Satuspirit - Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terasa di lingkungan Perumahan Alam Sanggar Indah. Melalui Forum Alam Sanggar Indah ( Forum PSU ASI), warga menghadirkan terobosan baru bertajuk THR – Tebus Hemat Ramadan.
Kegiatan tersebut digelar di Alun-alun Alam Sanggar Indah, Minggu (15/3/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam program ini, warga dapat menebus minyak goreng “Minyak Kita” dengan harga Rp18.000 per liter, lebih murah dibanding harga pasaran yang berkisar antara Rp20.000 hingga Rp21.000.
Program THR ini menjadi salah satu rangkaian penutup dari berbagai kegiatan Ramadan yang sebelumnya telah digelar oleh Forum Alam Sanggar Indah, seperti Bazar Ramadan serta kegiatan santunan untuk anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Panitia menjelaskan, program Tebus Hemat Ramadan ini memang dikhususkan bagi warga Perumahan Alam Sanggar Indah agar dapat merasakan langsung manfaat dari kegiatan sosial yang digagas bersama.
Sebanyak 600 kupon dibagikan kepada warga yang tersebar di 19 RT dan tiga RW, yakni RW 10, RW 12, dan RW 13 yang berada di wilayah Desa Citapen dan Desa Tanjungwangi.
Setiap warga mendapatkan satu kupon yang dapat digunakan untuk menebus minyak goreng dengan harga khusus tersebut.
Pada saat pelaksanaan kegiatan, seluruh jajaran pengurus Forum Alam Sanggar Indah hadir dengan mengenakan seragam khas forum. Mereka tampak penuh semangat melayani warga yang datang untuk menukarkan kupon.
Di lokasi kegiatan, ratusan kemasan Minyak Kita terlihat berjejer rapi di alun-alun perumahan, siap ditebus oleh warga yang telah memegang kupon.
Antusiasme warga pun terlihat tinggi. Satu per satu warga datang membawa kupon untuk menebus minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau.
Menariknya, program Tebus Hemat Ramadan ini tidak menggunakan dana sponsor besar, melainkan berasal dari hasil kegiatan warga sendiri.
Dana kegiatan berasal dari Pasar Minggu dan Bazar Ramadan yang selama ini menjadi kegiatan rutin warga di lingkungan Alam Sanggar Indah.
Melalui kegiatan tersebut, warga secara gotong royong mengumpulkan dana yang kemudian dikembalikan lagi untuk kepentingan sosial masyarakat.
Dengan semangat “dari warga, oleh warga, dan untuk warga”, Forum Alam Sanggar Indah berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya dan semakin mempererat kebersamaan antarwarga di lingkungan perumahan.
Program Tebus Hemat Ramadan (THR) ini pun menjadi penutup yang manis dari rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah di Alam Sanggar Indah.
Ketua Pasar Forum PSU ASI, Sertu Asep Misdiantoro, mengatakan kehadiran Pasar Ramadan yang dikelola forum tersebut menjadi salah satu terobosan baru yang bertujuan membantu masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
Menurutnya, hasil dari kegiatan Pasar Ramadan tidak hanya dimanfaatkan untuk operasional kegiatan, tetapi juga dikembalikan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk bantuan sosial.
“Alhamdulillah ini merupakan terobosan baru dari forum ASI dengan mengelola Pasar Ramadan. Hasilnya selain untuk kegiatan forum, juga dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk kas RT dan kas RW,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari hasil kegiatan tersebut setiap RT mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu. Dengan jumlah 19 RT dan 3 RW, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp11 juta.
Selain itu, forum juga menyalurkan bantuan sosial lainnya seperti santunan anak yatim piatu sebesar Rp2 juta serta dukungan untuk kegiatan keagamaan dan sosial sebesar Rp2 juta.
“Sisanya kami masukkan sebagai kas forum sekitar Rp2 juta untuk kegiatan ke depan,” tambahnya.
Tidak hanya itu, forum PSU juga menghadirkan program baru berupa bagi-bagi THR hemat Ramadan bagi masyarakat. Program ini dilakukan dengan menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran.
Salah satunya adalah penjualan minyak goreng bersubsidi. Jika di pasaran harga minyak goreng mencapai sekitar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu, melalui program ini masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp18 ribu.
“Ini kami lakukan sebagai bentuk subsidi dari hasil Pasar Ramadan agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah,” jelasnya.
Sertu Asep juga menegaskan bahwa para pedagang yang berjualan di Pasar Ramadan merupakan warga setempat, sehingga kegiatan tersebut benar-benar dijalankan dengan konsep dari warga, oleh warga, dan untuk warga.
