![]() |
| Persib Bandung mendunia, bukti diakui bukan mengakui. Bobotoh menjadi kekuatan besar. Foto FB Persib Bandung |
SATUSPIRIT – Nama PERSIB Bandung kini semakin diperhitungkan dalam peta popularitas sepak bola dunia. Maung Bandung masuk jajaran 10 klub non-Eropa dengan jumlah pengikut media sosial terbesar, menempati posisi ketujuh dalam pemeringkatan CIES Football Observatory yang dirilis pada Mei 2026.
Berdasarkan data tersebut, akun resmi PERSIB mengumpulkan sekitar 35,6 juta pengikut dari lima platform digital, yakni Facebook, Instagram, TikTok, X, dan YouTube. Capaian itu menempatkan PERSIB di antara klub-klub besar dari berbagai negara, termasuk Inter Miami, Corinthians, Al-Hilal, Boca Juniors, dan River Plate.
Bagi Bobotoh, catatan ini bukan sekadar angka di media sosial. Popularitas digital tersebut menjadi salah satu gambaran betapa luasnya daya tarik Maung Bandung, klub Indonesia yang mampu bersanding dengan tim-tim berpengaruh di luar Eropa.
Besarnya pengikut PERSIB tidak bisa dilepaskan dari basis Bobotoh yang kuat. Dukungan terhadap Maung Bandung tumbuh dari Bandung dan Jawa Barat, sekaligus menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
Dukungan itu terlihat dalam banyak bentuk: memenuhi stadion, mengikuti perkembangan tim, menyebarkan konten pertandingan, hingga aktif berinteraksi melalui akun resmi klub.
Di era digital, aktivitas suporter menjadi salah satu cara klub membangun jangkauan. Setiap pertandingan, kabar pemain, kemenangan, dan momen emosional berpotensi menjadi bahan percakapan yang meluas di media sosial.
Namun, angka pengikut gabungan tidak serta-merta menunjukkan jumlah individu unik. Seseorang bisa mengikuti PERSIB di lebih dari satu platform. Karena itu, data tersebut lebih tepat dibaca sebagai ukuran jangkauan akun resmi dan popularitas digital, bukan hitungan pasti seluruh pendukung klub.
Popularitas PERSIB juga hadir bersamaan dengan pencapaian di lapangan. Pada musim 2025/2026, Maung Bandung mencatat sejarah dengan meraih gelar liga tiga musim beruntun, setelah sebelumnya menjadi juara pada 2023/2024 dan 2024/2025.
Hattrick gelar tersebut memperkuat posisi PERSIB sebagai salah satu klub dengan prestasi menonjol dalam sepak bola Indonesia. Keberhasilan mempertahankan gelar juga menghadirkan cerita yang terus mengikuti klub dari satu musim ke musim berikutnya.
Di luar trofi, PERSIB memiliki identitas yang kuat: julukan Maung Bandung, warna biru, sejarah klub, dan kultur Bobotoh. Unsur-unsur itu menjadi bagian dari daya tarik yang tidak hanya bergantung pada hasil pertandingan.
Prestasi dan identitas tersebut dapat ikut memperbesar perhatian publik terhadap klub. Meski begitu, pemeringkatan CIES sendiri tidak mengukur jumlah trofi atau kekuatan suporter di stadion. Dasar peringkatnya adalah jumlah pengikut akun resmi di platform yang diteliti.
Kemenangan di Panggung Internasional Menambah Sorotan
Dalam kompetisi internasional musim 2026/2027, PERSIB juga mencatat sejumlah hasil yang menarik perhatian.
Maung Bandung mengalahkan FC Seoul 1-0 di Korea Selatan dalam laga AFC Champions League Two. PERSIB kemudian membuka kiprah di ASEAN Club Championship Shopee Cup dengan kemenangan 3-1 atas Port FC di Thailand, sebelum menundukkan The Cong-Viettel FC 1-0 di kandang dalam pertandingan ACL Two.
Hasil-hasil tersebut memperlihatkan PERSIB mampu bersaing menghadapi klub dari negara lain di kawasan Asia. Kemenangan di Seoul, khususnya, menjadi pencapaian penting karena I.League menyebutnya sebagai kemenangan pertama wakil Indonesia di Korea Selatan.
Rangkaian hasil internasional itu memberi tambahan cerita bagi pengikut PERSIB, sekaligus memperluas eksposur klub di luar kompetisi domestik. Namun, hasil pertandingan tersebut bukan indikator yang digunakan CIES untuk menyusun daftar popularitas media sosial.
Masuknya PERSIB ke jajaran klub non-Eropa dengan pengikut media sosial terbesar menjadi capaian yang layak dirayakan. Maung Bandung tidak hanya memiliki tempat penting dalam sepak bola Indonesia, tetapi juga mempunyai jangkauan digital yang menempatkannya di antara klub-klub dari berbagai belahan dunia.
Bagi Bobotoh, pencapaian tersebut bisa menjadi kebanggaan bersama. Dukungan mereka merupakan bagian dari identitas PERSIB dan salah satu unsur yang membuat klub terus mendapat perhatian.
Tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan dan antusiasme tersebut. Popularitas digital perlu berjalan beriringan dengan prestasi, pengelolaan klub yang baik, serta pengalaman positif bagi para pendukung.
PERSIB telah menunjukkan bahwa klub Indonesia dapat memiliki jangkauan global. Kini, Maung Bandung punya kesempatan untuk terus memperkuat reputasi itu, baik melalui kompetisi maupun hubungan yang terjaga dengan Bobotoh.
Penulis: Restu Nugraha
(*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar