BLANTERORIONv101

Kepala RSUD Cililin: Dari Tantangan Membenahi Layanan Nyaman dan Santun hingga Hadirkan Laparoskopi

5 Mei 2026

Kepala RSUD cililin
Direktur RSUD Cililin, dr. Siti Djulaeha, Sp.PK.,di RSUD Cililin yang kini terus berbenah menghadirkan layanan lebih nyaman, santun, serta teknologi laparoskopi.

Satuspirit - Memiliki 28 dokter spesialis dan 16 dokter umum, RSUD Cililin, Kabupaten Bandung Barat, terus bertransformasi menjadi rumah sakit daerah dengan layanan modern dan nyaman.

Di bawah kepemimpinan dr. Siti Djulaeha, Sp.PK., berbagai pembaruan dilakukan, mulai dari fasilitas hingga teknologi medis seperti laparoskopi.

Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi fisik, tetapi juga dari kualitas pelayanan. Pasien kini merasakan suasana berbeda, mulai dari ruang tunggu yang nyaman layaknya villa hingga keramahan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan dengan penuh empati.

Tak hanya itu, kehadiran layanan laparoskopi menjadi salah satu lompatan besar dalam meningkatkan kualitas penanganan medis, sehingga masyarakat Bandung Barat khususnya Cililin, tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan operasi modern.

Di balik hadirnya layanan tersebut, ada rasa bangga sekaligus harapan besar dari pihak manajemen rumah sakit untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Cililin.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi RSUD Cililin. Kami sekarang memiliki alat laparoskopi, yaitu alat canggih yang bisa membantu dokter bedah, urologi, dan obgyn dalam melakukan tindakan dengan metode minimal invasif," katanya kepada redaksi, Selasa, 5 April 2026.

Ia menjelaskan, metode minimal invasif membuat tindakan operasi tidak perlu sayatan besar seperti operasi konvensional.

“Kalau operasi biasa kan harus membuka perut cukup lebar. Dengan laparoskopi, cukup sayatan kecil sekitar satu sentimeter, lalu dimasukkan alat yang dilengkapi kamera. Dokter bisa melihat melalui monitor sambil melakukan tindakan.” lanjutnya.

Menurutnya, keunggulan teknologi ini sangat dirasakan oleh pasien.

“Pasien jadi lebih nyaman, luka lebih kecil, penyembuhan lebih cepat, dan risiko infeksi juga lebih rendah.” ungkapnya.

Terkait pembiayaan, layanan ini juga sudah bisa diakses masyarakat melalui BPJS.

“Untuk laparoskopi, sudah bisa dicover BPJS karena sebelumnya sudah melalui proses kredensial.” terang sang direktur.

Ia menegaskan, kehadiran alat ini memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bandung Barat.

“Ini sangat membantu masyarakat agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, tanpa harus dirujuk jauh ke kota besar.”

Tantangan Memimpin Rumah Sakit

Menjabat sebagai Direktur sejak 6 Juli 2021, Siti Djulaeha, mengakui tantangan terbesar adalah mengelola sumber daya manusia (SDM) yang beragam.

“Rumah sakit itu kompleks, SDM-nya terdiri dari berbagai profesi dengan karakter dan harapan yang berbeda-beda. Belum lagi pasien dengan latar belakang dan pemahaman yang juga beragam.” jelasnya.

Ia mengatakan, tidak jarang terjadi perbedaan persepsi antara pasien dan tenaga medis.

“Kadang pasien merasa belum puas, padahal dari sisi medis sudah dilakukan sesuai prosedur. Ini karena pemahaman tiap orang berbeda.”

Untuk itu, pihaknya menekankan pentingnya soft skill selain kompetensi teknis.

“Kami terus menanamkan budaya senyum, salam, sapa, serta empati kepada pasien. Pelayanan itu bukan hanya soal kemampuan medis, tapi juga bagaimana pasien merasa dihargai dan dilayani dengan baik.” tandasnya.

Selain layanan medis, RSUD Cililin juga berbenah dari sisi kenyamanan.

“Kami melihat pasien itu menunggu adalah hal yang membosankan. Maka kami berusaha menghadirkan ruang tunggu yang nyaman, dengan sofa dan lingkungan yang lebih ramah, supaya pasien merasa lebih tenang.” ucapnya bangga 

RSUD Cililin juga menjadi salah satu rumah sakit yang ditunjuk untuk layanan prioritas KJSU-KIA.

“KJSU-KIA itu meliputi kanker, jantung, stroke, urologi, serta kesehatan ibu dan anak. Tidak semua RSUD mendapat penunjukan ini, dan Alhamdulillah di Bandung Barat, RSUD Cililin menjadi salah satunya.”

Ia menambahkan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Kami didukung oleh Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan semua pihak terkait. Semoga ke depan RSUD Cililin bisa terus berkembang dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.” harapnya 

Tak lupa, di balik berbagai capaian tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dinas Kesehatan, serta dinas terkait lainnya, atas dukungan yang telah diberikan sehingga RSUD Cililin dapat terus berkembang dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

(*)

Komentar