BLANTERORIONv101

Bandung Kembali Bergairah! BIFHEX 2026 Bukti Kuliner Jabar Tak Pernah Mati

11 Februari 2026

2026 bifhex
Antusiasme pengunjung memadati area utama BIFEX 2026 di Bandung. Pameran kuliner ini menghadirkan puluhan stan UMKM dan brand besar.

satuspirit.my.id - Bandung memang tak pernah jauh dari urusan perut. Dari jajanan kaki lima sampai brand besar, semuanya tumbuh subur di kota yang dijuluki surganya kuliner ini. Maka tak heran ketika Bandung International Food & Horeca Expo (BIFHEX) 2026 digelar 10-13 Februari 2026, di Sudirman Suite Grand Ballroom, Kota Bandung, antusiasme publik langsung terasa.

Sebanyak 65 stan dari berbagai brand, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, meramaikan pameran makanan dan minuman terbesar di Jawa Barat ini. Tak sekadar ajang cicip-cicip, BIFHEX menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, supplier, distributor, hingga pemilik toko dan hotel dalam satu ekosistem bisnis yang hidup.

Hingga hari kedua, tercatat lebih dari 1.198 pengunjung hadir. Dengan tiket masuk Rp100 ribu yang berlaku selama empat hari, transaksi yang terjadi pun diperkirakan cukup signifikan. Angka itu menunjukkan satu hal: industri kuliner Bandung masih punya magnet kuat.

Dari Rumah Tangga hingga Hotel

Bagi para pelaku usaha, BIFHEX bukan hanya soal jualan, tapi juga membangun jaringan.

Ratno Heru Tri Wibowo, Sales Manager produk makanan dan kemasan, mengaku pameran ini membuka banyak peluang baru. Ia membawa berbagai produk, mulai dari makanan siap olah hingga kebutuhan pendukung seperti aluminium foil dan kemasan berbahan plastik.

“Melalui pameran ini, kami ingin masyarakat lebih mengenal produk kami. Segmentasinya luas, dari produksi rumahan sampai hotel,” ujarnya.

Menurut Ratno, pengunjung yang datang pun beragam. Ada pelaku usaha kecil, UMKM, hingga customer dari segmen menengah ke atas.

“Responnya bagus. Ada yang langsung pakai untuk produksi rumahan, ada juga dari hotel. Harapannya tentu ke depan bisa lebih berkembang lagi dan menjangkau pasar yang lebih besar,” katanya.

Semangat serupa juga dirasakan Rinita, Owner Rampeyek. Baginya, ikut pameran seperti BIFHEX memberi dampak nyata pada penjualan dan promosi brand.

“Harapannya kami bisa lebih dikenal luas dan menjangkau pasar yang lebih besar lagi,” ucapnya.

Ia mengaku dalam satu hari pameran, omzet bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung keramaian pengunjung. Gadis manis ini mengaku tak minder dengan produk-produk besar karena, produk UMKM binaan Indah Jabar ini punya kualitas dan daya tawar.

“Yang beli macam-macam, ada orang-orang keturunan, emak-emak, dari berbagai kalangan. Banyak manfaatnya ikut pameran seperti ini, apalagi bisa ketemu brand besar dan pelaku usaha lain,” tambahnya.

Lengkap dan Terjangkau, Tapi…

Di sisi lain, suara pengunjung juga memberi warna tersendiri. Yani, salah satu pembeli bahan-bahan kue, menilai pameran ini cukup lengkap dan ramah di kantong.

“Lumayan komplet bahan-bahan kuenya, harganya juga terjangkau. Banyak pilihan,” katanya.

Namun, ia menilai jumlah pengunjung kali ini sedikit berbeda karena waktunya berdekatan dengan bulan Ramadan.

“Mungkin karena mepet ke puasa, jadi pengunjung agak menurun. Biasanya kalau sudah dekat, orang-orang sudah fokus persiapan sendiri,” ujarnya.

Meski begitu, suasana pameran tetap terasa hidup. Demo masak dari chef ternama seperti Chef Yongki, Chef Juna, dan Chef Beng menjadi daya tarik tersendiri. Di main stage, pengunjung berkerumun menyaksikan langsung kreasi hidangan yang dipertontonkan dengan teknik profesional.

Panitia pun memastikan kenyamanan pengunjung dengan menyediakan fasilitas memadai, mulai dari mushola hingga area istirahat yang tertata rapi.

BIFEX 2026 bukan sekadar pameran, tetapi cermin bahwa Bandung masih menjadi barometer kuliner Jawa Barat.

Di tengah dinamika pasar dan momentum menjelang Ramadan, geliat Industri makanan dan minuman tetap terasa hangat sehangat aroma masakan yang memenuhi ruang pameran.

(*)


Komentar