BLANTERORIONv101

Drama Penalti Antar Tunas Muda FC Pertahankan Gelar Juara Cipulus Cup 2026

9 Agustus 2026
Tunas Muda FC, Juara Bertahan Cipulus Cup 2026 Season 2. Para pemain dan pendukung Tunas Muda berfoto bersama trofi usai memastikan gelar juara setelah menundukkan Gacnek FC melalui drama adu penalti. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Tunas Muda mempertahankan gelar juara untuk dua musim berturut-turut di Cipulus Cup.

Satuspirit – Lapangan Cipulus, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, kembali menjadi saksi drama sepak bola kampung yang berlangsung hingga titik paling menegangkan.

Tunas Muda FC kembali menjadi juara Cipulus Cup 2026 Season 2 setelah menaklukkan Gacnek melalui adu penalti sudden death dengan skor 6-5, Minggu (9 Agustus 2026).

Final berlangsung ketat sejak menit awal. Jual beli serangan terjadi, kedua kesebelasan sama-sama menciptakan sejumlah peluang, tetapi tak satu pun berhasil dikonversikan menjadi gol.

Benturan keras beberapa kali terjadi. Namun, pertandingan tetap berada dalam batas sportivitas. Bahkan tim medis dari kedua kesebelasan sempat memasuki lapangan untuk memberikan penanganan kepada pemain yang mengalami benturan.

Di tengah pertandingan yang berlangsung sengit, ribuan? penonton yang memadati area Lapangan Cipulus terus memberikan dukungan kepada kedua tim.

Hingga peluit panjang babak kedua berbunyi, papan skor tetap menunjukkan 0-0.

Drama akhirnya berlanjut ke titik putih.

Adu penalti berlangsung menegangkan hingga akhirnya Tunas Muda memastikan kemenangan melalui sudden death 6-5 dan kembali mengangkat trofi Cipulus Cup setelah sebelumnya menjadi juara pada penyelenggaraan tahun lalu.

Bos Jana: Turnamen Ini Bukan Sekadar Mencari Juara

Bagi Rahmat Saepudin alias Bos Jana, keberhasilan penyelenggaraan Cipulus Cup 2026 jauh lebih penting daripada sekadar siapa yang membawa pulang trofi.

Sebagai penggagas sekaligus motor utama turnamen, ia melihat kompetisi tersebut sebagai ruang untuk mencari bibit pemain sekaligus menyiapkan generasi sepak bola Mekarjaya.

“Harapan saya, tiap tahun pengadaan turnamen ini bisa mencari bibit-bibit untuk generasi ke depan. Kita tidak akan selamanya muda. Kita ingin ada generasi penerus dan kita ingin menjadi contoh,” ujar Bos Jana.

Menurutnya, turnamen tahun kedua ini menjadi bukti bahwa sepak bola di tingkat kampung memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Ia pun mulai menyimpan rencana agar penyelenggaraan berikutnya bisa dibuat lebih besar.

“Alhamdulillah sampai sejauh ini sukses, tidak ada kendala. Mudah-mudahan tahun depan ada umur dan ada rezeki, kita bisa membuatnya lebih meriah. Rencananya ingin satu desa, bekerja sama dengan pihak desa dan karang taruna,” katanya.

Namun, ada satu pesan yang terus ia tekankan kepada para pemain: sportivitas dan silaturahmi.

“Yang utama jaga sportivitas dan jaga tali silaturahmi. Kita masih satu kampung, masih saudara. Kalau di lapangan adu fisik itu wajar, tapi setelah pertandingan harus kita bersihkan lagi,” tutur Bos Jana.

Bos Jana dan Hendrik Hidayat, sumringah turnamen berlangsung lancar dan sukses

Baginya, sepak bola tidak boleh menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.

Justru sebaliknya, pertandingan harus mempertemukan masyarakat dalam semangat kompetisi yang sehat.

Hendrik Hidayat: Panitia Bersyukur Turnamen Berjalan Lancar

Ketua panitia umum, Hendrik Hidayat, juga menyampaikan rasa syukurnya atas penyelenggaraan Cipulus Cup 2026.

Meski terdapat dinamika selama pertandingan, secara keseluruhan kegiatan dapat berjalan hingga partai final tanpa kejadian besar yang mengganggu jalannya turnamen.

“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Juara kembali diraih Tunas Muda FC, yang tahun lalu juga menjadi juara,” ujar Hendrik.

