BLANTERORIONv101

Irigasi Jadi Keluhan Lama Petani Cihampelas, Normalisasi 5 Kilometer Mulai Dijalankan

6 Januari 2026

Normalisasi irigasi


satuspirit my.id - Permasalahan irigasi di wilayah Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bukan persoalan baru. Keluhan para petani sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi isu krusial bagi keberlangsungan pertanian, terutama padi sawah, yang menjadi mata pencaharian utama warga di sejumlah desa.

Ketua Korcam, Ahmad Zulbakar NS, mengungkapkan bahwa di setiap desa terdapat beragam kelompok tani (poktan) dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari 9 hingga 11 kelompok. Seluruh poktan tersebut tergabung dalam gapoktan yang selama ini konsisten menyuarakan persoalan irigasi yang tak kunjung tuntas.

“Masalah irigasi ini sudah lama menjadi kendala. Kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan unsur pengairan,” ujar Ahmad Zulbakar.

Sebagai upaya mencari solusi, para petani dan gapoktan sempat dipertemukan langsung dengan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam sebuah pertemuan di Desa Mekarmukti. Dalam forum tersebut, seluruh aspirasi petani disampaikan secara terbuka dan mendapat respons dari pemerintah pusat.

Menurut Ahmad, penanganan irigasi dibagi dalam dua skema. Jangka pendek, dilakukan melalui kompensasi darurat yang telah direalisasikan. Sementara jangka panjang, pemerintah menyiapkan program normalisasi irigasi yang saat ini mulai berjalan secara bertahap.

“Pak Menteri dan jajaran, sudah beberapa kali turun langsung ke lapangan. Proyek ini juga dikawal oleh satgas pusat dan kabupaten,” jelasnya.

Normalisasi irigasi di wilayah Kecamatan Cihampelas mencakup saluran sepanjang sekitar 4 hingga 5 kilometer, dengan lebar dan kedalaman bervariasi, menyesuaikan kondisi lokasi. Rata-rata kedalaman saluran mencapai 1,5 hingga 1,8 meter.

Ahmad Zulbakar menegaskan bahwa pembangunan ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto, yang tidak hanya menitikberatkan pada pertanian, tetapi juga sektor pendukung lain seperti perkebunan, perikanan, dan peternakan.

“Kami ingin ikut menyukseskan program ketahanan pangan. Normalisasi irigasi ini sangat penting agar petani bisa panen optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Sebelum normalisasi berjalan, keluhan petani relatif seragam. Mereka berharap aliran air irigasi lancar, distribusi pupuk tidak tersendat, benih unggul tersedia, serta harga gabah tetap stabil saat panen.

“Petani itu pekerjaannya berat. Kami berharap normalisasi ini benar-benar sesuai harapan, agar kesejahteraan petani meningkat,” ujar Ahmad, yang mengaku berasal dari keluarga petani.

Saat ini, luas lahan pertanian di Kecamatan Cihampelas tercatat sekitar 1.363 hektare, menyusut dari sebelumnya yang mencapai hampir 1.900 hektare akibat alih fungsi lahan.

Meski demikian, para petani berharap pembangunan irigasi yang tengah berjalan dapat menjadi titik balik bagi kebangkitan sektor pertanian di wilayah Bandung Barat, sekaligus menjawab keluhan warga desa yang selama ini merasa belum sepenuhnya tersentuh pembangunan.

(*)

Komentar