Satuspirit - Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Perumahan Alam Sanggar Indah, yang terletak di dua desa yakni Desa Citapen dan Desa Tanjungwangi Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (16 Juni 2026).
Tidak hanya menggelar pawai obor yang meriah, panitia juga menyalurkan santunan kepada 38 anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Acara diawali dengan tausyiah, lalu santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, ditutup doa bersama.
Ketua DKM Masjid Al Muhajirin, Drs. Muhammad Yahya, mengatakan peringatan Muharram tahun ini memiliki makna yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya kegiatan hanya bersifat seremonial. Tahun ini ada perubahan yang signifikan dengan adanya santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini menjadi program tahunan yang terus dilaksanakan bersama antara DKM, Forum Alam Sanggar Indah, RT, RW, dan seluruh masyarakat," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan tidak berhenti berbuat kebaikan kepada sesama.
"Jangan pernah berhenti berbuat kebaikan. Selama kita bisa membahagiakan orang lain, insya Allah akan menjadi pahala bagi kita. Dalam Al-Qur'an juga dijelaskan bahwa salah satu ciri pendusta agama adalah mengabaikan anak yatim. Karena itu mari kita bersama-sama lebih peduli kepada mereka," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Forum PSU Alam Sanggar Indah, Sertu TNI AU Asep Misdiantoro, mengungkapkan santunan anak yatim menjadi pembeda utama dalam peringatan Muharram tahun ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DKM Masjid Al Muhajirin, Forum PSU Alam Sanggar Indah, para ketua RT dan RW, serta para donatur yang ada di lingkungan perumahan.
"Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dalam waktu yang relatif singkat terkumpul donasi sebesar Rp7.030.000. Dana tersebut dibagikan secara merata kepada 38 anak yatim dan penyandang disabilitas, sehingga masing-masing menerima santunan sebesar Rp185.000," jelasnya.
Asep menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya demi membantu sesama.
"Jangan dilihat dari besar kecilnya nominal. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban penerima dan menjadi amal ibadah serta keberkahan bagi para donatur," ujarnya.
Ketua Remaja Masjid Al Muhajirin, Muhammad Hasan Ari Ardiansyah, berharap kegiatan santunan dan peringatan Tahun Baru Islam dapat terus berkembang di masa mendatang.
"Walaupun nilainya tidak besar, mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi anak-anak yang menerima. Ke depan kami ingin terus berkolaborasi dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan kepemudaan agar semakin banyak program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Suasana pawai obor yang berlangsung setelah rangkaian santunan semakin menambah kemeriahan peringatan Tahun Baru Islam. Anak-anak terlihat antusias berjalan bersama orang tua mereka sambil membawa obor. Lantunan sholawat dan takbir yang menggema sepanjang perjalanan menambah nuansa religius sekaligus kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, warga Perumahan Alam Sanggar Indah berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat.
(*)




Social Media