Ia mengapresiasi seluruh tim, masyarakat, panitia, serta para sponsor yang telah mendukung pelaksanaan turnamen.

Untuk penyelenggaraan tahun berikutnya, Hendrik mengatakan pihaknya akan menjadikan kritik dan saran dari seluruh tim sebagai bahan evaluasi.

“Untuk tahun depan saya rencanakan lagi dengan saran dan kritik dari semua tim. Insyaallah akan saya jalankan bersama mereka,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor, warga, tim peserta dan semua pihak yang berkontribusi terhadap Cipulus Cup 2026.

Dendi: Kerja Sama Tim Jadi Kunci Tunas Muda Kembali Juara

Bagi Dendi, kapten Tunas Muda, kemenangan ini tidak datang begitu saja.

Setelah melewati pertandingan yang ketat hingga adu penalti, ia menilai keberhasilan mempertahankan gelar merupakan hasil kerja sama seluruh pemain.

“Alhamdulillah anak-anak main bagus. Alhamdulillah kita bisa menang dan mempertahankan juara kembali di tahun ini,” kata Dendi.

Ia berharap Tunas Muda masih bisa mempertahankan prestasi tersebut pada tahun-tahun berikutnya.

Namun ada pesan lain yang ia sampaikan kepada generasi muda.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti Cipulus Cup jauh lebih positif dibandingkan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Intinya kerja sama. Lebih baik olahraga daripada main yang tidak jelas,” ujarnya.

Kalimat pendek itu menjadi gambaran bahwa bagi para pemain, Cipulus Cup bukan hanya tentang trofi, tetapi juga tentang aktivitas positif bagi anak-anak muda.

Ferry: Gacnek Kalah, Tahun Depan Siap Merebut Gelar

Di kubu Gacnek, kekalahan melalui adu penalti tentu meninggalkan kekecewaan.

Ferry, kapten Gacnek, mengakui hasil tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh konsentrasi dan keberuntungan.

“Mungkin karena kurang konsentrasi saja. Kalau lelah tidak terlalu, mungkin kurang beruntung saja,” ujar Ferry.

Meski harus menerima kekalahan di partai final, ia tidak ingin menjadikan hasil tersebut sebagai akhir.

Sebaliknya, Ferry sudah menyimpan tekad untuk kembali datang pada penyelenggaraan berikutnya.

“Tahun depan siap rebut juara,” tegasnya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pertandingan final tidak hanya menghasilkan seorang juara, tetapi juga menyisakan motivasi bagi tim yang kalah untuk kembali berjuang.

Tunas Muda Sapu Penghargaan Individu

Selain trofi juara, sejumlah pemain juga mendapatkan penghargaan individu.

Hilman dari Tunas Muda dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, sementara Alisan dari Gacnek menjadi Top Skor dengan torehan tiga gol.

Penghargaan Kiper Terbaik diberikan kepada Ajay dari Tunas Muda.

Gacnek sebagai runner-up juga mendapatkan uang pembinaan Rp750 ribu.

Sementara Tunas Muda kembali membawa pulang trofi sebagai juara bertahan dan uang pembinaan Rp1.000.000.

Dari Delapan Tim, Lahir Satu Tradisi

Cipulus Cup 2026 Season 2 memang hanya diikuti delapan tim dari wilayah Desa Mekarjaya.

Namun antusiasme masyarakat yang memadati Lapangan Cipulus menunjukkan bahwa sepak bola kampung masih memiliki tempat yang kuat di hati warga.

Dari semifinal hingga final, pertandingan menyajikan persaingan, drama, benturan, penalti, kemenangan dan kekalahan.

Tetapi pada akhirnya, ada sesuatu yang lebih penting daripada hasil pertandingan.

Ada generasi muda yang mendapatkan panggung. Ada masyarakat yang kembali berkumpul. Dan ada tradisi sepak bola yang perlahan sedang dibangun.

Tunas Muda boleh kembali mengangkat trofi.

Gasanek boleh pulang dengan rasa kecewa.

Tetapi Cipulus Cup 2026 meninggalkan pesan yang sama bagi keduanya: pertandingan boleh berakhir, persaudaraan jangan.

Dan bagi Bos Jana serta panitia, pekerjaan belum selesai.

Karena setelah peluit panjang final berbunyi, mimpi untuk membuat Cipulus Cup lebih besar tahun depan justru baru dimulai.

(*)

Komentar