Satuspirit – Atraksi memukau Marching Band Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, menyita perhatian ribuan peserta dan tamu undangan pada Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 yang digelar di lapangan Mekarsari, Kompleks Pemda KBB, Jumat (19 Juni 2026).
Sebelum upacara dimulai, Marching Band IPDN menampilkan parade menuju lapangan upacara. Penampilan yang penuh semangat dan atraktif tersebut langsung mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan tamu undangan yang hadir.
Usai parade memasuki lapangan, upacara peringatan Hari Jadi KBB ke-19 resmi dimulai dengan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Bupati Jeje menyampaikan bahwa Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para pendiri daerah sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
"Hari ini adalah momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri, mensyukuri capaian pembangunan, sekaligus memperkuat tekad untuk melanjutkan cita-cita besar yang telah diwariskan kepada kita," ujarnya.
Peringatan Hari Jadi KBB ke-19 tahun 2026 mengusung tema "Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja". Menurut Jeje, tema tersebut mengandung pesan agar seluruh elemen pemerintahan menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang jujur, akuntabel, responsif, dan melayani.
Sementara itu, "Ngawangun Raharja" dimaknai sebagai upaya menghadirkan pembangunan yang mampu memberikan kesejahteraan, keadilan, dan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Jeje juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 71,65 poin, penanganan jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan mencapai 78,80 persen, serta capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 98,5 persen.
Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Bandung Barat berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia serta mencatat perbaikan dalam berbagai indikator tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi.
Meski demikian, Jeje mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
"Kami memahami masih banyak masyarakat yang merasakan pelayanan publik belum sepenuhnya sesuai harapan. Masih terdapat infrastruktur yang memerlukan penanganan lebih cepat dan berbagai kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat dipenuhi," katanya.
Menurutnya, keterbatasan kapasitas fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Justru hal itu harus menjadi pemacu agar setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat.
"Kami menerima kritik, saran, dan masukan dari masyarakat sebagai bagian penting dari proses pembangunan. Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa besar anggaran yang dibelanjakan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat," tegasnya.
Setelah upacara selesai, Marching Band IPDN kembali tampil dengan atraksi yang lebih memukau. Penampilan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Ketua DPRD KBB, para kepala perangkat daerah, tamu undangan, serta masyarakat yang memadati area Plaza Mekarsari.
Aksi para taruna IPDN itu sukses memukau penonton dan menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19.
(*)



Social Media