Satuspirit – Komitmen melestarikan budaya Sunda terus ditunjukkan Lingkung Seni Nata Saigel melalui penampilan dalam prosesi adat pernikahan pasangan Lin Karlina dan Dani Setiadi yang digelar di Perumahan Alam Sanggar Indah, Cluster Seruni, Kamis (2 Juli 2026).
Sebelum tiba di kediaman mempelai wanita, kedua pengantin terlebih dahulu melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cihampelas. Kabupaten Bandung Barat Sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan pengantin disambut dengan prosesi Mapag Panganten yang dipandu secara khidmat oleh Abah Ono selaku pembawa acara.
Prosesi adat Sunda berlangsung secara lengkap, dimulai dari Mapag Panganten, dilanjutkan Saren Tampi, Sungkeman, Sawer Panganten, hingga penutupan. Setiap tahapan berlangsung penuh makna sebagai simbol penghormatan kepada orang tua sekaligus doa bagi kehidupan rumah tangga kedua mempelai.
Suasana semakin syahdu ketika tembang-tembang Sunda mengiringi prosesi adat. Para juru kawih, yakni Ambu Imas Machyati, Gisna Rahayu, Ainun Fhatia Rahman dan Khoerunnisa Nurmaulana, membawakan lagu-lagu tradisional yang memperkuat nuansa sakral sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sunda kepada para tamu undangan.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Yuswa, 10 tahun, juru kawih mungil berusia 10 tahun yang masih duduk di kelas IV sekolah dasar. Prestasinya sebagai Juara Pupuh Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026 menjadi bukti bahwa regenerasi pelaku seni tradisi Sunda terus tumbuh di kalangan generasi muda.
Usai prosesi adat dan penyerahan seserahan dari mempelai pria, acara dilanjutkan dengan hiburan. Para juru kawih kembali tampil membawakan lagu-lagu Sunda dan beberapa lagu populer yang disambut antusias para tamu.
Kemeriahan acara juga semakin lengkap dengan penampilan bintang tamu Dedi Kosipa (Dekos) asal Garut bersama sang istri, serta Ayah Robi dan istri yang turut menghibur para undangan.
Penampilan Lingkung Seni Nata Saigel mendapat apresiasi dari keluarga besar kedua mempelai. Kehadiran grup seni tersebut tidak hanya memeriahkan pesta pernikahan, tetapi juga menghadirkan kembali nilai-nilai budaya Sunda yang sarat makna.
Melalui setiap penampilannya, Lingkung Seni Nata Saigel terus menunjukkan komitmennya dalam merevitalisasi seni tradisi Sunda, menjaga warisan budaya tetap hidup, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda agar terus lestari di tengah perkembangan zaman.
(*)



Social Media