satuspirit.my.id - Bandung BJB Tandamata harus mengakui keunggulan Jakarta Electric PLN dalam laga ketat lima set pada lanjutan Proliga 2026, yang digelar, voli indoor Sumut sport center, Sabtu, 17 Januari 2026.
Meski tampil dominan di awal pertandingan dan sempat unggul dalam beberapa fase krusial, tim asuhan Risco Herlambang akhirnya menyerah dengan skor tipis 2-3.
Sejak peluit awal dibunyikan, Bandung BJB Tandamata langsung tampil agresif. Tekanan dari berbagai sektor membuat Electric PLN kesulitan mengembangkan permainan. Duo asing Anastasia Guerra dan Sonaly Cidrao tampil gacor sebagai penyumbang poin utama, didukung Calista Maya yang mampu mengimbangi daya gedor dari sisi opposite.
Dari lini tengah, Cynthia Maulida (Sinshin) dan Maradanti Namira tampil solid lewat blok-blok rapat serta quick attack yang efektif. Libero Bandung BJB juga menunjukkan pembacaan arah bola yang cukup baik sehingga alur serangan tetap terjaga.
Minim kesalahan sendiri menjadi kunci dominasi BJB pada set pembuka. Statistik set pertama mencatat 20 poin attack, 2 block point, dan 1 ace, menegaskan performa solid yang ditutup dengan kemenangan 25-20.
Jakarta Electric PLN mulai mengubah pola permainan pada set kedua dengan lebih mengandalkan dua legiun asingnya. Tekanan itu sempat membuat BJB tertinggal di awal set. Namun perlahan, Bandung BJB Tandamata bangkit lewat perbaikan cover block dan distribusi bola dari Tiara Sanger yang kembali memanjakan para spiker.
BJB bahkan sempat unggul dan memimpin hingga technical time out. Sayangnya, kurang fokus di poin-poin krusial membuat keunggulan tersebut terpangkas. Duel berjalan ketat hingga akhir set, sebelum akhirnya Electric PLN merebut set kedua dengan skor 25-23.
Set ketiga berlangsung paling dramatis. Kedua tim saling kejar poin hingga memasuki fase deuce. Meski terlihat mulai kelelahan, Bandung BJB menunjukkan mental tanding yang kuat.
Pergantian pemain yang dilakukan Risco Herlambang terbukti efektif. Masuknya Cindy Berliana memberi energi baru di momen krusial. Setelah reli panjang dan ketegangan tinggi, BJB berhasil mengamankan set ketiga dengan skor 27-25, sekaligus kembali unggul.
Memasuki set keempat, performa Bandung BJB menurun cukup signifikan. Serangan tidak lagi efektif dan mudah dibaca oleh blok Electric PLN. Sejumlah pergantian pemain, termasuk masuknya Adventia Kristiangrum dan pergantian setter, belum mampu mengubah keadaan.
Sebaliknya, Electric PLN tampil dominan dan konsisten hingga menutup set keempat dengan kemenangan 25-20, memaksa laga berlanjut ke set penentuan.
Di set kelima, Bandung BJB sempat memimpin dan menjaga asa kemenangan. Namun secara perlahan, Electric PLN mampu mengejar dan membalikkan keadaan. Tekanan mental mulai terlihat, terutama saat BJB tertinggal poin.
Minimnya block point serta kurangnya efektivitas serangan ditambah eror sendiri di fase akhir membuat BJB Tandamata kehilangan momentum. Set penentuan pun ditutup dengan skor 15-13 untuk keunggulan Electric PLN.
Evaluasi Jelang Laga Berikutnya di Bandung
Dari pertandingan ini terlihat jelas bahwa konsistensi permainan masih menjadi pekerjaan rumah Bandung BJB Tandamata. Bola pertama menunjukkan peningkatan, namun belum stabil. Selain itu, faktor mental dan leadership di lapangan menjadi kunci saat tim berada dalam tekanan.
Meski kalah, performa agresif dan potensi tim tetap menjanjikan. Dengan jadwal berat ke depan, termasuk laga kandang di Bandung, voli indoor, Si Jalak Harupat, 22 - 25 Januari, melawan tim-tim kuat seperti Jakarta Pertamina Enduro dan Gresik Petrokimia, evaluasi menyeluruh menjadi mutlak.
Meski tersengat, pelatih bjb Tandamata, Risco Herlambang mengapresiasi permainan tim asuhannya.
"Saya mengapresiasi tim saya meskipun kalah. Kita bukan nyaris kalah, tapi nyaris menang," tutur Risco
Diharapkan kekalahan ini tidak mengendorkan spirit mojang-mojang Priangan. Dengan pembenahan receive, konsentrasi, dan ketenangan di poin-poin kritis, Bandung BJB Tandamata masih sangat layak diperhitungkan dalam perburuan tiket Final Four Proliga 2026.
(*)



Social Media