BLANTERORIONv101

Tingkatkan Pelayanan Pasien, RSUD Cililin Bentuk Tim Pengelola Pengaduan 24 Jam

15 Juli 2026

 

Suasana aktivitas pelayanan di halaman depan RSUD Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Rumah sakit ini terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembentukan Tim Pengelola Pengaduan 24 jam serta penyediaan ruang transit dan ruang boarding guna mempercepat penanganan pasien. Foto: Satuspirit.

Satuspirit – Komitmen memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan responsif terus dilakukan RSUD Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Salah satu inovasi terbaru yang kini diterapkan adalah pembentukan Tim Pengelola Pengaduan yang bertugas menerima dan menindaklanjuti setiap keluhan maupun masukan dari pasien dan keluarga pasien selama 24 jam.

Direktur RSUD Cililin, dr.Siti Djulaeha, Sp.,PK., menjelaskan, sistem baru tersebut dibagi menjadi dua mekanisme. Pada jam kerja, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, seluruh pengaduan ditangani oleh bagian Humas. Sementara di luar jam kerja, mulai pukul 14.00 hingga 08.00 WIB keesokan harinya, penanganan pengaduan dilanjutkan oleh tim Manager on Duty (MOD).

"Tujuannya agar setiap pengaduan dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu jam kerja berikutnya. Dengan begitu, persoalan yang dihadapi pasien bisa lebih cepat diselesaikan," ujar Direktur RSUD Cililin saat diwawancarai di RSUD Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14 Juli 2026).

Selain membentuk sistem pengelolaan pengaduan, RSUD Cililin juga menghadirkan ruang transit dan ruang boarding sebagai solusi untuk mempercepat proses pelayanan pasien rawat inap. Pasien yang masih menunggu ketersediaan ruang perawatan dapat ditempatkan sementara di ruang boarding yang lokasinya berdekatan dengan ruang rawat inap.

Menurutnya, langkah tersebut membuat proses perpindahan pasien menjadi lebih efisien sehingga tempat tidur yang telah kosong dapat segera digunakan oleh pasien lain yang membutuhkan.

"Inovasi ini merupakan kebijakan yang kami dorong bersama jajaran pimpinan dan juga melalui konsultasi dengan Dewan Pengawas. Sudah berjalan lebih dari satu bulan, dan sejauh ini respons masyarakat cukup baik karena pelayanan menjadi lebih cepat," katanya.

Ia mengakui, sebagai rumah sakit dengan jumlah kunjungan pasien yang cukup tinggi, berbagai persoalan pelayanan tentu tidak dapat dihindari. Karena itu, setiap masukan dari masyarakat dijadikan bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

"Semakin banyak pasien, tentu tantangan juga semakin besar. Karena itu kami terus mengingatkan seluruh karyawan agar memberikan pelayanan terbaik. Jika pelayanan meningkat, kepuasan masyarakat juga meningkat, kepercayaan kepada rumah sakit bertambah, dan pada akhirnya hal itu akan mendukung pengembangan pelayanan rumah sakit ke depan," pungkasnya.

(*)

Komentar