BLANTERORIONv101

Dari 12 Menjadi 18 Siswa, SD IT Cahaya Qur'ani Lepas Alumni Pertama Penuh Haru dan Kebanggaan

23 Juni 2026
SD it cahaya qurani
Suasana penuh kebersamaan mewarnai sesi foto bersama siswa kelas VI, orang tua, guru, dan pengurus SD IT Cahaya Qurani usai pelepasan alumni pertama sekolah tersebut dalam rangkaian Haflatul Wada' Tahun Ajaran 2025/2026

Satuspirit – Selasa (23 Juni 2026) menjadi hari bersejarah bagi keluarga besar SD IT Cahaya Qurani yang berlokasi Kampung Babakan Tarogong, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. 

Untuk pertama kalinya sejak berdiri, sekolah tersebut melepas siswa kelas VI sebagai alumni angkatan pertama Tahun Ajaran 2025/2026 melalui kegiatan bertajuk Haflatul Wada' yang bertempat di Gedung Pondok Pesantren Manbaul Falah, Cipatik.

Suasana haru sudah terasa sejak awal acara. Prosesi pelepasan diawali dengan penyambutan siswa kelas VI oleh adik-adik kelas IV, dan V. Mereka berdiri rapi membawa tongkat bendera berwarna biru muda yang menjadi simbol sekolah.

Diiringi lantunan musik bernuansa Islami dan Arab, para siswa kelas VI memasuki area acara bersama para guru dan Ketua Yayasan. Dua siswa kelas V, Aksel dan Bilal, bertugas membawa payung kehormatan yang menaungi rombongan menuju panggung utama.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Di sisi kanan dan kiri lokasi acara, para orang tua tampak sibuk mengabadikan momen bersejarah itu melalui telepon genggam mereka.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan sambutan dan ungkapan terima kasih dari perwakilan orang tua siswa.

Salah satunya disampaikan Halimah yang mengenang awal perjalanan sekolah ketika bangunannya masih sangat sederhana dan hanya memiliki sedikit siswa.

"Saat itu sekolah ini masih kecil. Namun kami memiliki keyakinan untuk menitipkan anak-anak di sini. Alhamdulillah, hari ini menjadi bukti bahwa perjuangan itu tidak sia-sia. Anak-anak berhasil menyelesaikan pendidikan mereka bersama teman-temannya," ujarnya.

Momen emosional kembali terasa saat videotron menayangkan dokumenter perjalanan sekolah dan para siswa sejak duduk di bangku kelas I hingga kelas VI.

Dalam tayangan tersebut diperlihatkan bagaimana SD IT Cahaya Qurani tumbuh dari sekolah dengan fasilitas sederhana menjadi lembaga pendidikan yang semakin berkembang dan dipercaya masyarakat.

Perjalanan para siswa juga ditampilkan, mulai dari aktivitas belajar, pembiasaan salat berjamaah, pembelajaran Al-Qur'an, hingga berbagai prestasi akademik dan non akademik yang berhasil diraih selama enam tahun terakhir.

Kepala SD IT Cahaya Qurani, Sinta Agustina Dewi, S.Pd., mengaku bangga sekaligus haru melepas angkatan pertama yang menjadi saksi tumbuh dan berkembangnya sekolah.

"Ini wisuda pertama kami. Tentu berat melepas mereka karena perjalanan kami bersama cukup panjang. Dari awal hanya 12 siswa, sekarang menjadi 18 siswa yang berhasil lulus. Mereka adalah bagian dari sejarah SD IT Cahaya Qurani," katanya.

Menurutnya, perkembangan sekolah hingga saat ini tidak lepas dari kepercayaan para orang tua yang terus mendukung program pendidikan berbasis Al-Qur'an dan pembentukan karakter Islami.

Pembina yayasan dan Ketua Yayasan Haji Suhada M.pd., penuh semangat dan gairah sambut lulusan pertama SD IT Cahaya Qurani.

"Alhamdulillah, sekarang ruang kelas bertambah, fasilitas semakin baik, dan kepercayaan masyarakat juga terus meningkat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pendidikan terbaik," ujarnya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan atribut siswa secara simbolis kepada pihak sekolah, pengalungan medali, serta pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi.

Suasana semakin hangat ketika alunan lagu-lagu Sunda seperti Paturay Tineung dan Sapu Nyere Pegat Simpay, yangdinyanyikan para siswa kelas VI, menambah suasana penuh spirit bercampur kebanggaan. 

Namun puncak keharuan terjadi saat sesi testimoni wali kelas dan prosesi sungkeman.

Satu per satu siswa menghampiri guru-guru mereka, lalu bersimpuh di hadapan orang tua. Tangis haru pecah ketika pelukan hangat dan doa-doa terbaik mengalir dalam suasana penuh rasa syukur.

Wali Kelas VI Toha, Adis Pratiwi Muharam, mengaku bangga terhadap perjuangan anak-anak didiknya selama enam tahun terakhir.

"Perjalanan mereka luar biasa. Dari 12 siswa hingga akhirnya menjadi 18 siswa yang berhasil lulus. Ibu berharap kalian menjadi anak yang saleh dan salehah, jangan lupakan guru-guru yang telah mendidik dan menyayangi kalian. Jadilah duta SD IT Cahaya Qurani di mana pun kalian berada," pesannya.

Salah satu lulusan terbaik dalam bidang tahfidz, Alfi Khoerunnisa, juga menyampaikan kesan mendalam selama belajar di sekolah tersebut.

"Guru-gurunya asyik, sabar, dan menyenangkan. Bu Adis baik sekali, tidak pernah marah. Kalau ada kesalahan selalu mengingatkan dengan baik-baik. Untuk kakak-kakak yang lulus, jangan lupa menyapa kalau bertemu dan jadilah kakak kelas yang baik untuk adik-adiknya," katanya.

Menjelang akhir acara, para guru mempersembahkan lagu motivasi sebagai bentuk cinta dan doa kepada para lulusan.

Hari itu bukan sekadar seremoni pelepasan siswa. Lebih dari itu, menjadi penanda lahirnya alumni pertama SD IT Cahaya Qurani, sekaligus bukti bahwa mimpi yang dibangun dari ruang kelas sederhana kini mulai menorehkan sejarah dan melahirkan generasi Qurani yang siap melangkah ke masa depan.

(*)

Komentar