BLANTERORIONv101

Program Literasi LingKaRaN Hadir di RA Nurul Falah 2 Batujajar, Tanamkan Budaya Membaca Sejak Dini

6 Mei 2026

 

Berkegiatan belajar
Siswa RA Nurul Falah 2 Batujajar bersama guru dan tim literasi mengikuti kegiatan program LingKaRaN yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Satuspirit – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus digalakkan melalui program LingKaRaN (Literasi Keliling Kreatif, Atraktif dan Menarik) yang digagas oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan literasi tersebut kali ini dilaksanakan di RA Nurul Falah 2 Batujajar yang berlokasi di Kp. Resmi Galih RT 02/RW 01, Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kegiatan literasi yang menyasar anak-anak usia RA/TK ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keceriaan. Berbagai aktivitas menarik disajikan kepada para siswa, mulai dari ice breaking, hingga pengenalan literasi melalui layar infokus dan aktivitas edukatif yang dirancang menyenangkan agar anak-anak dapat belajar sambil bermain.

Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap sesi. Metode penyampaian yang interaktif membuat anak-anak lebih berani berpartisipasi dan terlibat langsung dalam kegiatan literasi.

Kepala Sekolah RA Nurul Falah 2 Batujajar yaitu Ibu Iim Sumiati, S.Pd.I. menyampaikan bahwa secara umum kegiatan literasi yang dilaksanakan pada hari tersebut berjalan dengan sangat baik dan memberikan pengalaman belajar yang positif bagi anak-anak.

“Secara umum kegiatan literasi hari ini terasa hangat dan penuh semangat. Anak-anak terlihat antusias terutama saat sesi ice breaking dan aktivitas interaktif. Ini menjadi kekuatan tersendiri karena mampu membangun keterlibatan anak sejak awal,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak sekolah juga memberikan beberapa masukan agar kegiatan literasi ke depan dapat semakin optimal, khususnya dalam menyesuaikan materi dengan karakteristik anak usia dini.

“Ke depan akan lebih optimal jika porsi konten literasi inti bisa lebih diperkuat dan disesuaikan lagi dengan karakteristik anak usia RA/TK, sehingga pesan literasi dapat lebih tersampaikan secara mendalam namun tetap menyenangkan,” tambahnya.

Ia juga menyarankan agar kegiatan literasi berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak metode yang bersifat aplikatif dan melibatkan anak secara langsung dalam proses belajar.

“Mungkin ke depan bisa lebih banyak menghadirkan metode literasi yang aplikatif, seperti storytelling interaktif, permainan berbasis buku, atau kegiatan yang melibatkan anak secara langsung dalam eksplorasi cerita,” ujarnya.

Terlepas dari berbagai masukan tersebut, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim literasi yang telah menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak.

“Kami sangat mengapresiasi upaya dan dedikasi dari tim literasi. Kegiatan ini menjadi langkah baik dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Hatur nuhun atas kebersamaan dan kesempatannya. Semoga setiap ikhtiar ini menjadi amal kebaikan untuk kita semua,” tuturnya.

Melalui program LingKaRaN, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat berharap kegiatan literasi dapat terus menjangkau berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Bandung Barat, sehingga budaya membaca dan belajar dapat tertanam sejak usia dini sebagai bekal bagi generasi masa depan.

(Budiman Santosa)


Komentar