kerja personel. Setiap anggota dibekali pelatihan dasar serta penguatan skill agar mampu menjalankan tugas pengamanan secara profesional, baik di kawasan industri, perkantoran, maupun fasilitas umum.
Sementara di sektor pengolahan sampah dan cleaning service, perusahaan hadir sebagai bagian dari solusi lingkungan, dengan pendekatan kerja yang terstruktur, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebersihan serta kenyamanan area kerja klien.
Komitmen tersebut juga disampaikan langsung oleh Supriadi, yang akrab disapa Pak Jeck, anggota PT Dwi Nawasena Jaya yang beralamat di Jalan Baros Nomor 7, Kota Cimahi, Jawa Barat, saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama DPD Kujang Pajajaran Kota Bandung.
“Hari ini alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi dengan DPD Kujang Kota Bandung. Saya hadir sebagai calon anggota sekaligus mewakili PT Dwi Nawasena Jaya yang bergerak di bidang pengamanan dan penanggulangan sampah,” ujar Supriadi.
Ia menjelaskan, hingga saat ini PT Dwi Nawasena Jaya telah memiliki kekuatan personel di beberapa titik, dengan komposisi anggota yang inklusif.
“Di Sarwa Mukti kami sudah sekitar 60 anggota, di TPA Bogor juga sekitar 60 anggota, sementara di Summarecon Gedebage masih terbatas, sekitar 17 anggota. Untuk gender, kami tidak membedakan, pria dan wanita membaur sesuai kebutuhan pengamanan,” jelasnya.
Menurut Supriadi, secara umum sistem pengamanan di berbagai lembaga memiliki kesamaan. Namun, PT Dwi Nawasena Jaya menaruh perhatian lebih pada peningkatan skill dan kedisiplinan anggota.
“Visi misi dan protap keamanan pada dasarnya sama, tapi yang kami dorong adalah skill anggota. Sebelum terjun ke lapangan, anggota kami dididik melalui Diklat dasar dulu,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa perusahaan tetap menerapkan persyaratan dasar keamanan, namun disesuaikan dengan kebijakan internal dan kebutuhan lapangan.
“Syarat seperti tinggi badan, berat badan, identitas, dan domisili tetap ada. Tapi kami juga fleksibel, disesuaikan dengan penempatan. Yang terpenting adalah kesiapan kerja dan kedisiplinan,” ungkapnya.
Dalam praktik di lapangan, tantangan tentu tak terelakkan, mulai dari miskomunikasi dengan warga hingga dinamika dengan aparat. Namun, Supriadi menegaskan bahwa pendekatan kekeluargaan menjadi prinsip utama perusahaan.
“Namanya kerja lapangan pasti ada dinamika. Tapi alhamdulillah kami selalu mengedepankan komunikasi dan kekeluargaan,” ujarnya.
Terkait pertemuan dengan DPD Kujang Pajajaran Kota Bandung, Supriadi menilai kegiatan tersebut sangat positif dan membuka ruang sinergi ke depan.
“Kami dapat silaturahmi, dapat ilmu, dan pengalaman dari rekan-rekan semua. Harapannya, nilai silaturahmi ini terus terjaga dan bisa berkembang ke arah kolaborasi yang lebih luas,” pungkasnya.
Dengan mengedepankan kualitas layanan, fleksibilitas, serta semangat kemitraan, PT Dwi Nawasena Jaya terus berupaya menjadi perusahaan outsourcing yang dipercaya dan mampu memberikan nilai tambah nyata bagi mitra kerja maupun masyarakat.
(*)


Social Media