![]() |
Satuspirit – Haru, bangga, dan penuh harapan mewarnai acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas IX Angkatan XXXVII SMP YPII Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Senin (22 Juni 2026). Sebanyak 95 siswa resmi dilepas setelah menuntaskan pendidikan selama tiga tahun, sekaligus menandai langkah baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kegiatan yang dirangkai dengan kenaikan kelas VII dan VIII Tahun Ajaran 2025/2026 itu berlangsung meriah di halaman sekolah. Berbagai penampilan seni, kreativitas siswa, dan pertunjukan budaya menjadi warna tersendiri yang menghibur para orang tua, guru, serta tamu undangan yang hadir.
Kepala SMP YPII Cililin, Hilman Firmansyah, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari adab dan karakter yang dimiliki siswa.
"Ilmu tanpa adab tidak akan membawa keberkahan. Karena itu, kami mengajak seluruh siswa untuk menjaga adab dan karakter di mana pun berada. Jadilah generasi yang cerdas, berakhlak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Menurut Hilman, pelepasan siswa bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru yang harus dihadapi dengan semangat belajar, disiplin, dan sikap yang baik.
Suasana haru terasa ketika para siswa berpamitan kepada guru-guru yang selama ini membimbing mereka. Tidak sedikit orang tua yang tampak terharu menyaksikan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.
Selain menjadi ajang pelepasan, kegiatan tersebut juga menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas yang selama ini dikembangkan di sekolah.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan seni tari Jaipong yang dibawakan oleh Rizki Mulyani, siswi yang dikenal aktif melestarikan budaya Sunda melalui dunia tari.
Gadis manis kelahiran 5 Maret 2012 itu mengaku menemukan bakatnya setelah mencoba berbagai kegiatan, mulai dari futsal hingga taekwondo. Namun, hatinya justru tertambat pada seni tari.
"Awalnya saya melihat seni tari itu bagus karena bisa melestarikan budaya. Saya juga terinspirasi oleh para penari yang berprestasi, lalu mencoba dan ternyata cocok," katanya.
Kecintaannya terhadap seni mengantarkan Rizki meraih Juara II tingkat Jawa Barat pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2025. Prestasi tersebut menjadi pengalaman yang paling membanggakan baginya karena dapat membawa nama baik sekolah di tingkat provinsi.
Tak hanya berprestasi, Rizki juga aktif memperkenalkan Sanggar Wira Eksa tempatnya berlatih kepada teman-teman sekolahnya. Bahkan beberapa siswa SMP YPII Cililin mulai tertarik mengikuti kegiatan seni tari setelah mengenal sanggar tersebut.
Siswi yang bercita-cita menjadi guru kesenian itu pun menitipkan pesan kepada teman-teman seangkatannya yang baru saja lulus.
"Jangan pernah menyerah. Perjuangan kita bukan hanya sampai di SMP. Masih ada SMA, kuliah, dan dunia kerja. Jangan berhenti berusaha karena tidak ada hasil yang baik tanpa proses dan kerja keras," pesannya.
Bagi Rizki, salah satu sosok yang paling berkesan selama bersekolah di SMP YPII Cililin adalah Bu Silvi, guru yang menurutnya selalu memberikan dukungan dan motivasi.
Melalui pelepasan Angkatan XXXVII ini, SMP YPII Cililin berharap para lulusannya mampu melanjutkan pendidikan dengan penuh semangat, terus berprestasi, serta menjaga nama baik sekolah melalui sikap, karakter, dan karya nyata di tengah masyarakat.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi ilmu yang dimiliki, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut dijalankan dengan adab yang baik.
(*)



Social Media