![]() |
| Dadang M. Naser bersama rombongan meninjau kolam budidaya ikan sistem bioflok di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5 April 2026). |
Satuspirit - Panen parsial ikan dari tujuh kolam bioflok di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, bukan sekadar aktivitas budidaya biasa. Di baliknya, ada upaya serius membangun sistem ekonomi berbasis masyarakat yang terukur dan berkelanjutan.
Kehadiran anggota DPR RI, H. Dadang M. Naser, SH, S.I.P M.I.Pol, yang didampingi Agus Mahdar Hilmi, S.E dan Syifa Purnama Dewi, S.E., anggota DPRD KBB, Selasa, 5 April 2026, menjadi penguat, bahkan ia langsung memborong hasil panen sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan budidaya ikan di tingkat desa.
Program budidaya ikan sistem bioflok yang dikembangkan secara tematik ini tak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mulai diarahkan pada manajemen bisnis yang lebih matang, mulai dari penyediaan bibit, pakan, hingga pemasaran hasil panen.
Dalam keterangannya, Dadang M. Naser menekankan pentingnya pengelolaan budidaya yang berbasis perhitungan bisnis agar program ini benar-benar memberikan keuntungan bagi masyarakat.
“Manajemennya harus jelas, hitungan bisnisnya harus masuk dan harus untung. Kita dorong ada tiga pendekatan, mulai dari pakan pabrik, pakan alternatif dari alam, sampai pemanfaatan bahan lokal seperti maggot, dedak, dan daun-daunan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan budidaya tidak hanya terpaku pada satu jenis ikan, melainkan bisa dikombinasikan.
“Tidak harus satu jenis, bisa dipadukan lele, nila, gurame, dan ikan mas. Ini penting supaya lebih fleksibel dan menguntungkan.” terangnya.
Terkait kendala di lapangan, khususnya soal bibit yang kurang optimal, ia memastikan akan segera dilakukan evaluasi dan penggantian.
“Kalau ada bibit yang kurang bagus atau mati, akan kita ganti. Saya juga akan ke balai perikanan untuk memastikan kualitasnya lebih baik ke depan,” tambahnya.
Selain itu, pelatihan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan program ini, mulai dari teknik bioflok hingga pengolahan pakan organik agar menghasilkan ikan yang sehat dan berkualitas.
Sementara itu, Ketua KDMP Mekarmukti, Beni Selamet, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan.
“Alhamdulillah, panen parsial dari tujuh kolam ini sekitar 2,5 kuintal dan langsung diborong Pak Dadang. Ini sangat membantu perputaran ekonomi kelompok kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ke depan pengembangan budidaya akan dibagi ke dalam beberapa jenis ikan.
“Nanti akan ada lele, nila, gurame, dan ikan mas. Benihnya juga akan disupport, jadi kami tinggal fokus ke pengelolaan dan pengembangan,” jelasnya.
Menurutnya, arah pemasaran juga mulai dipetakan dengan jelas:
Lele, segmen program masyarakat
Nila, alternatif pasar umum
Ikan mas, UMKM pindang
Gurame, pembesaran lanjutan
Dengan dukungan berbagai pihak, program bioflok di Desa Mekarmukti diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat.
(*)


Social Media