SATUSPIRIT — Suasana berbeda terasa di Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, saat masyarakat bersama-sama memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Milangkala Desa Nanggerang yang ke-109.
Bukan hanya upacara dan perlombaan, rangkaian peringatan tahun ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Mulai dari doa bersama, upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih, turnamen sepak bola, pembagian hadiah hingga pentas seni dan kreasi warga.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi sekaligus mengenang kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kepala Desa Nanggerang, Rahmat Wibowo, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar berkat kekompakan dan kerja sama berbagai unsur masyarakat.
“Alhamdulillah untuk Desa Nanggerang dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dan Milangkala Desa Nanggerang yang ke-109 berjalan dengan lancar dan sukses. Warga masyarakat luar biasa,” ujar Rahmat saat ditemui pada kegiatan peringatan, Selasa (18 Agustus 2026).
Menurutnya, kegiatan diawali pada 16 Agustus dengan doa bersama. Momen tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang hingga Indonesia bisa merasakan kemerdekaan.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih. Semangat kemerdekaan kemudian berlanjut melalui pertandingan sepak bola hingga acara pembagian hadiah.
Malam perayaan semakin semarak dengan digelarnya pentas seni dan kreasi masyarakat Desa Nanggerang. Panggung besar yang dilengkapi tata suara membuat suasana semakin hidup. Warga dari berbagai kalangan tampak menikmati hiburan yang disuguhkan.
Salah satu momen yang menarik perhatian warga terjadi ketika Kepala Desa Rahmat Wibowo ikut bernyanyi di atas panggung dengan iringan musik dangdut.
Aksi tersebut sontak mendapat tepuk tangan dari penonton. Suasana yang sebelumnya merupakan acara hiburan berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban.
Warga pun terlihat menikmati alunan musik sambil bercengkerama bersama keluarga dan tetangga. Tidak ada sekat antara pemerintah desa dan masyarakat. Semua larut dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Bagi Rahmat Wibowo, peringatan HUT RI bukan hanya persoalan seremonial. Ada pesan perjuangan yang ingin terus ditanamkan kepada masyarakat.
Ia menyadari bahwa kondisi perekonomian saat ini tidak selalu mudah. Dampak kondisi ekonomi global juga dirasakan masyarakat. Namun, menurutnya, keadaan tersebut tidak seharusnya membuat semangat masyarakat untuk berkarya dan menjaga kebersamaan menjadi luntur.
“Dengan keadaan perekonomian seperti sekarang, dampak dari ekonomi global mungkin ada. Tapi tetap semangat perjuangan dan semangat kemerdekaan,” katanya.
Semangat itulah yang menurutnya harus terus dipelihara. Jika para pejuang dahulu mampu menghadapi berbagai keterbatasan demi merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini juga harus mampu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
Rahmat menilai, pelaksanaan berbagai kegiatan di Desa Nanggerang menjadi gambaran bahwa semangat perjuangan masih bisa diwujudkan dalam bentuk yang berbeda.
Bukan lagi mengangkat senjata, tetapi melalui gotong royong, kebersamaan, kreativitas, olahraga, seni dan kepedulian terhadap lingkungan masyarakat.
“Persiapan dan pelaksanaan suatu kegiatan tentu ada suka dukanya. Tapi dengan adanya kekompakan dan kerja sama, Alhamdulillah semuanya bisa berjalan,” tuturnya.
Gotong Royong Jadi Kekuatan
Rahmat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung rangkaian kegiatan tersebut.
Mulai dari perangkat desa, lembaga desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan hingga seluruh warga Desa Nanggerang.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi kekuatan utama sehingga peringatan HUT RI ke-81 dan Milangkala Desa Nanggerang ke-109 dapat berlangsung meriah.
Peringatan tahun ini pun tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Dengan kekompakan dan kerja sama dari setiap tim, lembaga-lembaga desa, organisasi desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan dan seluruh warga masyarakat Desa Nanggerang, Alhamdulillah pelaksanaan peringatan kemerdekaan dan Milangkala Desa Nanggerang berjalan lancar,” ujarnya.
Di tengah panggung yang meriah, musik dangdut yang mengalun, serta antusiasme warga yang menyaksikan berbagai pentas seni, ada satu pesan yang terasa kuat: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dirayakan dan diisi bersama-sama.
Bagi masyarakat Desa Nanggerang, HUT RI ke-81 sekaligus Milangkala ke-109 menjadi momentum untuk kembali menguatkan persaudaraan.
Dari lapangan olahraga hingga panggung hiburan, dari doa bersama hingga kreativitas warga, semuanya berpadu menjadi satu perayaan yang menggambarkan semangat sebuah desa.
(*)



Social Media