BLANTERORIONv101

Setelah 18 Tahun Berdiri, Damkar Bandung Barat Akhirnya Miliki Markas Komando Sendiri

5 Januari 2026

Markas komando damkar kbb
Bupati Bandung Barat H. Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, aparat TNI–Polri, serta personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat berfoto bersama usai peresmian Markas Komando Damkar KBB, sebagai penanda penguatan layanan kebencanaan setelah 18 tahun KBB berdiri.

satuspirit my.id - Setelah 18 tahun Kabupaten Bandung Barat berdiri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar KBB) akhirnya memiliki Markas Komando sendiri. Kehadiran fasilitas ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya dalam penanganan kebakaran dan kondisi darurat di wilayah Bandung Barat yang memiliki cakupan wilayah cukup luas.

Markas Komando Damkar KBB tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Bandung Barat, H. Jeje Ritchie Ismail, Senin, 5 Januari, 2025 disaksikan jajaran Forkopimda, perangkat daerah, serta masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Dra. Siti Aminah, M.Pd, menyebut keberadaan markas ini sebagai buah perjuangan panjang Damkar Bandung Barat.

“Alhamdulillah, setelah 18 tahun Kabupaten Bandung Barat berdiri, akhirnya Damkar KBB memiliki kantor sendiri. Meski belum sepenuhnya sempurna, ini sudah menjadi langkah besar bagi kami,” ujar Siti Aminah.

Ia menjelaskan, pembangunan markas dan penguatan layanan Damkar akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan wilayah dan ketersediaan anggaran. Saat ini, Damkar KBB telah memiliki 7 pos pelayanan, dan pada tahun ini direncanakan penambahan satu pos baru.

“Penambahan pos akan melihat lokasi yang rawan dan strategis. Kami juga memanfaatkan tanah atau gedung milik Pemda yang tidak terpakai sebagai bagian dari efisiensi,” jelasnya.

Menurutnya, pembukaan pos baru harus dibarengi dengan kesiapan personel dan armada. Saat ini, Damkar KBB memiliki 166 personel, sementara kebutuhan ideal mencapai sekitar 350 personel, dengan rasio satu petugas melayani 5.000 penduduk.

“Kami juga masih terbatas armada. Saat ini baru ada 9 unit. Tidak mungkin membuka pos tanpa dukungan mobil pemadam,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat H. Jeje Ritchie Ismail menyampaikan bahwa keberadaan Markas Komando Damkar merupakan pencapaian penting bagi peningkatan pelayanan publik.

“Ini buah pencapaian yang luar biasa. Meski belum 100 persen sempurna, insyaallah akan kita benahi bertahap. Harapannya, tempat baru ini memberi energi baru bagi Damkar untuk bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Jeje.

Ia menegaskan, meskipun terdapat penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab Bandung Barat tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan publik.

“Dengan postur anggaran yang ada, kita tetap memikirkan bagaimana pelayanan publik ini bisa terus berjalan dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Peresmian Markas Komando Damkar KBB ini juga diharapkan menjadi awal penguatan sistem penanggulangan kebakaran yang lebih cepat, responsif, dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

(*)

Komentar