Adapun hasil keuntungan dari kegiatan tersebut nantinya akan kembali digunakan untuk mendukung berbagai program sosial di lingkungan masyarakat.
“Ke depan mudah-mudahan subsidi tidak hanya minyak goreng saja, tetapi juga sembako lainnya sehingga bisa lebih banyak membantu masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan Pasar Ramadan tahun ini merupakan program terakhir menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan. Namun setelah Ramadan, forum berencana melanjutkan kegiatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan kuliner malam.
“Insyaallah setelah Ramadan nanti akan dilanjutkan dengan kegiatan kuliner Night atau pasar malam di alun-alun setiap malam Minggu. Waktunya sekitar pukul 14.00 sampai 22.00 WIB,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, forum berharap kegiatan ekonomi masyarakat bisa terus berjalan dan hasilnya kembali dimanfaatkan untuk kepentingan warga di lingkungan Alam Segar.
Sementara itu, Ketua Forum Alam Sanggar Indah, Arief Mulyawan, berharap berbagai kegiatan yang digelar masyarakat, termasuk Pasar Ramadan, dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kemandirian warga sekaligus mendukung pembangunan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil dari kerja sama warga melalui UMKM yang dikelola bersama oleh forum.
“Harapannya tentu forum ini semakin maju. Kegiatan ini berasal dari UMKM warga yang dikelola melalui Pasar Ramadan oleh forum,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ke depan setiap kegiatan yang menggunakan fasilitas umum di lingkungan Alam Sanggar Indah dan menghasilkan pendapatan diharapkan dapat memberikan kontribusi kembali kepada masyarakat.
“Ke depan kami berharap semua kegiatan yang menggunakan fasilitas di Alam Sanggar Indah dan menghasilkan nominal bisa dibagikan atau dikontribusikan kembali kepada lingkungan,” katanya.
Kontribusi tersebut, lanjut Arief, dapat berupa bantuan kepada warga maupun kegiatan sosial seperti santunan bagi anak yatim.
Selain itu, forum juga mulai mempersiapkan diri untuk mengelola lingkungan secara mandiri ketika nantinya pihak pengembang tidak lagi mengelola kawasan tersebut.
“Termasuk untuk perawatan lingkungan, apabila nanti developer sudah tidak lagi mengelola, maka forum yang akan mengambil peran untuk mengelola dan merawat lingkungan,” jelasnya.
Untuk itu, pihak forum mulai berbenah dengan mengelola berbagai kegiatan UMKM yang ada di lingkungan Alam Sanggar Indah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga.
“Ke depan seluruh kegiatan UMKM di Alam Sanggar Indah akan kami kelola bersama, dan hasilnya akan dimasukkan ke kas forum yang nantinya dipergunakan untuk perawatan lingkungan,” pungkasnya.
Di sisi konsumen, salah satu warga Klaster Cempaka, Evi, mengaku merasa terbantu dengan adanya program THR hemat Ramadan yang digelar oleh Forum PSU Alam Sanggar Indah tersebut.
Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada forum karena kegiatan tersebut dinilai mampu sedikit meringankan beban warga di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada forum. Walaupun selisih harganya tidak terlalu jauh, tapi ini cukup membantu meringankan beban di tengah harga-harga yang semakin naik,” ujarnya.
Evi juga berharap ke depan program serupa dapat terus dilaksanakan dan bahkan diperluas tidak hanya untuk minyak goreng saja, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya.
“Kalau bisa ke depannya jangan hanya minyak saja, tapi juga sembako lainnya. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering dilaksanakan,” katanya.
Ia pun berharap Forum Alam Sanggar Indah semakin berkembang dan terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada forum yang sudah melaksanakan kegiatan ini. Semoga forum Alam Sanggar Indah semakin maju dan berkembang,” tandasnya.
Di akhir kegiatan, panitia juga menyampaikan bahwa program penjualan minyak goreng bersubsidi masih akan dilanjutkan karena stok yang tersedia masih mencukupi. Oleh karena itu, penjualan minyak goreng murah tersebut akan diperpanjang selama satu hari ke depan agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.
Minyak goreng tersebut juga dibuka untuk umum, tidak hanya bagi warga tertentu saja. Siapa pun masyarakat yang ingin membeli dipersilakan datang dan memanfaatkan program tersebut selama persediaan masih ada.
“Karena stok minyak masih tersedia, penjualannya kami perpanjang satu hari lagi. Siapa saja boleh membeli, baik warga sekitar maupun masyarakat umum,” ujar panitia.
(*)


Social Media