BLANTERORIONv101

Salsa, Alumni PGSD Penjas FPOK UPI, Berhasil Kembangkan Media Literasi Inklusif Berbasis Aktivitas Fisik untuk Anak Disabilitas

14 Februari 2026

Salsa guru muda
Salsa, alumni PGSD Penjas FPOK UPI, mendampingi anak disabilitas dalam aktivitas pembelajaran menggunakan media literasi inklusif berbasis gerak. Melalui kartu gambar, papan ekspresi emosi, dan permainan motorik di lantai kelas, metode ini menggabungkan aktivitas fisik dan literasi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan ramah bagi semua anak.

satuspirit.my.id - Sebagai guru muda alumni PGSD Pendidikan Jasmani FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan telah menuntaskan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Salsa menunjukkan dedikasinya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif sekaligus inklusif. Melalui kepedulian terhadap kebutuhan belajar semua anak, ia berhasil mengembangkan media literasi berbasis aktivitas gerak bernama StoryWalk sebuah inovasi pembelajaran yang dirancang untuk anak disabilitas.

Sebagai guru muda alumni PGSD Pendidikan Jasmani FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan telah menuntaskan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Salsa menunjukkan dedikasinya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif sekaligus inklusif. Melalui kepedulian terhadap kebutuhan belajar semua anak, ia berhasil mengembangkan media literasi berbasis aktivitas gerak bernama StoryWalk sebuah inovasi pembelajaran yang dirancang untuk anak disabilitas.

Menurut Salsa, pembelajaran literasi masih sering didominasi aktivitas membaca dan menulis secara pasif, sehingga sebagian anak — khususnya anak disabilitas — belum sepenuhnya terlibat. Melalui pendekatan berbasis aktivitas fisik ini, literasi dihadirkan secara lebih natural, ramah, dan inklusif, sekaligus melatih motorik, kemampuan berbahasa, serta partisipasi sosial siswa.

Penilaian dilakukan secara fleksibel melalui observasi dengan menekankan proses, keberanian mencoba, dan partisipasi aktif anak. Prinsip ini diterapkan agar setiap anak merasa dihargai sesuai potensi dan kebutuhannya, bukan hanya dinilai dari capaian akademik semata.

Bagi Salsa, inovasi ini bukan sekadar media pembelajaran, tetapi juga wujud praktik pendidikan yang memanusiakan manusia. Ia meyakini setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dengan nyaman, menyenangkan, dan bermakna. Pendidikan tidak hanya tentang kemampuan kognitif, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri, empati, dan pengalaman belajar yang utuh.

Selain mudah dibuat dan tidak bergantung pada teknologi, media ini dapat digunakan baik di dalam maupun luar kelas. Integrasi literasi, bahasa, dan pendidikan jasmani adaptif menjadikan pembelajaran lebih holistik sekaligus inklusif.

Melalui inovasi ini, Salsa berharap semakin banyak pendidik terinspirasi menghadirkan pembelajaran kreatif dan ramah bagi semua peserta didik. Ia percaya bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang membuka ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, dihargai, dan berkembang sebagai manusia seutuhnya.

(*)

Komentar