BLANTERORIONv101

kampung Leuwinutug Jadi Sentra Telur, BUMDes Sukamaju Batulayang Perkuat Ekonomi Desa

13 Februari 2026

Sukamaju bumdes
Dua pengelola BUMDes Sukamaju Desa Batulayang berpose di tengah kandang ayam petelur di Kampung Leuwinutug, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Deretan 700 ekor ayam yang dipelihara menghasilkan puluhan kilogram telur setiap hari sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan ketahanan pangan desa.

satuspirit.my.id - Bau pakan dan kotoran ayam menyergap sejak pintu kandang dibuka. Di Kampung Leuwinutug, RT 03 RW 03, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, 700 ekor ayam petelur berderet dalam kandang panjang yang mulai berproduksi penuh sejak akhir tahun lalu. Dari sinilah, setiap hari, sekitar 30 kilogram telur dipanen pelan tapi pasti, menggerakkan ekonomi desa.

Di balik kandang itu ada dua peran penting: Agus Somantri, Kepala BUMDes Sukamaju, dan Yopi Sopian, pengelola sekaligus penanggung jawab penjualan.

“Awalnya pembangunan kandang mulai Juli. Ayam masuk 12 Agustus. Produksi efektif Desember,” kata Agus.

Dari 700 ekor ayam yang dibeli mandiri, tingkat produksi kini mencapai sekitar 80 persen. Dalam sehari, pakan yang dihabiskan mencapai 70 kilogram, diberikan dua kali masing-masing 35 kilogram. Rutinitas itu dijalani Yopi dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB bersama satu rekannya.

“Enggak ada kendala, penuh semangat saja,” ujar Yopi singkat.


Sejak awal kedatangan ayam, angka kematian tercatat 10 ekor sebagian karena terjepit, sebagian sempat terserang gejala kolera ringan. Namun kerja sama dengan PT Medion membuat pengawasan kesehatan ternak berjalan rutin: vaksin, vitamin, hingga penanganan stres diberikan berkala. Dokter hewan pun datang memantau.

Bagi Agus, kandang ini bukan sekadar proyek usaha. Ia adalah bagian dari strategi kemandirian desa.

“Kami utamakan penjualan untuk masyarakat sekitar Batulayang. Itu kebutuhan pokok,” katanya.

Telur-telur itu kini juga sudah masuk program MBG di Desa Budiharja, dengan serapan sekitar tiga kuintal per minggu. Ke depan, distribusi akan diperkuat melalui koperasi desa agar pemasaran lebih tertata dan manfaatnya meluas.

Harga? Mengikuti pasar. Saat ini di kisaran Rp27.000 per kilogram, meski menjelang Ramadan biasanya merangkak naik. Agus memahami betul fluktuasi itu karena ia sendiri juga peternak telur.

Di sudut kandang, Yopi membersihkan sisa pakan. Bau menyengat sudah jadi keseharian. Suka duka tak banyak ia ceritakan.

“Ya kerja saja. Dampaknya paling dapat gaji lumayan,” ucapnya ringan.

Sederhana, tanpa banyak keluhan. Dari tangan-tangan seperti merekalah telur-telur desa itu menetas bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai harapan bahwa dari Leuwinutug, Batulayang bisa belajar berdiri di atas kaki sendiri.

(*)


Komentar