BLANTERORIONv101

Haflah Akhirussanah Daarul Ahkaam Berlangsung Khidmat, 128 Santri Diwisuda Siap Menjadi Generasi Berilmu dan Berakhlak

27 Juni 2026
Daarul ahkam kbb
Suasana khidmat menyelimuti pembukaan Haflah Akhirussanah Yayasan Daarul Ahkaam saat paduan suara santri MTs dan MA menampilkan persembahan yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan orang tua santri.

Satuspirit – Suasana haru, bangga, dan penuh syukur mewarnai pelaksanaan Haflah Akhirussanah atau Wisuda Santri Yayasan Daarul Ahkaam Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar Sabtu (27 Juni 2026).

Acara dihadiri jajaran Yayasan Daarul Ahkaam, pengawas bina Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat, Majelis Ulama Indonesia Desa Citalem, kecamatan Cipongkor, para wali santri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.

Ketua Yayasan Daarul Ahkaam, Encep Ishak, M.Pd., mengatakan perjalanan Daarul Ahkam secara formal telah memasuki usia 16 tahun. Namun, embrio lembaga pendidikan tersebut telah dimulai sejak 25 November 1962.

Pada tahun ajaran 2025/2026, Yayasan Daarul Ahkaam meluluskan santri dari berbagai jenjang pendidikan, yakni RA, MI, MTs, MA, serta pendidikan kesetaraan pondok pesantren, dengan total sekitar 135 lulusan. Sementara lulusan dari jenjang madrasah mencapai 128 siswa.

"Tujuan utama pendidikan di Daarul Ahkam bukan hanya memberikan ijazah, tetapi membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjalani kehidupan dunia maupun akhirat," ujar Encep.

Ia menegaskan, pendidikan di lingkungan pesantren berupaya membentuk karakter santri agar mampu membedakan mana yang benar dan salah serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, keluarga, bangsa, dan negara.

Encep juga berharap para lulusan dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta membawa nama baik almamater di mana pun berada.

Sementara itu, Pengawas Bina Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat Wilayah Cipongkor, Euis Samsiah, M.Pd., mengapresiasi proses pendidikan yang diterapkan Yayasan Daarul Ahkam.

Menurutnya, konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang saat ini dikembangkan Kementerian Agama sangat selaras dengan pendidikan pesantren.

"Kurikulum berbasis cinta menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu, cinta kepada sesama, cinta lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai itu sudah lama diterapkan di lingkungan pesantren seperti Daarul Ahkam," katanya.

Ia berharap para lulusan mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus insan yang berilmu dan berakhlak.

Kepala Madrasah Yayasan Daarul Ahkaam, Siti Safaatun Nadiah, S.Pd., menyampaikan bahwa jumlah peserta didik terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Tahun ini, sekolah meluluskan 128 siswa dan menerima antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Namun, keterbatasan ruang belajar menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

"Kami membutuhkan tambahan empat ruang kelas untuk MA, tiga ruang kelas MTs, dua ruang kelas MI, dan satu ruang kelas RA. Pendaftar terus meningkat sehingga sebagian kegiatan belajar masih harus dilakukan secara bergantian," ungkapnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak agar pengembangan sarana pendidikan dapat segera terwujud sehingga semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan belajar di Daarul Ahkaam.

Mewakili para lulusan, Siti Salamatul menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik dengan penuh kesabaran selama menempuh pendidikan.

"Madrasah adalah rumah kedua kami. Di sinilah kami belajar bukan hanya mencari nilai, tetapi menjadi pribadi yang bernilai melalui ilmu dan akhlak. Terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua yang telah mendampingi perjalanan kami," ujarnya.

Rangkaian Haflah Akhirussanah semakin semarak dengan penampilan paduan suara santri MTs dan MA Daarul Ahkam yang membawakan sejumlah lagu bernuansa religius. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan orang tua santri yang tampak bangga menyaksikan putra-putri mereka menuntaskan pendidikan di Yayasan Daarul Ahkaam.

Momentum wisuda ini menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh demi memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

(*)

Komentar